<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109</id><updated>2011-04-21T11:22:58.253-07:00</updated><category term='Cerpen'/><category term='Makalah'/><category term='Detak'/><category term='kolom'/><category term='Celoteh'/><title type='text'>Sepotong Catatan Kerja Bung!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>57</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-387192823604450644</id><published>2008-04-01T23:08:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T04:24:51.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Detak'/><title type='text'>Peterpan Tantang Batam TV</title><content type='html'>Di tengah padatnya jadwal konser A Mild Live Rising Star 2008 di 30 kota di Indonesia, para personel Group Band Peterpan yang manggung 1 April ini di Batam, menyempatkan bertanding futsal bersama tim dadakan Batam TV. Hasilnya, tim Peterpan memang telak 8-2.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tim Peterpan diperkuat full oleh para personilnya seperti Ariel, Loekman, Uki dan Reza, mulai dari peluit, langsung menggebrak jantung pertahan tim Batam TV yang diperkuat Eko, Dian, Bayum. Selain Ariel, tim ini juga diperkuat tim manajemen A mild Live Rising Star. Di menit menit awal, permainan sempat imbang. Namun di menit berikutnya, Lukman dan kawan-kawan terus mendobrak pertahan Batam TV. Anak-anak Peterpan mampu melesakkan gol hingga delapan kali ke gawang Batam TV. Sementara tim Batam TV yang dibentuk dadakan, hanya mampu menjebol gawang Peterpan dua kali. Skor akhir 8-2 untuk Peterpan. Pertandingan futsal antara tim peterpan dan Batam TV ini merupakan pertandingan persahabatan menjelang pelaksanaan tour A Mild Live Rising star 30 kota yang salah satunya digelar di Batam. &lt;br /&gt;Pemimpin Redaksi Batam TV Andra S Kelana, yang memimpin tim Batam TV Sport mengungkapkan, kalah dan menang  dalam pertandingan merupakan hal biasa. Apatahlagi, tim yang dibawanya ke kandung futsal Batam Centre, merupakan tim dadakan. Sementara, tim Peterpan seperti Ariel dan Lukman, merupakan pemain futsal yang handal. &lt;br /&gt;''Kami sangat kawalahan menghadapi mereka-mereka itu. Dan kami mengucapkan terimakasih kepada tim Peterpan yang  telah bersedia lawan tanding dengan kami, apalagi pertandingan ini merupakan pertandingan eklusif,'' katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-387192823604450644?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/387192823604450644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=387192823604450644&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/387192823604450644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/387192823604450644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/04/peterpan-tantang-batam-tv.html' title='Peterpan Tantang Batam TV'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6981162572533861039</id><published>2008-03-31T01:49:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T06:31:28.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Nonton Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>BEBERAPA hari ini wajah Cik Minah sengaja ditampilkan muka masam, terutama ketika bersua dengan lakinya Cik Amat, yang hari-hari belakangan ini sibuk dengan pekerjaannya. Perangai tak sedap dipandang mata ini, menimbulkan tanda tanya besar dalam hati Cik Amat.  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Ada ape pulak gerangan bini aku ini?’’ gumamnya dalam hati. &lt;br /&gt;Karena tak tahan menerima perlakuan bininya seperti itu, Cik Amat pun langsung bertanya.&lt;br /&gt;‘’Oi Minah, nape pulak muke awak tu masam, macam kena sambal belacan saje. Laki letih balek kantor, bukan disambut dengan wajah manis. Kualat tahu..?’’ tanya Cik Amat kepada bininya. Namun, Cik Minah tetap diam seribu bahasa. Hal seperti inilah yang selalu membuat tensi darah Cik Amat naik sampai 160.&lt;br /&gt;‘’Abang tu.. dah beberapa kali saye ajak nonton film Ayat Ayat Cinta, abang selalu menolak. Pedas telinga saye mendengarkan cerita tetangga tentang film tersebut,’’ kata Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Si Romlah saje, dah dua kali menonton film itu. Abang saye ajak tak mau pergi,’’ ungkap Minah lagi.&lt;br /&gt;‘’Abang bukan tak mau pergi menonton, tapi tak suka dengan film itu. Tapi, kalau engkau lah macam kesetanan nak menonton, ayolah, petang nanti kita pergi ke studio itu,’’ jawab Cik Amat.&lt;br /&gt;Mendengar itu, Cik Minah pun langsung senang hati. Dia pun bergegas, ke kamar mempersiapkan diri, mempercantik diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tut…Tut.. sepeda motor buntut Cik Amat melaju menuju ke Nagoya. Sementara, selendang Cik Minah, meliuk-liuk ke kanan dan kekiri kena terpaan anggin.&lt;br /&gt;‘”Cepat dikit nape bang. Pelan betul, macam tak sampai rasenya,’’ ucap Minah dari belakang. Tak mau perang mulut, Cik Amat pun menaikan gasnya. Beberapa menit kemudian mereka berdua tiba di parkiran. Cik Minah langsung bergegas masuk ke mall dan naik lift menuju ke studio.&lt;br /&gt;Setelah membeli tiket, mereka pun langsung masuk ke studio yang telah ditentukan. Selama dalam studio, Cik Minah begitu antusias menonton film Ayat Ayat Cinta. Setiap frame to frame perubahan scane film, disimaknya dengan baik. Sedangkan Cik Amat bukannya menonton, tetapi malah mendengkur, hal ini membuat kesal Minah, karena berada dalam studio, tak mungkin berperang mulut dengan lakinya.&lt;br /&gt;Hampir dua jam berada dalam studio, akhirnya pertunjukan film Ayat Ayat Cinta tamat. Cik Minah keluar studio dengan wajah masam. Sementara Cik Amat keluar studio dengan wajah ceria, segar bugar.&lt;br /&gt;‘’Sedap betul aku tidur tadi. Habis sejuk betul. Maklumlah rumah kitekan tak ade AC, jangan tidurnya tak begitu nyenyak,’’ ungkap Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Jadi macam mane film yang engkau tengok tadi. Bagus tak jalan ceritanya?’’ tanya Cik Amat kepada Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Bagus juga lah..!’’ jawab Cik Minah ketus, bukan ceria.&lt;br /&gt;‘’Eeh.. kenape pulak jawabannya ketus begitu, bukannya engkau macam kesetanan ingin menontonya. Nape pulak jadi tak sedap hati,’’ ejek Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Malas  saye tak cerita, bagus kita balek saja,’’ kata Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Ceritelah dikit.’’&lt;br /&gt;‘’Taklah, awak ni nak membesing saje.’’ Ketus Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Ceritelah, saye kan tetidur tadi,’’ ejek Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Tak.! Kalau saye bilang tidak, ye tidak.’’ Ungkap Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Itulah..! nape abang tak mau pergi menonton film same awak tu, karena jalan ceritanya mengisahkan seorang istri yang baik hati dengan lakinya,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Baik hati ape!’’&lt;br /&gt;‘’Itu..istrinya menyuruh lakinya kawin (nikah lagi), bukankah istri yang baik. Bagusnya awak pun macam itu juga, suruh lagi laki nikah laki, biar dapat madu…,’’ ungkap Cik Amat sambil tertawa terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;Mendengar celoteh Cik Amat, bertambah kesalnya hati Cik Minah. Selama ini yang dia dengar dari Romlah dan tetangga lainnya hanya jalan cerita kesedihan tokoh utama dalam film tersebut, tetapi tidak menceritakan bagaimana tentang poligami. Tanpa sepatah kata pun Cik Minah langsung menuju ke tempat parkiran dan minta segera pulang.&lt;br /&gt;Cik Amat, merasa menang, pulang dengan riang, sambil melantunkan lagu legendaries P Ramle dengan judul ‘’Madu Tiga’’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oi.. senangnya dalam hati, &lt;br /&gt;bila beristri due …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6981162572533861039?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6981162572533861039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6981162572533861039&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6981162572533861039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6981162572533861039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/nonton-ayat-ayat-cinta.html' title='Nonton Ayat Ayat Cinta'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-1632710127112623673</id><published>2008-03-21T21:36:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T06:32:59.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Detak'/><title type='text'>Satu Lagi Anugerah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R-SOfqoASnI/AAAAAAAAAEU/gygYq95m1tQ/s1600-h/imi+piagam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R-SOfqoASnI/AAAAAAAAAEU/gygYq95m1tQ/s320/imi+piagam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180422146052082290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IKATAN Motor Indonesia (IMI) Kepri ketika melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Batam,  menganugerahkan penghargaan IMI Award 2008 kepada Batam TV, televisi lokal pertama di Kepri ini, sebagai media yang selalu berpartisipasi dalam pengembangan olahraga otomotif di Kepri. Selain Batam TV, IMI juga memberikan anugerah yang sama kepada media cetak, pengusaha dan sponsorship.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan seperti ini, merupakan untuk kedua kalinya diterima Batam TV. Sebelumnya KONI Kepri juga memberikan anugerah yang sama, atas komitnya televisi lokal ini memberitakan olahraga lokal.&lt;br /&gt;Penghargaan IMI Award yang diserahkan oleh Dinas Perhubungan Batam mewakili Pemko Batam di salah satu hotel bilangan Nagoya langsung diterima Pemimpin Redaksi Batam TV Andra S Kelana. Dalam kesempatan tersebut, Andra mengucapkan terimakasih kepada IMI yang telah memberi Award kepada Batam TV.&lt;br /&gt;‘’Kami mengucapkan terimakasih kepada IMI Kepri yang telah memberikan kami Award. Dan dengan penghargaan ini, kami berupaya untuk meningkatkan pemberitaan dibidang olahraga dan prestasi atlit lokal, tidak hanya otomotif, tetapi semua cabang olahraga,’’ katanya.&lt;br /&gt;Andra mengatakan, sampai hari ini tim redaksi Batam TV tetap komitmen untuk memberitakan kegiatan dan event olahraga lokal, apalagi saat ini, redaksi memiliki program ‘’Batam TV Sport’’ yang ditayangkan setiap hari Minggu pukul 21.00 WIB dan disiarkan ulang pada hari lainnya, merupakan program yang mengangkat prestasi dan kegiatan olahraga di daerah ini, asalkan masyarakat menginfokannya terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-1632710127112623673?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/1632710127112623673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=1632710127112623673&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1632710127112623673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1632710127112623673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/satu-lagi-anugerah.html' title='Satu Lagi Anugerah'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R-SOfqoASnI/AAAAAAAAAEU/gygYq95m1tQ/s72-c/imi+piagam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-3869732447005660072</id><published>2008-03-11T03:23:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T06:34:14.309-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'>Sarapan Sambil Cerita   F1 dengan Pak Wali</title><content type='html'>MAAF, bukannya saya bangga sarapan bersama dengan walikota. Bagi saya, sarapan, makan malam, bahkan makan duduk satu meja dengan pejabat di rumah pribadi, merupakan hal biasa bagi saya–maaf sekali lagi, agak menyobong diri--, karena semuanya masih berhubungan dengan tugas jurnalistik saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, Selasa pagi, saya dan teman-teman memang lagi memproduksi program LEPAT –Lepas Penat Bang Dahlan—program khusus yang selama ini sudah tayang di station dan temanya adalah ‘’dua tahun masa kepemimpinan walikota Batam Ahmad Dahlan-Ria Saftarika’’.&lt;br /&gt;Setelah  produksi shotting yang menghabiskan waktu hampir 90 menit, Walikota Ahmad Dahlan, langsung mengajak semua kru, maupun staff Pemko Batam sarapan di restoran KTM Tanjungpinggir Sekupang.&lt;br /&gt;‘’Ayo kita sarapan sama-sama, udah lapar, karena saya juga belum sarapan,’’ begitulah ungkapan walikota Batam. Memang ada benarnya, tim produksi harus bangun pukul 05.00 wib dan harus berada di KTM Tanjungpinggir Sekupang  pukul 07.00 wib untuk persiapan produksi yang dimulai pukul 07.30 WIB. &lt;br /&gt;Nah, saya bukan mau menceritakan bagaimana proses makanan bersama walikota, bagaimana harus duduk, atau tata cara makan bersama pejabat, tetapi ketika saya duduk satu meja, banyak hal-hal yang dibicarakan, terutama masalah Visit Batam Year 2010, tahun kunjungan pariwisata Batam. Apatahlagi, Batam merupakan pintu gerbang kunjungan wisatawan nomor tiga di Indoensia setelah Bali, dan Jakarta, tentunya pemerintah banyak berharap dengan Pemko Batam untuk meningkatkan devisa negara dibidang pariwisata.&lt;br /&gt;Walikota juga menceritakan bagaimana kehebatan Singapura menjadi tempat pertandingan Formula-1 (F1) padahal Singapura tidak memiliki sirkuit, tetapi cukup mengandalkan sirkuit jalanan, yang dipertandingkan pada malam hari. Kemudian, Singapura juga tempat Asean Broadcast and Asean Summit, dan ditambah lagi, Singapura akan menjadi tuan rumah Olympiade Pemuda. Banyak lagi event-event besar yang dilakukan oleh Singapura untuk menarik orang datang ke negeri itu. &lt;br /&gt;Ahmad Dahlan dengan semangat mengatakan, pelaksanaan F1 di Singapura nanti, Batam akan mendapatkan tempias. Yaitu, orang-orang akan menginap di Batam selama beberapa hari, karena kamar hotel di Singapura sudah habis terjual. Angkanya sangat mengggiurkan, Pemko Batam maupun Batam Promotion Tourism Board (BPTB) menargetkan sedikit 8 ribu hingga 10 ribu orang yang tidak dapat hotel di Singapura akan menginap di Batam, makan, berbelanja, money changer di Batam. Tentunya perputaran uang pada saat itu sangatlah tinggi.&lt;br /&gt;Jika satu orang penonton F1 Singapua yang menginap di Batam menghabiskan uang paling sedikit Rp2 juta –biaya hotel, transportasi, seaport tax, makan, entertainment--, maka perputaran uang selama beberapa hari di Batam sebanyak Rp2 miliar, berapa pajak daerah yang berhasil diraup.&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan, bagaimana kesiapan Pemko Batam dalam menghadapi kunjungan turis yang begitu banyak, terutama bagaimana persiapan para pengusaha hotel, keamanan para turis lokal dan  macanegara, safety transportasi laut. Kemudian, apakah Pemko  maupun pemerintah Indonesia tidak membuat kebijakan khusus dengan membebaskan berbagai macam pajak, seperti viskal atau visa on arrival, sehingga penonton F1 Singapura lebih tertarik lagi untuk datang ke Batam.&lt;br /&gt;Kemudian, apakah Pemko  tidak membuat  event tambahan yang membuat orang lebih menarik lagi untuk menginap ke Batam, daripada menginap di Johor Bahru Malaysia yang juga dekat dengan Singapura. Sebab, sampai hari ini saya tidak melihat promosi luar biasa yang dilakukan oleh Pemko Batam agar orang lebih tertarik lagi untuk datang ke Batam.  &lt;br /&gt;Sebab, saingan Batam bukanlah Singapura, tetapi adalah Johor Bahru Malaysia yang juga dengan Singapura. Johor Bahru juga tidak tinggal diam begitu saja. Dan tidak menginginkan kesempatan emas ini pindah begitu saja ke Batam. Peluang besar ini akan mereka rebut.&lt;br /&gt;Informasi yang saya peroleh  Pemerintah Johor Bahru juga sudah mempersiapkan event besar, fasilitas khusus kepada penonton F1 Singapura agar menginap di Johor Bahru, meskipun ada kesan bahwa melintasi perbatasan Johor Bahru-Singapura akan diperketat. Namun pemerintah Johor Bahru bertekad agar hotel-hotel di sana penuh, bahkan untuk perhelatan Olympiade Pemuda beberapa tahun mendatang,  Pemerintah Johor Bahru dengan Pemerintah Singapura sedang membuat MoU. Bagaimana dengan Batam! ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-3869732447005660072?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/3869732447005660072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=3869732447005660072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/3869732447005660072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/3869732447005660072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/sarapan-sambil-cerita-f1-dengan-pak.html' title='Sarapan Sambil Cerita   F1 dengan Pak Wali'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-2549478654101301432</id><published>2008-03-02T21:05:00.000-08:00</published><updated>2008-04-14T06:34:59.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kecubung Hitam</title><content type='html'>Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  AKU pun heran. Entah ke mana para tukang batu itu hilang tak tercatat dalam sejarah. Kepergiannya bagaikan burung gagak hitam terbang ke langit biru lalu menghilang, di celah-celah awan hitam.    &lt;br /&gt;Kadang kalanya aku tak habis berpikir, kenapa sejarah begitu kurang adil, sehingga si tukang batu pun tidak dicatatnya. Toh, suatu ketika orang memerlukan dirinya. Suatu saat orang memerlu kan ilmu perbatuannya, di manakah orang akan mencarinya?. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; ''Seperti aku sekarang ini. Ke mana kah engkau hai tukang batu!'' seru Ramli. &lt;br /&gt;   Atau sejarah akan menyuruh orang-orang mencari ke sungai Barito, Sungai Siak, Sungai Mahakam, Musi atau sungai-sungai yang ada di Indonesia, tempat di mana si tukang batu itu sering mendulang. Atau, sejarah akan menyuruh orang-orang menanyakan setiap pemilik toko yang menjual batu permata. Keterlaluan. &lt;br /&gt;   Ah! Itu tidak mungkin. 'Perburuan' mencari si tukang batu, akan menghabiskan sisa-sisa umur. Dan ini semuanya kesalahan pelaku sejarah yang tidak kongkrit mencatat, ke mana perginya si tukang batu itu. &lt;br /&gt;   ''Aku memutuskan tidak akan mencarinya lagi,'' ungkap Ramli. &lt;br /&gt;Dia tersadai di bawah pohon beringin yang rindang. Lelah, berkilometer jalan yang ditempuhnya, lewati rintangan, hanya untuk mencari si tukang batu yang pernah dia jumpai lima tahun lalu, di Pekanbaru. &lt;br /&gt;   Ribuan akar pohon beringin terjuntai, melindungi sekujur tubuh Ramli. Lelaki 30 tahunan ini, hanya bisa menatap burung layang-layang berdansa, dari pohon beringin ke kabel-kabel listrik berkekuatan ribuan volt, berdekatan dengan pohon itu. &lt;br /&gt;   ''Aku telah membuat kesalahan besar!''. Ramli memaki dirinya, mengenang tentang kesalahan lima tahun lalu. Ketika dia berjumpa dengan si tukang batu, dan menawarkan dirinya batu kecubung hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;   Di luar tidak ada daun-daun gugur. Di luar tidak ada hujan lebat, yang membanjiri jalan protokol, atau menenggelamkan rumah-rumah kumuh di pinggiran sungai. Meskipun tak ada daun gugur, hujan yang turun, tapi hati Ramli bagaikan hendak gugur.&lt;br /&gt;   ''Bagaimana Ram! apakah sudah engkau dapatkan batu kecubung hitam itu?'' tanya Umar Pandegerot. Pengusaha kayu balak terkenal di kota Ramli saat itu.  Umar yang mengantongi izin pengelolaan kayu, terus membolak-balik buku tentang perbatuan yang dia peroleh dari temannya di Thailand.&lt;br /&gt;   ''Belum!''. Ramli hanya bisa berkata demikian.&lt;br /&gt;   Hening. Ramli maupun Umar tidak mengeluarkan sebait kata-kata. Di ruangan ukuran lima kali lima meter itu, hanya terdengar, deburan angin yang keluar dari mesin pendingin air conditioner. &lt;br /&gt;   Lelaki itu menutup matanya, tetapi tidak tertidur. Tangannya masih memegang buku bersampul hitam, bertuliskan ''batu permata''. Kening berkerut, tampaknya sedang memikirkan sesuatu yang &lt;br /&gt;sangat berat. &lt;br /&gt;   ''Aku berpikir. Engkau tak akan memperoleh batu itu''. Umar memecahkan kesunyian ruangan yang kedap suara. Di dindinginya tergantung gambar seorang proklamator Indonesia, Bung Karno lagi berorator. &lt;br /&gt;   Ramli terperangah. Dia meraba tangannya. Terasa dingin sekali. Telinganya bagaikan pekak, tak terdengar apa yang diungkapkan Umar selanjutnya. Pikirannya menerawang menembus plafon gedung &lt;br /&gt;berlantai 12 itu.  &lt;br /&gt;   Di awang-awang, dia bagaikan melihat lelaki tua yang pernah dia jumpai lima tahun lalu. Lelaki ubanan menawarkan sebutir batu berwarna hitam. Katanya kecubung hitam, seharga dua puluh lima ribu rupiah. Tidak percaya. Saat itu Ramli benar-benar tidak percaya tentang batu.&lt;br /&gt;  Syirik. Pamalik, kalau percaya tentang batu. Dalam ajaran Islam pun melarang umatnya percaya dengan batu-batuan. Apalagi sampai menyembah batu, hukumnya dosa besar. &lt;br /&gt;   Begitu juga Ramli. Berbekal ilmu agama yang pernah dia peroleh di sekolah madrasyah waktu kecil-kecil dulu, maka dia menolak membeli batu berwarna hitam. ''Jangan-jangan ini batu petir, atau pun batu kali yang bapak asah.'' Ramli berkata kepada si tukang batu saat itu. &lt;br /&gt;  ''Tidak nak. Ini benar-benar batu kecubung hitam. Bapak menjualnya karena hendak pulang ke Kalimantan Selatan. Tempat lahir bapak. Kecubung ini banyak faedahnya, kalau anak memakainya.'' si tukang batu itu menawarkan kepada Ramli. &lt;br /&gt;  ''Maaf Pak! Saya tidak percaya pada batu. Saya percaya pada Tuhan!'' Ramli berlalu, menembus debu-debu jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;   ''Bagaimana Ram! apakah engkau akan mengakhiri pertualangan mencari si tukang baru, yang pernah engkau ceritakan padaku,'' kata Umar, menyentak hayalan Ramli. &lt;br /&gt;   ''Belum. Aku akan terus menyuruh sungai-sungai mencarinya. Jika perlu aku pergi ke Kalimantan Selatan, menyusuri Sungai Barito, menemukan batu kecubung hitam,'' kata Ramli. &lt;br /&gt;  ''Kapan engkau berangat?''&lt;br /&gt;  ''Secepatnya. Jika perlu besok aku sudah terbang ke Kalimantan &lt;br /&gt;Selatan,'' Ramli masih bersiteguh untuk tetap memperoleh batu itu. &lt;br /&gt;  ''Baiklah. Ini tiket pesawat Garuda pulang-pergi. Semoga engkau sukses dalam 'perburuan' di kota Indonesia bagian tengah,'' ungkap Umar Pandegerot sambil menyerahkan empat lembar tiket Garuda kepada Ramli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat Garuda menderu meninggalkan bisingnya kota Pekanbaru. Ramli yang berada di dalamnya hampir-hampir tak mendengar lagi apapun, selain bising deru mesin 'si burung besi itu' meraung-ruang ke langit jingga. &lt;br /&gt;   Wajahnya terbesit kecemasan mendalam. Mengenang tentang tragedi jatuhnya burung-burung besi, seperti yang terjadi di Pulau Jawa, maupun di Pekanbaru sendiri. ''Aku berserah diri kepada mu Ya Allah.'' Doa Ramli dalam hati. &lt;br /&gt;   Si cantik sang pramugari yang menyuguhkan makanan, membuat waktu tak begitu terasa satu jam dua puluh menit, pesawat terbang di udara. Dan sebentar lagi, pesawat akan mendarat di Bandara Cengkareng, Jakarta. &lt;br /&gt;  Transit di Ibukota Jakarta, Ramli meneruskan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang menghabiskan waktu satu jam dua puluh enam menit dengan pesawat Garuda. ''Moga aku mendapatkan batu kecubung hitam itu''. Ramli berkata pada dirinya. &lt;br /&gt;   Singkat cerita. Ramli sudah menapakan kakinya di kota Banjar. Kota dikenal dengan hasil hutannya yang dikelola oleh Bob Hasan. Kota yang pernah gagal dalam proyek pemetakan sawah pada era rezim Soeharto memimpin, untuk swasembada beras di Indonesia.&lt;br /&gt;   Ramli bengong. Di Hotel Mentari yang terletak di tengah-tengah kota, membuat matanya tak bisa katup, seperti bunga-bunga di taman. Lalu lalang perempuan malam yang menjajakan tubuhnya. Hentakan keras musik diskotek di lantai enam, membuat matanya tambah tak bisa terpejam. &lt;br /&gt;   Di kamar tidur, kegelisahan terus menghantui dirinya. Bolak-balik di kasur empuk seperti orang yang ingin mematangkan ikan. Suhu badannya terasa panas, walaupun ruangan sudah disediakan mesin pendingin.&lt;br /&gt;   ''Besok. Ya, besok aku mulai mencari, apa yang diinginkan oleh Umar.'' Ramli menatap langit-langit kamar hotel, bagaikan menatap sebutir batu kecubung hitam. Matanya sudah semakin sayu, lunglai, lalu terkatup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;   Ramli tersentak. Bias warna merah, yang terpancar dari celah gorden sedikit tersingkap di kamar itu, mengelus bola matanya berwarna merah. Warna merah itu juga menggoyangkan tubuhnya, untuk segera melanjutkan perburuan. Siap. Ramli sudah siap. &lt;br /&gt;   Dengan menyewa taksi hotel, Ramli meneruskan perjalanan sejauh 60 kilometer dari kota Banjarmasin, terletak di bagian Barat. Kota tersebut bernama Martapura, salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. &lt;br /&gt;   Siapa yang tak kenal dengan Martapura, yang dijuluki kota berintan. Setiap orang datang pasti menyempatkan diri ke kota ini, untuk membeli-beli batu permata, seperti batu akik, virus, merah delima, zambrud, yakup kuning, berlian, intan, kecubung, blue sapir, rugby dan segala macam jenis perbatuan.&lt;br /&gt;  ''Pian (kamu, red) hendak mencari batu apa?.'' Supir taksi bertanya kepada Ramli dengan sedikit logat banjar, setelah sampai di Pasar Niaga Baru, Martapura Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;   ''Aku ingin mencari batu kecubung hitam,'' ungkap Ramli bersemangat. &lt;br /&gt;   ''Itukah..! kenapa mencari batu kecubung hitam. Padahal, kalau orang datang ke sini pasti mencari batu Zambrud, Rugby, Yakup Kuning, Intan, Berlian. Kenapa pian mencari batu kecubung. Itu kan batu murahan,'' kata supir taksi. &lt;br /&gt;   ''Bukan untuk saya. Tetapi untuk teman saya. Dia ingin sekali mencari batu kecubung hitam itu,'' jawab Ramli. Padahal Umar orang kaya, kenapa tidak membeli batu Zambrud yang mahal harganya. Dan kalau dipakai pasti menambah kewibawaan. &lt;br /&gt;   Ramli berputar-putar dari toko satu ke toko yang lain. Namun, batu yang dia cari belum juga dapat. Keputusasaan, mulai merona di wajahnya yang agak gelap. Ramli kembali teringat wajah si tukang batu lima tahun lalu yang pernah dia jumpai di emperan jalan, menawarkan sebutir batu.     ð 7   3                     &lt;br /&gt;Š   ''Mencari batu nak!'' tegur seorang pria separoh baya, di sebuah kios kecil diujung komplek kios-kios yang menjual perbatu an.&lt;br /&gt;   Ramli tersentak. Wajah lelaki di depannya itu memecahkan bongkohan batu karang di hatinya. Wajah lelaki berkopiah hitam itu, menghalau ketakutan akan ketidakberhasilnya mendapatkan batu kecubung hitam. ''Terimakasih Tuhan.'' kata Ramli. &lt;br /&gt;   ''Saya ingin melihat batu kecubung hitam.'' Ramli terus memandang pria itu. Dari sorot matanya, mengingatkan kembali akan wajah pak tua yang pernah menawarkan batu kepada Ramli. &lt;br /&gt;   Bergegas si penjual batu mengeluarkan empat butir batu berwarna hitam. Persis yang pernah ditawarkan kepada Ramli lima tahun silam. &lt;br /&gt;   ''Pak! apa manfaat batu ini? Ramli bertanya.&lt;br /&gt;   ''Orang bilang, siapa yang memakai batu akan menjadi berwibawa. Sebab, batu ini akan memberikan kharisma kepada si pemakainya.''&lt;br /&gt;    ''Namun nak''. &lt;br /&gt;    ''Kita ini orang Islam, orang beragama, tak boleh percaya dengan batu-batuan, hukumnya sirik, dosa besar. Dan Allah murka kepada orang yang memuja batu.'' kata si penjual batu itu.&lt;br /&gt;   Ramli tersentak. Kata-kata seperti itu pernah dia lontarkan kepada si penjual batu lima tahun silam. Dan kata-kata itu justeru dia tuai kembali. Siapa menabur angin, dialah yang akan menuai badai. Begitulah ungkapan Bung Karno. Dan ini terjadi pada Ramli.&lt;br /&gt;   ''Benar Pak. Kita tak boleh percaya pada batu. Namun demikian, saya tetap akan membeli batu itu, berapa harganya Pak?'' tanya Ramli.&lt;br /&gt;   ''Untuk anak saya jual seratus ribu rupiah per butirnya. Itu sudah murah. Batu ini sulit memperolehnya, kalau tidak pandai mendulang,'' kata si penjual batu itu. &lt;br /&gt;   ''Baiklah Pak. Saya akan beli empat butir batu itu. Tapi saya ingin menanyakan sesuatu?'' ungkap Ramli.&lt;br /&gt;   ''Pian mau tanya apa?''&lt;br /&gt;   ''Apakah bapak pernah pergi ke Riau?''&lt;br /&gt;   ''Riau! tidak saya tidak pernah pergi ke Riau. Memangnya kenapa nak.''&lt;br /&gt;   ''Ah..! tidak apa-apa''. Ramli menjawab terbata-bata. &lt;br /&gt;   Setelah mendapatkan empat butir batu kecubung hitam, Ramli langsung menelepon Umar. &lt;br /&gt;   ''Saya sudah mendapatkan batu kecubung hitam itu,'' kata Ramli. &lt;br /&gt;   ''Oh ya.. baguslah!. Tapi, saya juga sudah memperoleh batu kecubung hitam itu dari seorang pak tua si penjual batu. Harganya murah, hanya dua puluh lima ribu per butirnya. Tapi, tak apalah, cepatlah engkau pulang ke Pekanbaru, biar batunya bisa aku beri kepada teman-teman,'' kata Umar.&lt;br /&gt;   Tersentak. Kaget, seluruh badannya lemas mendengar kata-kata seorang pak tua si penjual batu. &lt;br /&gt;   ''Ya..! saya akan pulang besok.'' tak sadar, gagang telepon terlepas dari tangan Ramli. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-2549478654101301432?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/2549478654101301432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=2549478654101301432&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2549478654101301432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2549478654101301432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/kecubung-hitam.html' title='Kecubung Hitam'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-694408086465645811</id><published>2008-03-02T21:03:00.000-08:00</published><updated>2008-04-14T06:36:17.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Pena dan Pengadilan</title><content type='html'>Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   DI halaman depan harian Metropolis tentang kasus koruptor seorang pejabat pemerintahan daerah, ditulis tuntas dari atas sampai ke bawah oleh wartawan senior di bidang kriminalitas bernama Kenedy.   Wartawan veteran yang melalang buana dari satu media ke media lain, telah meliput berbagai berita kriminalitas di tanah air. Tak mengherankan, jika Kenedy dijuluki hunter crime oleh kalangan wartawan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berperawakan pendek dan gempal ini, memiliki nama asli Ahmad Fikram. Tapi, entah mengapa dia senang dipanggil Kenedy atau lebih singkat lagi Mr Ken (mungkin karena kode beritanya KEN). Atau memang, dia fanatisme dengan Presiden Amerika Serikat John F Kenedy. Atau Entahlah...!   Mr Ken memiliki beberapa orang pacar. Mulai dari wanita malam (wanita tuna susila). Janda kembang, bahkan kalangan selebritis pun dia pacari. Begitulah kehebatan Ken terhadap sekujur tubuh wanita. Tak mengherankan, di mana tempat dia bertugas, Mr Ken selalu memiliki pacar.&lt;br /&gt;   Padahal. Kalau melihat tampangnya biasa-biasa saja. Pendidikannya hanya tamatan SLTA, itu pun sekolah swasta. Tapi, entah mengapa, dia begitu istimewa di hadapan wanita-wanitanya. Apalagi berkencan. Ken, selalu diacungkan jempol. Jago, wanita. &lt;br /&gt;   Mr Ken, punya motto kehidupan. ''Kejahatan adalah bagian daripada kehidupan''. Tak heranlah, ratusan pelacur kota metropolis seperti Jakarta ini, kenal dengan Mr Ken. Bandar narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba), sindikat perdagangan wanita, sudah biasa dengan Ken. Pub-pub, karoeke, diskotek, menjadi teman hidupnya.&lt;br /&gt;   Wartawan yang pernah meliput ketika meletus perang Irak-Iran ini, dikenali menyimpan ratusan data kejahatan di kota Metropolitan. Terutama kasus narkoba, perdagangan wanita, maupun sindikat pencurian kendaraan roda empat. Buku harian Ken yang hanya boleh tahu dirinya sendiri tersimpan nama-nama sindikat obat terlarang, perdangan wanita, pencurian kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;   Jika kepolisian menangkap agen-agen narkoba, Ken lebih dahulu mendapatkan informasi. Karena dia lebih cekatan di lapangan, jika dibandingkan dengan polisi. Apalagi, kalau polisi itu sudah veteran. Tak sedikit pun cacat, dibadannya tiap meliputi kasus kejahatan. Tapi, akibat goresan tinta hitam Ken, membuat polisi runsing tak kepalang tanggung. &lt;br /&gt;   Sebab, ketika polisi akan mengembangkan kejahatan, Mr Ken lebih dahulu menguraikan dalam korannya, siapa-siapa saja sindikat perdagangan obat maupun wanita. Dia menulis tuntas, kasus tersebut. Sehingga polisi harus kerja ekstra untuk menangkap bandar-bandar yang telah lari akibat tulisan Ken. ''Ini tugas jurnalistik Pak Polisi. Jangan saya dihalang-halangi..!'' ungkap Ken suatu ketika kepada polisi yang menyuruhnya agar tidak menulis begitu tuntas. &lt;br /&gt;   Dampak dari sikapnya pasti ada. Ketika memasuki tiap kantor polisi di kota ini, sudah terpampang tulisan warna merah, ''Stop Mr Ken''. Artinya, kaki Mr Ken diharamkan untuk menginjakan di kantor pelayanan masyarakat. Tapi, bagi Ken itu tidak masalah. &lt;br /&gt;Kenapa! Prinsip Ken, kejahatan adalah bagian dari hidupnya. Selagi dia hidup, maka dia bisa menulis tentang kejahatan. Jika tidak ada polisi, masih ada sumber di lapangan. Itulah tegas dan tangguhnya Ken.   Ketika perampokan terjadi, Ken sudah mengetahui, siapa yang melakukannya. Siapa korban dan dari sindikat mana yang melakukan perampokan. Sementara polisi, ketika ditanya wartawan lain, selalu menjawab masih dalam penyelidikan. ''Itu bahasa konyol!'' lengking Ken. &lt;br /&gt;   Sehingga, dalam pemberitaan Ken, tidak pernah menuliskan nama seorang polisi untuk mendapatkan konfirmasi. Dia hanya menuliskan data lapangan dan sumber korban. ''Untuk apa polisi, kita sudah melihat kejadian di depan mata kepala sendiri,'' katanya. Karena akurasi data lapangan, tulisannya selalu menjadi bahan perbincangan tiap polisi melakukan gelar operasional (GO) di depan para staff. Guntingan koran Ken menjadi acuan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;   MR KEN, si wartawan yang memiliki tiga orang istri dalam satu kota ini benar-benar memegang teguh yang namanya sumber berita ataupun off the record. Biar pun sampai ke tiang gantungan. Ataupun kepalanya didor dengan timah panas, dia tetap mempertahankan sumbernya. Dalam halnya kasus koruptor pejabat daerah. &lt;br /&gt;   ''Saudara Ahmad Fikram alias Mr Ken...! siapa sumber Anda, sehingga Anda begitu berani menurunkan tulisan tentang koruptor pejabat daerah,'' tanya hakim Marsudi SH kepadanya. &lt;br /&gt;   ''Maaf Pak Hakim...! Saya rasa bapak tahu kode etik jurnalistik, bahwa sumber itu tidak boleh saya katakan, walaupun saya berhadapan dengan hakim sendiri,'' jawab Ken.   ''Baik..! Saudara Ken, darimana Anda mendapatkan data koruptor ini?'' tanya hakim lagi.&lt;br /&gt;   ''Sudah saya katakan Pak Hakim. Dan Anda tentu tidak buta huruf untuk membaca tulisan dalam koran itu. Data kasus koruptor itu saya peroleh dari seorang sumber yang kuat dan akurat. Sekali lagi saya tegaskan, saya masih tetap mempertahankan siapa sumber saya itu,'' jawab Ken sambil memperlihat tulisan di korannya. &lt;br /&gt;   ''Baik...! Anda memang seorang wartawan sejati, berani mempertahankan sumber, walaupun Anda harus dituntut miliaran rupiah atau pun di penjara,''    ''Terimakasih Pak hakim, Anda telah memuji saya. Tapi pujian itu tidak berarti bagi saya,'' ketus Ken bersahaja. &lt;br /&gt;   ''Sampai hari ini sudah delapan kali Anda bersaksi di pengadilan ini, dan Anda merupakan saksi kesembilan dan saksi kunci dalam kasus ini. Tapi, Anda masih bersikukuh mempertahankan sumber Anda,'' jelas hakim.&lt;br /&gt;   ''Hari ini, Anda tidak hanya sebagai saksi, tetapi terdakwa, sesuai dengan tuntutan pejabat pemerintah daerah, bahwa Anda telah mencemarkan nama baik pejabat. Baiklah, sidang kami tunda dua hari lagi untuk mendengarkan vonis,'' kata ketua hakim, dan ''tuk.. tuk.. tuk,'' hakim mengetuk palu tiga kali pertanda sidang ditutup.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;   MENJELANG dua hari sidang terakhir untuk saksi kesembilan Mr Ken, bahkan menjadi terdakwa kasus pencemaran nama baik, koran-  &lt;br /&gt; terus menulis berita, biodata Ken, keteguhan hati dan tanggungjawab Mr Ken. Biasanya, Ken menulis berita kriminalitas, sekarang justru Ken yang ditulis dalam kasus kriminalitas. &lt;br /&gt;   ''Saudara hadirin...! Sidang saksi kesembilan atas nama Mr Ken, kasus koruptor pejabat daerah, hari ini kami buka,'' kata hakim. ''Tuk... tuk... tuk,'' hakim mengetuk palu tiga kali, &lt;br /&gt;pertanda sidang dimulai.    ''Apa Anda sehat hari ini Mr Ken?'' tanya hakim.   ''Saya tidak pernah sakit Pak Hakim,'' jawab hakim. Sidang ramai dikunjungi orang maupun wartawan, langsung mendapat aplus. ''Pukkk... pukkk...puk...'' tepuk tangan pengunjung.    ''Setelah melalui persidangan dan beberapa kali tuntutan, maka hari ini majelis hakim akan membacakan vonis Anda. Apakah Anda sudah siap mendengarkan vonis?'' tanya majelis hakim.   ''Saya katakan sudah siap, tanpa dipengaruhi siapa pun,'' jawab Ken.    ''Baiklah. Setelah melalui persidangan beberapa kali dan mendengarkan keterangan beberapa saksi dalam kasus ini, maka Anda telah menghina dan mencemarkan nama baik. Anda telah melanggar KUHP Pasal 310,''    ''Bunyi Pasal 310,'' jelas hakim. ''Barangsiapa dengan sengaja menyerang, kehormatan atau nama baik orang dengan jalan menuduh dia melakukan suatu perbuatan dengan maksud yang nyata untuk menyiarkan tuduh itu supaya diketahui umum, karena bersalah menista orang, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya sembilan &lt;br /&gt;bulan atau denda sebanyak-banyaknya empar ribu lima ratus rupiah. Apakah Anda menerima keputusan ini?'' tanya hakim.   ''Saya tidak menerima keputusan itu Pak Hakim. Saya atas nama pribadi dan tidak didampingi pengacara, saya melakukan pembelaan,'' jawab Ken.   ''Silakan Anda melakukan pembelaan,'' kata hakim.   ''Dari awal sidang sudah hendak saya katakan, tapi selalu tidak diberi kesempatan, karena saya terus dicerca berbagai pertanyaan. Sebenarnya, kenapa tertuduh dalam kasus korupsi ini tidak membuat hak jawab. Kalau tidak melakukan penggelapan dana proyek, silakan membantah akan saya buat, sepanjang yang saya tulis dan letaknya sama,''    ''Penawaran hak jawab itu sudah saya sampaikan kepada tertuduh. Tapi, meraka tidak mau. Mereka ingin pembuktian kebenaran itu di pengadilan. Jadi, pembelaan saya adalah, silakan tertuduh membuat hak jawab,'' jelas Mr Ken.   Mendengar penjelasan Mr Ken, tersentaklah majelis hakim. Mereka bolak-balik berkas berita acara pemeriksaan memang benar. Tak satupun berkas menguraikan tentang hak jawab. Pembelaan tertuduh.    ''Baiklah..! sidang kami skor 15 menit. Hakim mau bersidang,'' kata hakim. Pengunjung kagum, atas keberanian dan ketenangan si pemburu berita ini. Ada yang mendekati Ken, dan memberikan salam. Ken tenang-tenang saja.    Setelah lima belas menit hakim berdiskusi, maka sidang pun dibuka kembali terbuka untuk umum.    ''Sidang kami buka kembali!'' kata hakim. ''Tuk...Tuk.. Tuk''   ''Setelah mendengar pembelaan saksi sekaligus menjadi terdakwa dalam Pasal 310, maka majelis hakim memutuskan...!'' hakim terhenti sejenak. Pengunjung diam. Ruangan sidang menjadi sepi dan senyam. Detak-detak jantung pengunjung seakan-akan terdengar, apa keputusan hakim.   ''Hakim memutuskan...! vonis untuk saudara Ken dicabut. Kami beri kesempatan kepada tertuduh memberi hak jawab kepada koran Mr Ken,'' kata hakim. ''Tuk...tuk..tuk,''   Bagaikan hendak runtuh ruangan sidang pengadilan kota metropolis. Pengunjung bersorak-sorai memberi tepuk tangan. Ada yang berteriak hidup Mr Ken...! ada juga berteriak. Hidup Pak Hakim....!.   Ken meneteskan air mata. Dia sedih, bukan karena bisa lepas dari jerat hukum. Tapi dia sadar, bahwa tidak enak menjadi seorang terdakwa ataupun penjahat. Meskipun prinsif hidupnya, kejahatan adalah bagian dari hidupnya. ***&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-694408086465645811?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/694408086465645811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=694408086465645811&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/694408086465645811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/694408086465645811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/pena-dan-pengadilan.html' title='Pena dan Pengadilan'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-658847036742417460</id><published>2008-03-02T20:30:00.002-08:00</published><updated>2008-04-14T06:37:25.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Uka-uka Ramadan</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; USAI salat terawih, Cik Amat langsung menyetel televisi 14 inchi, sambil menunggu Cik Minah, sang istri yang telah menemaninya selama 30 tahun, membuatkan secangkir kopi manis, dan kue-mueh, merupakan menu santapan Cik Amat, usai salat terawih. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit televisi dihidupkan, Cik Amat langsung tertawa terbahak-bahak. Cik Minah yang tengah mengucau air kopi di dapur terperanjat mendengar suara Cik Amat yang kedengarannya girang. Dan, beberapa menit kemudian, Cik Minah pun muncul dari pintu dapur. &lt;br /&gt; ‘’Ade ape bang?’’ tanya Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Tak adelah,’’ sahut Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Kalau tak ade ape-ape, kenapa pulak tak ade angin, tak ade hujan abang tertawa terbahak-bahak, macam suara setan saje,’’ ujar Cik Minah lagi. ‘’Ni kopinya bang, raselah manis-tidaknya. Maklumlah tekak saye payau,’’ kata Cik Minah, langsung menyorong kopi dan sepiring kecil kue.&lt;br /&gt; Beberapa menit kemudian, Cik Amat kembali tertawa terbahak-bahak, bahkan suaranya semakin keras. Selidiki punya selidik ternyata, penyebab tertawa Cik Amat adalah melihat salah satu program yang tayangan televisi swasta nasional. &lt;br /&gt;Program yang ditayangkan adalah mencari hantu. Siapa yang mendapatkan atau menemukan hantu dalam tempo beberapa jam, akan diberi uang satu juta rupiah. Pesertanya seorang pemuda yang terkenal sakti dalam mencari dunia lain tersebut. &lt;br /&gt; ‘’Ape yang membuat abang tertawa tu. Ape ade yang lucu?’’ Cik Minah keluar kamar langsung mendekati suaminya.&lt;br /&gt; ‘’Cube engkau tengok Minah.’’&lt;br /&gt; ‘’Tengok abang?’’&lt;br /&gt; ‘’Tengok tv-lah’’.&lt;br /&gt; ‘’Biase saje! Ade budak duduk di bawah pohon besar pada malam hari,’’ kata Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Itulah yang menyebabkan aku tertawa,’’ kata Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Memangnya kenapa?’’ tanya Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Ape budak tu tak beriman, tidak menimba ilmu agama Islam, bahwa pada bulan Ramadan ini tidak ada yang namenya hantu, tidak ade yang nama setan. Sebab, selama bulan Ramadan, semua hantu dan setan sudah diikat oleh Allah, sehingga tidak bisa mengganggu manusia. Jadi kalau setan sudah diikat macam mane nak mencari uka-uka. Sampai berjam-jam pun tak ketemu,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Iye bang, memang bodoh orang ini. Dan kite yang nonton pun ikut bodoh,’’ singgung Cik Minah. Mendengar perkata Cik Minah, muke Cik Amat langsung berubah merah-merona.&lt;br /&gt; ‘’Nyinggung. Iyelah aku tak nonton itu lagi. Tengok sajelah lagu dangdut tu,’’ kata Cik Amat, langsung menyerahkan remote tv kepada bininya. *** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-658847036742417460?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/658847036742417460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=658847036742417460&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/658847036742417460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/658847036742417460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/uka-uka-ramadan.html' title='Uka-uka Ramadan'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7807786930124386555</id><published>2008-03-02T20:30:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:30:40.145-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Uhuk..! Uhuk..!  Siang Hari</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; KOHENG  lari tunggang-langgang menuju rumah Cik Amat, yang berjarak 200 meter dari rumahnya. Nafasnya terengah-engah, menahan sesak. Maklumlah, lari siang hari pada bulan Ramadan ini, alangkah hausnya tenggorokan. Tetapi, demi meningkatkan amal ibadah, rasa haus dahaga tersebut ditahan Koheng. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Assalamu’alaikum..!’’ suara Koheng tersendat-sendat memberi salam kepada Cik Amat.  &lt;br /&gt; Pada saat itu, Cik Amat yang lagi berlepak di lantai, menonton siaran malay, terperanjat dibuatnya. Orangtua ini duduk, dan memang ke arah pintu, datangnya suara tersebut. &lt;br /&gt;‘’Wa’alaikumsalam..! Engkau rupenya Koheng. Ade ape, datang macam orang dikejar setan saje. Siang-siang sudah merathon, ape tidak puase?!’’ tutur Cik Amat kepada Koheng, yang kelihatan pucat.&lt;br /&gt;‘’Boleh saye masuk Pak Cik?’’ tanya Koheng.&lt;br /&gt;‘’Eeh.. sile..! sile,’’ kata Cik Amat, mempersilakan Koheng masuk rumahnya dan duduk berselimput di depan TV.&lt;br /&gt;‘’Ade ape Koheng, macam orang ketakutan saje?’’ tanya Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Anu Pak Cik, saye nak tanye dikit,’’ ungkap Koheng.&lt;br /&gt;‘’Ape ade hal yang mustahak?!’’ tanya Cik Amat lagi.&lt;br /&gt;‘’Ade Pak Cik.’’&lt;br /&gt;‘’Tentang ape?. Apakah tentang Cik Minah yang mengambil barang di rumah engkau dan tidak membayarnya. Atau ada perihal lainnya?’’ Cik Amat semakin penasaran melihat Koheng, yang baru saja memeluk agama Islam. &lt;br /&gt;‘’Begini Pak Cik. Saya balu saja melakukan Uhuk..! uhuk..! pada siang hali. Apakah itu membatal puasa, atau berdosa?’’ Koheng mulai, sementara nafasnya yang terengah-engah perlahan-lahan menghilang. &lt;br /&gt;‘’Ape!’’ Cik Amat terperanjat mendengar penuturan Koheng. ‘’Ape engkau melakukan…! Uhuk.. Uhuk.. pada siang hari dengan istri kamu?. Ape tidak bisa ditahan pada malam hari saja?’’ kata Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Itulah Pak Cik. Dan bukan same istri saye,’’ ungkap Koheng lagi. &lt;br /&gt;‘’Melakukan uhuk.. uhuk pada siang hari bulan Ramadan, engkau harus mengganti puasa selama dua bulan berturut-turut,’’ jelas Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Tapi Pak Cik’’.&lt;br /&gt;‘’Tapi apa lagi. Engkau harus mengganti puasa selama dua bulan’’.&lt;br /&gt;‘’Maksudnya, saya melakukan uhuk.. uhuk.. itu hanya dalam mimpi, tetapi..! saya malu menceritakannya,’’ Koheng membuka tabir perselingkuhannya.&lt;br /&gt;‘’Oh.. ! engkau hanya mimpi dan ke…! Tak ape-ape, engkau mandi junub saya setelah itu lanjutkan saje puasanya, sebab tidak batal,’’ tutur Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Tidak batal. Alhamdulillah. Saye pulang dulu ye Pak Cik,’’ ujar Koheng gembira, yang langsung meninggalkan Cik Amat. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7807786930124386555?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7807786930124386555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7807786930124386555&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7807786930124386555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7807786930124386555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/uhuk-uhuk-siang-hari.html' title='Uhuk..! Uhuk..!  Siang Hari'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-4608302907092841566</id><published>2008-03-02T20:28:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:28:32.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>THR Tepung   dan Mentega</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; CIK Amat kelihatan sedih, setelah mendapatkan Tunjangan Hari Raya [THR] dari kantornya. THR yang terbungkus dalam kantong plastik warna merah, hanya berisikan satu kilogram mentega, dan dua kilogram tepung terigu.&lt;br /&gt; ‘’Macam mane-lah lebaran tahun mau bersuka-ria, kalau di rumah kite setiap tahunnya berisikan kue bangkit, dan kue bahulu model bunga-bunga. Tak pernahnya bini membuat kue yang lebih enak dikit,’’ ungkap Leman, teman sekantor Cik Amat. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Iye bang Leman. Saya tak pernah mengambil THR dari kantor. Habis cume tepung dari mentega,’’ timpal Udin Bengkalis.&lt;br /&gt; ‘’Betul,’’ ujar Ahyar Tarempa yang baru sembuh dari sakit. &lt;br /&gt;‘’Tak pernahlah THR kita ini berubah dari tahun ke tahun. Tepung, mentega. Kalau die menjadi Lurah, maka ditambah gula satu kilo. Kalau die menjadi Pak Camat, ditambah sirup dua botol. Nah, kalau die menjabat kepala dinas, maka ade tepung terigu, mentega, sirup, gula, dan ditambah dua kaleng susu cap nona. Saye, dapat THR itu langsung saye bagikan kepada tetangga,’’ cerita Ahyar Terempa, juga kelihatan sedih.  &lt;br /&gt; Cik Amat berdiam diri saja, mendengarkan keluh kesah teman-temannya tentang THR seorang pegawai negeri sipil. Hati Cik Amat semakin miris mendengar itu itu, karena bininya tak pernah bisa-bisa membuat kue lapis susu delapan belas jam, atau pudding telur, atau kue-kue sedap-sedap lain yang dia pelajari dari ibu-ibu PKK.&lt;br /&gt; ‘’Seharusnya Din,’’ kata Ahyar Tarempa lagi. ‘’Seharusnya Pak Camat, Kepala Dinas tidak perlu lagi mendapatkan THR seperti itu, karena mereka banyak mendapatkan parcel dari teman-teman sejawatnya. Yang harus mendapatkan THR tepung, mentega, susu, sirup, gula, pegawai rendahan seperti kita ini,’’ terang Ahyar.&lt;br /&gt; ‘’Betul!’’ seru Leman.&lt;br /&gt; ‘’Aok..!’’ sahut Udin Bengkalis.&lt;br /&gt; ‘’Bagaimana kalau kite menulis surat,’’ kata Leman.&lt;br /&gt; ‘’Surat kepada siapa?’’ tanya Udin.&lt;br /&gt; ‘’Menulis surat ke walikota. Khan di koran ade dituliskan,  ‘Warga bertanya, Bang Nyat menjawab’ jadi, walikota menjawab semua pertanyaan kita,’’ terang Leman.&lt;br /&gt; ‘’Betul jugak cakap awak tu Man,’’ timpal Udin lagi. ‘’Mari kite bertanya kepada Pak Wali, kenapa pegawai negeri sipil rendahan seperti kite-kite ini hanya mendapatkan THR tepung terigu dan mentega. Nak, buat lempeng pada lebaran nanti,’’ ungkap Ahyar.&lt;br /&gt; ‘’Iye, masak pegawai swasta mendapatkan THR satu sampai dua bulan gaji. Ayolah kite buat sekarang, sebelum lebaran tiba,’’ timpal Leman.&lt;br /&gt; ‘’Tak usahlah kite nak macam-macam. Memang beginilah nasib pegawai negeri. Kalau tak mau tepung dan mentega, jangan menjadi pegawai negeri. Kenape kalian berebut-rebut menjadi pegawai negeri dulu, nyogok pulak. Sekarang merepet-repet. Sudahlah, kerja kite lagi,’’ terang Cik Amat. Udin, Leman dan Ahyar Tarempa, tediam mendengarkannya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-4608302907092841566?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/4608302907092841566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=4608302907092841566&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4608302907092841566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4608302907092841566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/thr-tepung-dan-mentega.html' title='THR Tepung   dan Mentega'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6791068261520982857</id><published>2008-03-02T20:27:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:27:56.573-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Telan Obat Pakai Roti (3)</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; UDIN dan Cik Amat pergi ke apotek, membeli beberapa butir Pil Kina untuk obat Ayar. Sesampai di rumah, Cik Amat dan Udin melihat Ahyar tengah lagi duduk berselimput menghadap kaca jendela, percis apa yang diceritakan Udin kepada Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Betulkan  yang saye ceritakan Pak Cik,’’ bisik Udin kepada Cik Amat, yang disambut dengan anggukan, tanda membenarkan. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Yar!’’ tegur Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Oh..! Iye Pak Cik.’’&lt;br /&gt; ‘’Sakit Yar?’’&lt;br /&gt; ‘’Itulah Pak Cik.’’&lt;br /&gt; ‘’Nah, kami bawakan obat untuk engkau, biar cepat sembuh,’’ kata Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Obat ape Pak Cik?’’&lt;br /&gt; ‘’Pil Kina’’.&lt;br /&gt; ‘’Alamak..! pil itu pahit betullah Pak Cik. Dan itu untuk obat penyakit kure-kure?’’ ungkap Ahyar.&lt;br /&gt; ‘’Namanya jugak obat Yar, mane kan ade obat untuk orang yang berjanggut, berkumis dan berbulu ini yang manis-manis semuenya pahit. Yang manis itu obat budak kecik,’’ jelas Cik Amat, langsung menyorongkan beberapa butir Pil Kina.&lt;br /&gt; ‘’Amboi mak Din, ini pahitlah,’’ kata Ahyar lagi.&lt;br /&gt; ‘’Ya ampun mak..! semua obat ye’ pahitlah. Kalau tak ‘endak pahit, pergi suntik sane!’’ ungkap Udin.&lt;br /&gt; ‘’Kalau suntik, minta ampunlah saye. Ngeri menengok jarum tu dokter itu. Sebab, orang kampung saye ade meninggalkan karena jarum suntik patah dan tinggal di dalam daging. Beberapa hari kemudian meninggalkan. Biarlah saye makan obat saje. Pahir-pahitlah..! ujar Ahyar, langsung mengambil sebutir pil kina.&lt;br /&gt; ‘’Nah macam itulah,’’ kata Udin.&lt;br /&gt; ‘’Ape lagi, pedallah obat itu, jangan dibilik-bilik lagi,’’ tutur Cik Amat, karena Ahyar hanya memegang dan membolak-balik pil kina.&lt;br /&gt; ‘’Telanlah pakai air putih!’’ sergah Udin.&lt;br /&gt;Ahyar tak menggubrisnya. Obat tersebut masih genggamnya. Kebetulan ada roti kapas sisa sahur Udin. Nah, obat tersebut diletakkannya di atas roti kapas. Kemudian, obat dan roti dipentel-pentel, dipentel-pentel, hingga bulat. Itu pun tidak langsung dimakan. Melihat itu, Cik Amat dan Udin Bengkalis tertawa terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;‘’Engkau aku tengok macam atuk aku Yar. Telan obat pakai pisang rebus, biar tak terasa pahit. Karena engkau modern, telan obat pakai roti,’’ ejek Udin. Cik Amat pun hanya tersebut simpul saje. Sementara Ahyar, karena malu, dengan pejam mate, langsung menelen obat. Tetapi beberapa menit kemudian keluar lagi. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6791068261520982857?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6791068261520982857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6791068261520982857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6791068261520982857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6791068261520982857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/telan-obat-pakai-roti-3.html' title='Telan Obat Pakai Roti (3)'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6362798252131927795</id><published>2008-03-02T20:26:00.002-08:00</published><updated>2008-03-02T20:27:10.627-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Sebulan Alasan</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UDIN Pendek –kebetulan tinggi badannya hanya 90 centimeter sehingga digelar pendek—terkenal dengan laki-laki mempunyai banyak alasan. Sehingga, tak mengheranlah, jika dirinya banyak mendapat gelar. Udin Pendek, Udin Alasan, Udin Pisang –karena suka makan pisang-- dan segalam macam gelar. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pada bulan Ramadan tahun ini. Lagi-lagi Udin yang sehari-harinya mencari nafkah dengan membawa mobil buntut mencari penumpang keliling kota Batam, menebarkan pesona alasan. Sehingga hampir satu bulan penuh Ramadan, Udin tak pernah merasakan apa itu puasa. &lt;br /&gt;Hebatnya, agar orang percaya dengan alasannya tersebut, Bung Udin –begitulah orang memanggilnya-- selalu menunjukkan barang bukti, baik obat mapun resep dokter yang sudah kadaluarsa. &lt;br /&gt;‘’Kenapa engkau tak puasa Din?’’ tanya Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Anu.. Pak Cik, maag saye kambuh lagi. Dua hari ini teruk betul rasanya perut saye. Baru habis sahur, paginya sudah mulas dan muntah-muntah. Kata dokter saye tak boleh puase,’’ jelas Udin.&lt;br /&gt;‘’Pembengak tak awak tu Din,’’ kata Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Sumpah Lillah Pak Cik. Saye betul sakit maag, kalau tak percaya tengok ini, segumpal saye membawa obat sakit maag. Ada waisan, ada program, ada sanmaag, dan lain-lainnya Pak Cik,’’ ujar Udin sambil menujukkan bungkusan plastik berisi obat-obatan. &lt;br /&gt;‘’Oh sakit maag konon. Nah, tiga hari yang lalu engkau tak puase kenapa pulak?’’ tanya Cik Amat lagi.&lt;br /&gt;‘’Tiga hari yang lalu..!’’ Udin memutar otaknya untuk memcari alasan. ‘’Oh tiga hari yang lalu, saye sakit perut Pak Cik. Dekat sepuluh kali saye buang air di jamban. Dokter pun melarang berpuase, harus banyak-banyak minum orarit dan obat sakit perut,’’ katanya. &lt;br /&gt;‘’Kalau minggu lalu engkau tak puasa, kenapa pulak lagi?’’ Cik Amat mulai mencemeh. &lt;br /&gt;‘’Nah, kalau minggu lalu itu Pak Cik, itu betul-betul kesalahan saye.’’&lt;br /&gt;‘’Kenapa?’’&lt;br /&gt;‘’Tak bangun sahur..! padahal saye sudah menyiapkan gulai ikan sembilang. Daripada basi, langsung saje paginya saye embat.Besoknya Pak Cik, saye tak puase lagi, karena sakit gigi,’’ jelas Udin cengengesan. &lt;br /&gt;‘’Udin..! Udin..! patutlah engkau digelar Udin alasan. Kalau tak ade niat nak berpuase, jangan mencari sebab serta mencari alas an,’’ tutur Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Amboi Pak Cik, macam lagu Malaysia saje, mencari sebab serta mencari alas an. Sudahlah Pak Cik, tunggulah saye tue, baru puase siang malam, Senin dan Kamis,’’ kata Udin langsung pergi. Cik Amat hanya menggeleng-geleng kepala melihatnya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6362798252131927795?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6362798252131927795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6362798252131927795&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6362798252131927795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6362798252131927795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/sebulan-alasan_02.html' title='Sebulan Alasan'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-1146167606520151137</id><published>2008-03-02T20:26:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:26:31.567-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Sebulan Alasan</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UDIN Pendek –kebetulan tinggi badannya hanya 90 centimeter sehingga digelar pendek—terkenal dengan laki-laki mempunyai banyak alasan. Sehingga, tak mengheranlah, jika dirinya banyak mendapat gelar. Udin Pendek, Udin Alasan, Udin Pisang –karena suka makan pisang-- dan segalam macam gelar. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pada bulan Ramadan tahun ini. Lagi-lagi Udin yang sehari-harinya mencari nafkah dengan membawa mobil buntut mencari penumpang keliling kota Batam, menebarkan pesona alasan. Sehingga hampir satu bulan penuh Ramadan, Udin tak pernah merasakan apa itu puasa. &lt;br /&gt;Hebatnya, agar orang percaya dengan alasannya tersebut, Bung Udin –begitulah orang memanggilnya-- selalu menunjukkan barang bukti, baik obat mapun resep dokter yang sudah kadaluarsa. &lt;br /&gt;‘’Kenapa engkau tak puasa Din?’’ tanya Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Anu.. Pak Cik, maag saye kambuh lagi. Dua hari ini teruk betul rasanya perut saye. Baru habis sahur, paginya sudah mulas dan muntah-muntah. Kata dokter saye tak boleh puase,’’ jelas Udin.&lt;br /&gt;‘’Pembengak tak awak tu Din,’’ kata Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Sumpah Lillah Pak Cik. Saye betul sakit maag, kalau tak percaya tengok ini, segumpal saye membawa obat sakit maag. Ada waisan, ada program, ada sanmaag, dan lain-lainnya Pak Cik,’’ ujar Udin sambil menujukkan bungkusan plastik berisi obat-obatan. &lt;br /&gt;‘’Oh sakit maag konon. Nah, tiga hari yang lalu engkau tak puase kenapa pulak?’’ tanya Cik Amat lagi.&lt;br /&gt;‘’Tiga hari yang lalu..!’’ Udin memutar otaknya untuk memcari alasan. ‘’Oh tiga hari yang lalu, saye sakit perut Pak Cik. Dekat sepuluh kali saye buang air di jamban. Dokter pun melarang berpuase, harus banyak-banyak minum orarit dan obat sakit perut,’’ katanya. &lt;br /&gt;‘’Kalau minggu lalu engkau tak puasa, kenapa pulak lagi?’’ Cik Amat mulai mencemeh. &lt;br /&gt;‘’Nah, kalau minggu lalu itu Pak Cik, itu betul-betul kesalahan saye.’’&lt;br /&gt;‘’Kenapa?’’&lt;br /&gt;‘’Tak bangun sahur..! padahal saye sudah menyiapkan gulai ikan sembilang. Daripada basi, langsung saje paginya saye embat.Besoknya Pak Cik, saye tak puase lagi, karena sakit gigi,’’ jelas Udin cengengesan. &lt;br /&gt;‘’Udin..! Udin..! patutlah engkau digelar Udin alasan. Kalau tak ade niat nak berpuase, jangan mencari sebab serta mencari alas an,’’ tutur Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Amboi Pak Cik, macam lagu Malaysia saje, mencari sebab serta mencari alas an. Sudahlah Pak Cik, tunggulah saye tue, baru puase siang malam, Senin dan Kamis,’’ kata Udin langsung pergi. Cik Amat hanya menggeleng-geleng kepala melihatnya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-1146167606520151137?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/1146167606520151137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=1146167606520151137&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1146167606520151137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1146167606520151137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/sebulan-alasan.html' title='Sebulan Alasan'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6096861743095577374</id><published>2008-03-02T20:25:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:25:42.109-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Demam Vibrator (1)</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; AHYAR Tarempa beberapa hari ini tidak masuk kerja. Hal ini membuat Cik Amat runsing tak kepalang. Betapa tidak, semua pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh Ayar diperintahkan pak lurah harus ditangani oleh Cik Amat. Mulai dari mengurus surat masuk dan keluar, men-stempel, memberi nomor kartu keluarga, mengatar surat-menyurat, hingga menangani urusan lainnya, harus dilakukan oleh Cik Amat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebelumnya, pekerjaan itu dilakukan oleh Ahyat Tarempa tersebut. Namun apa boleh buat, karena kawan menderita sakit, pekerjaan itu iklas-tidak iklas, harus dikerjakan juga. &lt;br /&gt; ‘’Din, ape sakit Ahyar, kawan awak tu. Dah tiga hari tak baik-baik. Kate orang-orang zaman dahulu, kalau tige hari tak baik-baik berbahaya?’’ tanya Cik Amat kepada Udin Bengkalis, kawan satu rumah Ahyar.&lt;br /&gt; ‘’Entahlah Pak Cik. Saye pun tak mengerti ape penyakit yang idap budak Ahyar itu. Kalau pagi badannya panas. Siang-siang dikit, sejuk. Sekali-sekali menggigil, bergetar, macam demam vibrator, badannya begegar Pak Cik. Lepas itu haus, kepala pening, badan lemas, tidur pun dah payah,’’ cerita.  &lt;br /&gt; ‘’Amboi…! Amboi..! kalau mendengar cerita engkau tu Din, teruk sangat penyakit budak Ahyar tu. Cik..! Cik..! kasihan. Emak jauh, abah jauh, bini tak ade, jangan-jangan cewek pun tak ade. Kalau begitu memang teruk sangatlah Din?’’ kata Cik Amt penasaran. &lt;br /&gt; ‘’Itulah Pak Cik. Entah sakit ape pulak yang hidap budak Ahyar tu Kadang-kadang kasihan juga saya tengok. Nah pergi ke rumah sakit, duit tak ade pulak. Lain lagi kalau dah malam,’’ cerita Udin Bengkalis makin semangat.&lt;br /&gt; ‘’Nah, kalau malam macam mane pulak kejadiannya. Menggigilkah, vibrator kah, panas dingin atau ape?’’ Cik Amat semakin penasaran mendengar cerita Udin, tentang penyakit kawan sepekerjanya itu. &lt;br /&gt; ‘’Kalau malam Pak Cik.’’&lt;br /&gt; ‘’Iye, kalau malam macam mane?’’&lt;br /&gt; ‘’Kalau malam, die duduk berselimput di depan jendela rumah, memandang langit-langit yang hitam. Menung pun bukan sekejab, lame Pak Cik. Kadang-kadang sampai berjam-jam, tak tidur-tidur sampai pagi. Lepas itu baru tidur, itu pun sebentar,’’ jelas Udin.&lt;br /&gt; ‘’Waktu die menung-menung tu, apakah bercakap sendirian, atau tersengeh-sengeh sendirian?’’ Cik Amat terus bertanya. &lt;br /&gt; ‘’Karena dia menung sendirian, takut terjadi ape-ape, saya pun tidak bisa tidur. Paling-paling tidur-tidur ayam saje. Nah, saye tengok, saya dengar di keheningan malam itu, tidak pulak die bercakap sendirian, atau tersengeh-sengeh. Biase saje Pak Cik. Cuma mungkin niat hendak bermenung,’’ Udin Bengkalis mencerita semua perihal kawan satu kamarnya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6096861743095577374?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6096861743095577374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6096861743095577374&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6096861743095577374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6096861743095577374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/demam-vibrator-1.html' title='Demam Vibrator (1)'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-5182708312884916450</id><published>2008-03-02T20:23:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:23:52.956-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Rendam Kaki   Dalam Baskom</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMENJAK 17 hari bulan Ramadan, Cik Minah terus meningkatkan amal ibadahnya. Sembahyang teraweh yang biasanya 11 rakat, pulang ke rumah ditambah lagi, hingga menjadi 21 rakat. Bangun tengah malam langsung salat tahajud. Usai subuh, membaca Al Quran, dan sepenggal matahari pagi, Cik Minah ambil air wudhu langsung menjalankan salat Dhuha.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, salat sunat qabla dan ba’da setiap melaksanakan salat fardhu, tak tinggalkan. Zikir, menyebut asma Allah terus tingkatkan. Hal ini membuat Cik Amat terheran-heran, ada apa gerangan istrinya. Yang biasanya, Cik Minah itu kerjanya menjuyah ke sana- ke sini, tiba-tiba berubah perangai menjadi alim. &lt;br /&gt; ‘’Jangan si Minah mendapat mukjizat pulak, sehingga perilakunya berubah hingga tiga ratus enam puluh derajat,’’ gumam Cik Amat. &lt;br /&gt; Yang membuat Cik Amat terheran, setiap malam, Cik Minah selalu menyiapkan baskom berisi air. Kemudian, kakinya langsung direndam di dalam baskon itu, berjam-jam lamanya. Kakinya yang agak keriputan karena usia yang semakin renta, bertambah keriput karena terus direndam  di dalam air.&lt;br /&gt; Melihat tabiat istrinya seperti itu, membuat Cik Amat tak tahan ingin bertanya. Ada apakah gerangan. Atau memang Allah sudah membuka pintu hati istrinya itu, sehingga amal ibadah ditingkatkan. &lt;br /&gt; ‘’Minah, untuk apa baskom berisi air yang engkau taruk di dalam kamar. Kemudian, kenapa pulak kaki engkau direndam dalam baskom itu hingga berlama-lama. Nanti masuk angin pulak kaki engkau tu Minah?’’ tanya Cik Amat kepada bininya yang tengah mengaji kitab suci Al Quran.&lt;br /&gt; ‘’Tenang sajelah abang. Jangan mengganggu saya nak mengaji,’’ jawab Cik Minah bersahaja, tanpa menoleh suaminya. &lt;br /&gt; ‘’Jangan tenang-tenang Minah. Engkau itu kalau masuk angin, bukan main rhokah (cerewet, red), minta urutlah, kasih minyak cap kapaklah, semacam-macam,’’ kata Cik Amat. &lt;br /&gt; ‘’Hei bang. Inikan sudah 17 hari bulan Ramadan. Nah, mulai sekarang ini Allah menurunkan Lailatul Qadar,’’ terang Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Apa hubungan engkau merendamkan kaki dalam air, dengan malam Lailatul Qadar,’’ ungkap Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Bang dengar ye!. Kalau Lailatul Qadar itu turun, bumi ini menjadi terang benderang, bulan bersinar keemasan, semua pohon-pohon tunduk dan sujut. Air menjadi beku,’’ jelas Cik Minah. ‘’Nah, air dalam baskom ini pun turun,’’ terang Cik Minah bersemangat, tidak memperdulikan suaminya. Cik Minah terus melantunkan ayat-ayat yang ada dalam kitab suci itu. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-5182708312884916450?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/5182708312884916450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=5182708312884916450&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5182708312884916450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5182708312884916450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/rendam-kaki-dalam-baskom.html' title='Rendam Kaki   Dalam Baskom'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-3314324167467909701</id><published>2008-03-02T20:22:00.002-08:00</published><updated>2008-03-02T20:23:18.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Pergi Jalan ke  Rumah Mertua</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘’TI.. hampir sebulan puase, belum sekali pun kite berbuka dan bersahur ke rumah emak engkau. Nanti mereka kecik hati pulak, kenape-lah kite tak datang-datang. Yang aku segan bukan kepada emak engkau, tetapi kalau abah engkau tu marah, bisa kena leseing aku nantinya,’’ Sulaiman mengajak istrinya Siti, pergi ke rumah orangtuanya Cik Amat-Cik Minah di Bengkong. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Saye bukan tak mau berbuka atau bersahur di rumah emak tu abang, tetapi takut kejadian lagi seperti awal puase,’’ ungkap Siti, yang lagi menggosok baju kurung.&lt;br /&gt;‘’Rianto itu budak kecik, sehingga ape yang die lihat itulah yang die cakapkan. Lagi pula Abah itu orangnya suke mengenyek, mengejek oranglah. Masakan budak kecik yang tahu ape-ape diajak bercakap, yang tak senonoh lagi. Jadi takut kite dibuat malu lagi,’’ ungkap Siti, cemberut.&lt;br /&gt;‘’Sudahlah ti, yang berlalu biarlah berlalu. Pokoknya nantinya, sesampai di rumah emak engkau tu, Rianto langsung dikasih susu dan disuruh tidur, biar die tidak macam-macam dengan abah engkau tu,’’ ungkap Sulaiman, suami Siti. Mendengar usulan suaminya, Siti pun menggangguk. &lt;br /&gt;‘’Kalau begitu siap-siaplah engkau, sebentar lagi kite berangkat. Hari pun cerah nampaknya, takut kalau terlambat hujan pulak lagi. Maklumlah cuace di Batam ini tidak menentu, kadang hujan, kadang panas, yang parah lagi hujan-panas,’’ ungkap Sulaiman. &lt;br /&gt;‘’Iyelah bang,’’ unkap Siti. &lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, kedua laki bini, serta anaknya Rianto langsung menuju ke rumah orangtuanya di Bengkong. Sesampai di rumah, wajah Cik Amat tampak kegirangan, karena merindukan cucunya. &lt;br /&gt;‘’Amboi nak, dah nah habis puase baru engkau ke rumah abah. Marah ke dengan abah?’’ tanya Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Tidaklah bah, maklumlah bang Leman ini banyak sangat kerjenya, jadi sibuk, tak sempat-sempat nak ke rumah abah. Barulah hari ini bisa berleha sedikit,’’ jelas Siti, sambil menggendong anaknya.&lt;br /&gt;‘’Betul mak, sampai-sampai hari minggu pun saye bekerja,’’ timpal Sulaiman, memperkuat cakap bininya. &lt;br /&gt;‘’Iye Ti, abah engkau sudah risau sangatlah nak bermain dengan cucunya. Kalau engkau tak datang dalam dua hari ini, abah engkau nak pergi ke rumah mike bedua,’’ jawab Cik Minah.  &lt;br /&gt;‘’Kalau banyak kerja, banyak lembur, tentulah bisa pendapatan mike-mike tu. Baguslah, jadi tak payah-payah aku lebaran tahun ini,’’ celetuk Cik Amat. &lt;br /&gt; ‘’Hei bang.. ! jangan nak mencari gara-gara lagi. Ayolah Ti, Man, kita bercakap-cakap di dapur saje, jangan layani abah engkau Tu, maklumlah, kepalenya sudah banyak yang konslet,’’ kata Cik Minah mengajak anak-menantunya pergi ke dapur. ***&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-3314324167467909701?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/3314324167467909701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=3314324167467909701&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/3314324167467909701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/3314324167467909701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/pergi-jalan-ke-rumah-mertua.html' title='Pergi Jalan ke  Rumah Mertua'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-5411226444726004886</id><published>2008-03-02T20:22:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:22:42.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Parcel Pak Guntul</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘’BANG oi..! teriak Cik Minah. &lt;br /&gt;‘’Cube awak tengok si Apeng. Banyak betul die membawa parcel dan minuman gas (minuman berkaleng, red). Jangan-jangan nak mengasih kite yang ada di sekitar rumahnya?’’ kata Cik Minah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Mane kan mungkin si Apeng itu nak mengasih tetangga-tangganya parcel, atau makanan. Die itu orangnye pelet kedekot, tangkai dan segalam macam perpeletan-lah. Nak dibawa mati harta bendanya,’’ ungkap Cik Amat, yang terus saja membaca koran.  &lt;br /&gt;‘’Amboi banyaknye bang’’.&lt;br /&gt;‘’Biar sajelah Minah. Tak usah engkau pedulikan dengan hal orang’’. Memang dasar Cik Minah yang selalu penasaran ape saje yang dilakukan tentangganya. Sehingga, dia pun langsung berteriak, tertanya kepada Apeng.&lt;br /&gt;‘’Penga..! nak bawa kemane makanan dan minuman itu? Tanya Cik Minah dengan suara lantang.&lt;br /&gt;‘’Biaselah Cik Minah, parcel ini untuk lekan-lekan saye. Sudah menjadi kebiasaan saye tiap nak lebaran menyiapakan parcel-parcel ini. Kalau tidak, macem mane bak bisa dapat proyek,’’ kata Apeng lagi.&lt;br /&gt;‘’Ape Proyek,’’ Cik Minah kebingungan.&lt;br /&gt;‘’Bang oi, apa itu proyek?’’ tanya Cik Minah kepada suaminya.&lt;br /&gt;‘’Proyek..! ya tukang gali parit, mengecet rumah, semacam itulah. Apa pulak halnya engkau menanyakan proyek,’’ ungkap Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Tak adelah bang. Cume kate Apeng die mengantar bende-benda,’’ kata Cik Minah, sambil memoncongkan mulutnya. ‘’Kate Apeng, benda itu untuk kawan-kawannya,’’ jelas Cik Minah.&lt;br /&gt;Karena masih penasaran, Cik Minah pun kembali menegur sapa Apeng yang hendak pergi mengantar.&lt;br /&gt;‘’Kemana saje engkau mengantar bende itu Peng.’’&lt;br /&gt;‘’Ke Pak Camat Guntul,’’ jawab Apeng.&lt;br /&gt;‘’Camat Guntur dah pindah Peng.’’&lt;br /&gt;‘’Pindah ke mana Pak Guntul. Baru dua hari lalu saye mengajak die makan soup ikan di Nagoya. Tak pulak cerita nak pindah-memindah. Cik Minah membengaklah?’’ tanya Apeng.&lt;br /&gt;‘’Makan sumpah engkau Peng. Masak tue-tue begini engkau bilang membengak. Aku sumpah engkau jadi vampire baru tahu rasa,’’ Cik Minah marah.&lt;br /&gt;‘’Pindah kemana Pak Guntulnya?’’&lt;br /&gt;‘’Entahlah. Kemarin aku nak bikin KTP, kata orang-orang di kecamatan, saat ini tidak melayani pembuatan KTP, karena pak camat lagi tak ade,’’ ungkap Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Kan, masih ada yang lain,’’ &lt;br /&gt;‘’Mase-mase saat ini pokoknya tak boleh teken-meneken KTP. Titik. Antar kesini sajelah minuman engkau tu,’’ kata Cik Minah. &lt;br /&gt;‘’Sorry-lah yau…! Kata Apeng langsung melajukan kendaraannya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-5411226444726004886?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/5411226444726004886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=5411226444726004886&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5411226444726004886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5411226444726004886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/parcel-pak-guntul.html' title='Parcel Pak Guntul'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-1240081665935091825</id><published>2008-03-02T20:21:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:22:03.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Niat Menikah Lagi</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KO HENG, baru beberapa bulan ini menjadi seorang muallaf. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, niatnya begitu tulus dan kuat ingin mendalam ajaran agama Islam. Setelah memeluk agama Islam, Leng Me So dan istrinya Mei-Mei, tak henti-hentinya mendatangi para-para kiyai, ustad dan orang-orang tetua di sekitar rumahnya. Suami-istri ini terus menggali ajaran-ajaran dalam Al-Quran, menjauhi semua larangan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasan buruk, seperti minuman keras, berjudi, dan makanan yang dilarang oleh agama Islam, benar-benar sudah ditinggalkan Ko Heng. &lt;br /&gt;‘’Ko Heng..! Mei-Mei, kalau sudah menjadi seorang muallaf, dan memeluk agama Islam, janganlah setengah-setengah, betul-betullah menggali, mengamalkan dan menjalankan ajaran Islam. Jangan dicap orang, hanya Islam KTP saje.’’ Cik Amat memberi pelajaran kepada Ko Heng dan Mei-Mei.&lt;br /&gt;‘’Betul tu Pak Cik,’’ kata Ko Heng.&lt;br /&gt;‘’Kebiasaan-kebiasaan buruk dahulu, kalau tidak bisa ditinggalkan secara dratis, perlahan-lahan dihilangkan. Lame-lame kebiasaan buruk itu akan hilang sendiri. Ape lagi sekarang bulan Ramadan, diperbanyaklah amal ibadah,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Betul Ko Heng,’’ timpal Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Bulan Ramadan ini banyak-banyaklah mengaji, dan bersedekah..! terutama kepada anak yatim dan kaum miskin, seperti..!’’ ujar Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Seperti ape Cik Minah,’’ jawab istri Ko Heng, Mei-mei.&lt;br /&gt;‘’Seperti kami ini,’’ kata Cik Minah tersipu-sipu malu. Mendengar itu, mata Cik Amat pun, langsung terbelalak merah.&lt;br /&gt;‘’Ko Heng, jangan engkau dengar betul cakap Minah itu. Anggap angin lalu saje,’’ ujar Cik Amat menahan rasa malu.&lt;br /&gt;‘’Tak ape-apelah Pak Cik. Niat kami pun nak memberi Cik Minah sedikit rezeki,’’ jawab Ko Heng.&lt;br /&gt;‘’Dengar tu bang. Kalau sudah ade niat, tak boleh dilanggar, harus dikerjakan segera,’’ ungkap Cik Minah mendapat angin.&lt;br /&gt;‘’Begitu Mak Cik?’’ tanya Mei-mei.&lt;br /&gt;‘’Iye.. harus begitu. Nah, kalau niat mike-mike bedua ini hendak memberikan rezeki kepada aku, harus dilaksanakan,’’ kata Cik Minah lagi. Cik Amat yang melihat perangai istrinya itu, langsung saja menyeletuk. &lt;br /&gt;‘’Betul Ko Heng. Kalau ade niat itu harus dilaksanakan segera. Sebab, aku ingin berniat menikah lagi, jadi segera dilaksanakan pernikahan,’’ celetuk Cik Amat.&lt;br /&gt;Mendengar perkataan suaminya, merah pedamlah muke Cik Minah. Kalaulah tidak ade orang, atau tidak bulan Ramadan, mungkin sudah dicekau-nya muke lakinya itu. &lt;br /&gt; ‘’Sudah nak mampus pun masih menggatal,’’ gerutu Cik Minah langsung pergi meninggalkan suami dan tamunya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-1240081665935091825?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/1240081665935091825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=1240081665935091825&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1240081665935091825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1240081665935091825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/niat-menikah-lagi.html' title='Niat Menikah Lagi'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-8871398384988983792</id><published>2008-03-02T20:20:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:20:53.760-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Ngabuburit</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘’HENDAK kemane tu Desi,’’ tegur Cik Minah, ketika Desi melintasi depan rumahnya. Hari baru menunjukkan pukul 15.00 WIB petang, Desi dan anak-anak sudah keluar rumah.  ‘’Jam tiga petang sudah keluar rumah, apa tidak masak untuk menyiapkan berbuka puasa. Atau mau makan di luar,’’  sindir Cik Minah yang tengah menyapu halaman.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Eh..! Maaf Cik Minah saya mau mengajak anak-anak saje. Maaf Cik Minah, anak-anak saye sudah pada rewel,’’ jawab Desi.&lt;br /&gt; ‘’Mau mengajak ke mana anak-anak? Apa laki di rumah n’dak marah, kalau tak masak,’’ kata Cik Minah lagi.&lt;br /&gt; ‘’Maaf Cik Minah. Tidak!’’&lt;br /&gt; ‘’Mau mengajak ke mana?’’ tanya Cik Minah lagi.&lt;br /&gt; ‘’Maaf Cik Minah. Mau mengajak anak-anak ngabuburit,’’ jawab Desi terpaksa melayani pembicaraan dengan Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Apa!. Astagfirullah..! mengape pulak engkau nak ngabur-bur…! Hei Desi apa engkau tidak puasa. Dan lagi pulak mengape engkau mengajarkan anak yang tidak-tidak, pakai Ngabur-bur..’’ kata Cik Minah terperanjat mendengar perkataan Desi. &lt;br /&gt; ‘’Maaf Cik Minah, iya. Saya teh dengan anak-anak mau ngabuburit di mall. Maaf Cik Minah, saya permisi dulu. Maaf ya,’’ jawab Desi langsung pergi meninggalkan Cik Minah yang kebingungan. &lt;br /&gt; ‘’Ya ampun..! ape-apelah budak si Desi itu. Masakkan mengajak anak-anaknya ngabuburit, pakai teh lagi,’’ gerutu Cik Minah, langsung melenting masuk ke rumah menjumpai suami. ‘’Nah..! ini gosip baru lagi,’’ gumam Cik Minah.&lt;br /&gt; Sementara Cik Amat, telentang telanjang dada di bawah jendela. Matanya terpejam-pejam, mencoba tidur siang, tapi tidak bisa, karena diganggu istrinya.&lt;br /&gt; ‘’Bang oi..!’’&lt;br /&gt; ‘’Huh.. ape lagi issue yang engkau sampai!’’&lt;br /&gt; ‘’Itu bang Desi tetangga kita, mengajarkan anaknya tak baik,’’ jelas Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Tak baik seperti apa?’’ tanya Cik Amat, tapi matanya tetap terpejam.&lt;br /&gt; ‘’Itu bang. Masakan Desi mengajarkan anaknya ngabu-burit, pakai teh lagi bang. Kan itu perkataan kotor dan tidak baik untuk disampaikan kepada anak-anaknya. Apalagi pada bulan Ramadan ini,’’ jelas Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Itu bukan perkataan kotor Minah,’’ ungkap Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Kalau tidak perkataan kotor apalagi bang. Coba abang simak. Kabur-bur…! Eh tak baiklah saya ucapkan, batal pulak puase nantinya,’’ jelas Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Minah..! Minah.. ! Ngabuburit itu bukan perkataan kotor, itu bahasa sunda. Artinya pergi jalan-jalan sore. Sementara, teh itu adalah bahasa tambahan. Bukan teh yang kita minum,’’ papar Cik Amat. Mendegar itu, Cik Minah hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-8871398384988983792?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/8871398384988983792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=8871398384988983792&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8871398384988983792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8871398384988983792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/ngabuburit.html' title='Ngabuburit'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6714478149843214332</id><published>2008-03-02T20:19:00.002-08:00</published><updated>2008-03-02T20:20:20.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Minta Jadi   Wali Kota</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDENGAR penjelasan istrinya, mulut Cik Amat terperot-perot menahan geli. Nak tertawa terbahak-bahak, takut istirnya meradang, dan merusak kosentrasi Cik Minah untuk beramal pada bulan Ramadan.  Tidak tertawa, hati Cik Amat macam digelitik, geli rasanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun Cik Amat mengakui, tentang ciri-ciri turunnya Lailatul Qadar, yaitu Bumi menjadi terang benderang, pohon-pohon sujut, air menjadi beku, suasana menjadi hening. Bagi orang yang melihatnya, seakan-akan ada cahaya berkilau menyinari dirinya. Namun yang membuat Cik Amat merasa geli, kenapa pulak istrinya merendam kaki dalam air di baskom, apa tidak ada jalan lain untuk mengetahui datangnya malam Lailatul Qadar tersebut. &lt;br /&gt;‘’Minah..! minah..! Lailatul Qadar itu turun tidak sepengetahuan kite. Kalau bukan kita yang ditakdirkan Allah untuk melihatnya, mane-kan mungkin dapat melihat Lailatul Qadar. Jadi tak perlulah engkau merendam kaki dalam baskom, macam orang kena kutu air saja, merendam kaki dalam air garam,’’ jelas Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Bang oi..! saye melakukan semua ini untuk berjaga-jaga. Siape tahu, Lailatul Qadar turun, aku sudah mengetahui dengan cepat. Sebab, Lailatul Qadar itu turun begitu cepat perginya,’’ terang Cik Minah. &lt;br /&gt;‘’Baiklah Minah. Tapi, kalau malam baik itu turun, engkau nak minta ape. Kate orang-orang, siapa yang dapat melihat cahaya itu datang, maka semua permintaan akan dikabulkan,’’ papar Cik Amat. &lt;br /&gt;Mendengar itu, berserih-serih wajah Cik Minah. Matanya berbinar-binar. Entah apa yang dipikirkan, sehingga dia termenung sekejab.&lt;br /&gt;‘’Saye nak minta menjadi orang kaya raya di Kota Batam. Semua orang kaya di Batam ini dikumpulkan, masih kalah dengan aku,’’ terang Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Setelah minta menjadi orang kaye di Kota Batam, ape lagi yang engkau minta Minah?’’&lt;br /&gt;‘’Aku minta wajah aku terus cantik dan kelihatan muda, walau pun usia sudah lanjut. Biarlah abang tua sendirian, saye tetap cantik jelita,’’ Cik Minah semakin semakin semangat menjelaskan.&lt;br /&gt;‘’Kemudian ape lagi yang engkau minta?’’&lt;br /&gt;‘’Nah yang penting bang, saye nak minta supaya saye terpilih menjadi walikota,’’ kata Cik Minah. Mendengar itu, mengakaklah Cik Amat. ‘’Kak..! kakk..kik.. kik..,’’ Cik Amat tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;‘’Minah..! Minah..! mendengar permintaan engkau yang serakah itu langsung Lailatul Qadar tak turun-turun ke rumah ini. Mintanya banyak betul dan aneh-aneh lagi. Sudahlah Minah jangan berhayal. Kalau mau beribadah, beribadah saje, jangan ada embel-embelnya. Minta menjadi walikota pulak, berat persaingan menjadi walikota itu. Sadarlah wahai istriku yang tue peot,’’ ejek Cik Amat. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6714478149843214332?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6714478149843214332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6714478149843214332&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6714478149843214332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6714478149843214332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/minta-jadi-wali-kota.html' title='Minta Jadi   Wali Kota'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-9014978462607637503</id><published>2008-03-02T20:19:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:19:46.868-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Menyusu (2)</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KIK…kik.. kik.. Cik Amat tertawa terkikik-kikik,  sambil memegang perut mendengar penuturan cucunya. Sementara, Cik Minah hanya membuang mukanya, tak sanggung menahan tertawa. Lain halnya dengan Siti dan Sulaiman, hanya mampu menahan rasa malu, dengan wajah merah padam.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Amboi…! amboi…! Geli betul hati abang nampaknya. Ingat-ingatlah dikit bang, ini bulan pause, tak boleh ketawa banyak betul. Bisa compek pause abang nantinya,’’ kata Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Entah abah ini, cakap budak kecik pun didengar. Mane kan Siti berbuat macam itu. Lagi pulak inikan bulan pause, kan tak boleh berbuat macam-macam pada siang hari,’’ timpal Siti, masih menahan rasa malu, sambil memegang anaknya. &lt;br /&gt;Kalau mengikuti kata hati, budak kecik itu mungkin sudah dipentel, atau piyat, bahkan dicubit, untuk menumpahkan rasa kesal. Tapi demi memikirkan anak supaya jangan meraung-raung,  apalagi kini mereka berada di rumah orangtuanya, niat itu diurungkan oleh Siti. Sementara Sulaiman, langsung keluar rumah, pergi entah ke mana.&lt;br /&gt;Namun, lain halnya dengan Cik Amat. Merasa berada di atas angin, kata kunci ‘’ucu emak pun’’ diperpanjang.&lt;br /&gt; ‘’Cu..! sinilah. Atok ade permen, mau tak.’’ Tak pelak lagi, Rianto pun langsung berlari dekat datuknya.&lt;br /&gt; ‘’Bah.. jangan diajarkan Rian tu yang tak betul?’’ kata Siti, mencoba menahan anaknya. Tapi, budak kecil itu memberontak dan berlari dekat Cik Amat. &lt;br /&gt; ‘’Iye bang… jangan abang racuni budak yang tidak tahu menahu itu,’’ tambah Cik Minah lagi. &lt;br /&gt; Dasar Cik Amat. Ungkapan anak dan istrinya tak dipedulikan, bahkan semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt; ‘’Berapa kali Ian ucu dengan emak?’’ tanya Cik Amat, berkata pelat mengimbang cucunya. Sang cucu pun hanya menggerak dua jari tangannya. Berarti dua kali.&lt;br /&gt; ‘’Ayah..! ayah..! ucu jugak’’. Rian hanya menggangguk, sambil memegang mobil mainnya.&lt;br /&gt;‘’Berapa kali ayah ucu dengan emak?’’ tanya Cik Amat semakin menjadi-jadi. Namun, lagi-lagi jawaban Rian hanya menggerakan dua jari tangannya.    &lt;br /&gt; Cik Amat terus saja menanyakkan hal-hal yang jorok. Tak peduli bahwa ini bulan Ramadan, dimana setiap orang beriman tidak boleh mengeluarkan kata-kata jorok, sehingga dapat merusak pahala puasa. &lt;br /&gt; Karena sudah tahan lagi mendengar usilan Cik Amat, akhirnya Siti langsung menyambar anaknya, dan pergi dari rumah orangtuanya. Aksi itu membuat Cik Amat terperangah.&lt;br /&gt;‘’Eeh.. nak kemana engkau Ti?’’ tanya Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Nak balek ke rumah mak. Di rumah ini banyak virus gentayangan yang mengajar budak tak baek,’’ kata Siti dengan muka merah. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-9014978462607637503?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/9014978462607637503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=9014978462607637503&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9014978462607637503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9014978462607637503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/menyusu-2.html' title='Menyusu (2)'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6853632469475845675</id><published>2008-03-02T20:18:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:18:45.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Menyusu (1)</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; LAGI tengah berleha di belakang rumah sambil menunggu salat Ashar, Cik Amat dikejutnya dengan suara budak kecil. Dan suara itu sudah termemori di telinganya. Sehingga, bagaikan tupai, Cik Amat meloncat dari kursi dan menyambut kedatangan bocah kecil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Cucu aku datang… cucu aku datang,’’ katanya. &lt;br /&gt; ‘’Atok…!’’ teriak seorang bocah. Memang yang datang adalah cucu Cik Amat, anak dari Siti yang baru dua tahun dinikahi oleh Sulaiman, bujangan kelahiran Tembilahan.&lt;br /&gt; ‘’Nang.. ning.. nang.. nong..! cucu Atok dah sampai,’’ Cik Amat bernyanyi, berjoget-joget. Mendengar itu, bagaikan dihipnotis, sang cucu pun langsung menggerak-gerak tangan, mendekatinya kakeknya. &lt;br /&gt; ‘’Atok.. atok. Ian ade mainan obil-obilan. Main ya tok,’’ Rianto sambil menunjukkan mobilan plastik. Meskipun masih pelat, tapi bocah ini berusaha mengajak kakeknya berbicara. Sementara Siti dan Sulaiman, langsung menyelamai emaknya.&lt;br /&gt;‘’Mike bu due ini pause?’’ tanya Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Puase mak. Masak tak berpuase,’’ kata Siti.&lt;br /&gt;‘’Emak bikin bebuka ape petang ini. Siti dah lame kece nak memakan masakan emak. Maklumlah Siti masak tak pernah sedap seperti yang emak masak. Bang Leman kate ade saja kekurangan masakan Siti?’’ tanya Siti.&lt;br /&gt;‘’Emak masak tempoyang ikan sembilang, same petang rebus, cecah sambil belacan sambal tige (sambal tiga itu belacan, lade dan bawang, red),’’ ungkap Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Sedap tu mak. Rasenya nak makan sekarang, kalau tak ingat berpuase,’’ tutur Siti lagi.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;SETELAH satu jam bermain dengan Atok-nya. Sang cucu pun minta minuman kepada mamaknya.&lt;br /&gt;‘’Mak.. num..! num ucu mak,’’ kata sang cucu kepada mamaknya.&lt;br /&gt;‘’Eeh.. cucu tak pause?’’ tanya Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Tak..!’’&lt;br /&gt;‘’Kenapa tak pause,’’ kata Cik Amat lagi.&lt;br /&gt;‘’Ayah tak ace,’’ ungkap cucunya.&lt;br /&gt;‘’Membengak tu bah!’’ sahut Sulaiman yang sedari tadi hanye diam menonton televisi.&lt;br /&gt;‘’Masak iye ayah engkau tak pause’’.&lt;br /&gt;‘’Tadi, ian engok ayah ucu emak. Ian ugak ucu emak’’. Mendengar itu, merah padam wajah Sulaiman dan Siti.&lt;br /&gt;‘’Tak usah percaya betul bah. Maklumlah Rianto ini budak kecik. Manelah tahu ape-ape,’’ kata Siti langsung menarik anaknya. *** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6853632469475845675?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6853632469475845675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6853632469475845675&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6853632469475845675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6853632469475845675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/menyusu-1.html' title='Menyusu (1)'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-8167560897373186030</id><published>2008-03-02T20:17:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:18:01.267-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Melamar Pegawai</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIK Minah sibuk membuka kantong plastik yang selama ini tersimpan di dalam lemari. Satu persatu kertas berwana-warni itu dibilek-bileknya. Kertas itu sudah kelihatan agak kekuning-kuningan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Ape yang engkau sibukkan itu Minah, mengganggu aku tidur saje. Dari tadi kresak-kresek?’’ kata Cik Amat, sambil memeluk bantal guling.&lt;br /&gt;‘’Saye nak menengok ijazah saye bang,’’ jawab Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Untuk ape pulak engkau tengok ijazah tu Minah. Khan kite sudah menikah, tak perlulah pakai ijazah segala,’’ kata Cik Amat lagi.&lt;br /&gt;‘’Bang, waktu salat tarawih, saye dengar ibu-ibu cakap, sekarang ada penerimaan pegawai negeri, di Karimun terima pegawai, bupati Natuna terima jugak, bupati Kepri, juga menerima pegawai, bahkan Batam pun menerima pegawai,’’ jawab Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Kalau pun ade penerimaan pegawai negeri, ape pulak hubungan dengan engkau Minah,’’ tanya Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Itulah abang ini. Saye ini nak melamar menjadi pegawai negeri. Sudah bosan saye menjadi pegawai ibu rumah tangga [P-IRT], gajinye tak cukup,’’ jawab Cik Minah, berkemas-kemas. &lt;br /&gt;‘’Sadarlah Minah… engaku itu sudah tua, tak mungkin diterima menjadi pegawai negeri. Lagi pulak engkau cume tamatan madrasyah, tidak masuk hitungan. Bikin penat badan saje,’’ jelas Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Hei bang. Jangan menyepelekan. Biar pun begini, saye lulusan terbaik di sekolah saye. Pokoknya, tecelek saje matahari abang harus membantu saye mengurus surat menyurat di kantor Camat Batuampar,’’ ketus Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Memangnya ade penerimaan bagian ape?’’ tanya Cik Amat lagi.&lt;br /&gt;‘’Bagian umumlah. Pokoknya yang umum-umum,’’ jawab Minah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;SEKITAR pukul 09.00,  Cik Amat dan Cik Minah pergi ke kantor Kecamatan Batuampar, mengurus persyaratan menjadi calon pegawai negeri. Di kantor camat, Cik Minah melihat orang begitu ramai, dengan maksud dan tujuan sama.&lt;br /&gt;‘’Amboi bang, kenapa ramai betul orang di kantor camat ini. Ape ada demo tak, atau ada pembagian THR dari Pak Camat?’’ tanya Cik Minah kepada lakinya.&lt;br /&gt;‘’Semua orang ini mau mengurus menjadi calon pegawai negeri, seperti niat engkau tu?’’&lt;br /&gt; ‘’Budak dare cantik-cantik, dan bujang-bujang ensem itu nak jadi pegawai negeri jugak bang?’’&lt;br /&gt; ‘’Iyelah. Itulah yang menjadi saingan engkau. Aku rase, panitia akan memilih calon pegawainya yang cantik, yang ganteng, tidak tue-peyot seperti engkau ini Minah,’’ ungkap Cik Amat.&lt;br /&gt; Dengan muke masam Cik Minah tidak peduli dengan celoteh lakinya. Dia tetap antrian untuk mengurus persyaratan calon pegawai negeri. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-8167560897373186030?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/8167560897373186030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=8167560897373186030&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8167560897373186030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8167560897373186030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/melamar-pegawai.html' title='Melamar Pegawai'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-4614795260931943939</id><published>2008-03-02T20:16:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:17:18.111-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Kue Melaka  Membuat Celake</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEPANJANG jalan, dengan sepeda motor merah merek astuti [astrea tujuh tiga], wajah Cik Amat terus sumringah. Orang tua ini masih membayangkan wajah anak dara yang menjual kue untuk berbuka puasa. &lt;br /&gt;‘’Wajah budak dare itu putih mengkilat, macem telur ayam yang baru dikupas. Nah cube dibayangkan,  macem mane bentuknya telur ayam yang baru dikupas, tentu licin mengkilat,’’ gumanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Selain itu jugak. Hidung budak-budak dare itu mancung, panjang kedepan. Tak macam hidung bini aku, macam buah jambu, pesek mengembang.’’&lt;br /&gt;‘’Nah..! ditambah lagi, rambutnya panjang, hitam tergurai. Macam mayang kelapa, lurus terjuntai-juntai. Kate orang sekarang ini model rambut rebounding. Kalau rambut bini aku, sedikit keriting, dan berwarna keputih-putihan. Beruntunglah bujang-bujang Batam ini jika mendapatkan budak dare itu,’’ Cik Amat berkata sendirian. Sepeda motor Astutinya terus mengaung-ngaung, mengarah pulang ke rumah.  &lt;br /&gt;Sesampai di rumah, Cik Amat langsung menjumpai bininya yang sedang menghidangkan berbuka puasa. Ada sambal belacan, pakai ulam petai yang dibakar, gulai ikan sembilang, kopi hitam secangkir besar. &lt;br /&gt;‘’Ape abang sudah beli kue lapis yang saye pesan?’’ tanya Cik Minah.&lt;br /&gt;‘’Ape, engkau minta beli kue lapis.’’&lt;br /&gt;‘’Jadi abang beli kue ape?’’ tanya Cik Minah lagi.&lt;br /&gt;‘’Tadi...! Tadi…!’’ kate Cik Amat tergagap-gagap.&lt;br /&gt;‘’Tadi.. ape bang!’’ seru Cik Minah&lt;br /&gt;‘’Tadi aku dengar, engkau minta beli kue melaka, jadi beli belikan kue melaka 20 biji,’’ jawab Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Ape bang. Kue melaka!’’ sergah Cik Minah lagi.&lt;br /&gt;‘’Iye. Kate budak gadis itu, yang bulat-bulat pasti disukai wanita. Nah, aku belikan kue melaka ini untuk engkau,’’ jawab Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Kalau sudah tengok kening budak gadis mengkilat dikit, meleleh-lah air liur abang tu. Permintaan bini langsung lupa. Tue-tue keladi, makin tue, makin menggatal,’’ Cik Amat naik spaning.&lt;br /&gt;‘’Eeh.. janganlah dinda ku sayang marah-marah. Ini bulan puase tak boleh marah-marah. Banyak-banyak berzikir. Kalau sudah terlanjur, terima ape sajelah,’’ bujuk Cik Amat kepada bininya.&lt;br /&gt;‘’Abang macam tak ingat saje. Kue melaka inilah yang membuat aku celaka. Gara-gara makan gue melaka, gigi aku tanggal dan tertelan, sehingga buang air besar pun berdarah dibuatnya. Lagi pulak memang dasar abang, kalau sudah tengok anak gadis, bini di rumah pun lupe. Tak sudi makan gue melaka itu, makanlah abang sendirian,’’ marah Cik Minah  merajuk. ***  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-4614795260931943939?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/4614795260931943939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=4614795260931943939&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4614795260931943939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4614795260931943939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/kue-melaka-membuat-celake.html' title='Kue Melaka  Membuat Celake'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6014738532129761458</id><published>2008-03-02T20:15:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:16:40.596-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Yang Bulat,   Yang Disukai (1)</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘’Cik...Cik.. ! Amboi-amboi ramainya umat..!,’’ gumam Cik Amat, ketika melihat orang begitu ramai di pasar kaget yang terletak di jalan Komplek Ruko …… Harap dimaklum saja , kawasan ini sudah menjadi tradisi tiap tahunnya, sebagai kawasan pasar kaget bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan ini, antara pembeli dan penjual berbaur menjadi satu. Begitu juga dengan jenis makanan, mulai dari kerang rebus, kepiting masak, ikan-ikanan, bahkan sambal ikan teri pun dijual disini. &lt;br /&gt;Soal kue-mueh. Disinilah tempatnya, mulai dari kue lapis, kue malaka, lupis, godok pisang, lepat pisang, dadar gulung, serabi, bakwan udang, lemang tapai, empek-empek palembang dan segala macamnya ada disini. &lt;br /&gt;Melihat banyaknya orang membeli, hingga berdesak-desakan, lupelah Cik Amat dengan makanan pesanan istrinya. &lt;br /&gt;‘’Eeh.. lupe aku. Tadi Minah pesan minta belikan ape ye,’’ Cik Amat berkata kepada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;‘’Dadar gulung atau lupis ye..! aduh, kenape pulak aku jadi lupe,’’ kata Cik Amat lagi.&lt;br /&gt;Cik Amat terus berjalan. Lirik sana, lirik sini, melihat makanan yang ada. Sehingga, sampailah pada salah satu kounter yang penjualnya seorang budak dare cantik jelita. Memakai kerudung berwarna gading, rambut panjang terurai diikat ke belakang. Sang anak dare itu tidak hanya sendirian, tetapi ada lima orang, yang semuanya molek-molek. &lt;br /&gt;Cik Amat berhenti dihadapan budak-budak dare tersebut. Sambil membelik-belik makanan, sekali-kali matanya menjeling ke arah budak dare itu. Dalam hatinya berkata; ‘’Kalau aku muda-muda dulu, sekali suit saje, budak-budak ini sudah mengepet dekat aku,’’ gumanya, sambil memperbaiki letak kopiah yang miring diterpa angin. &lt;br /&gt;‘’Ini kue ape namenya?’’ Cik Amat bertanya, purak-purak tak tahu, sambil menunjuk salah satu kue.&lt;br /&gt;‘’Ini adalah kue lapis, rasa strowbery. Bapak nak membeli rasa ape?’’ tanya si penjual.&lt;br /&gt;‘’Kalau yang ini kue ape namenya?’’ Cik Amat purak-purak tidak tahu.&lt;br /&gt;‘’Ini kue malaka. Kalau di Sumbar namenya Onde-onde. Tapi kalau orang Natuna menyebutkan kue Ebol. Sebab die bulat seperti bola, dan banyak disukai orang,’’ kata si budak dare tu lagi.&lt;br /&gt;‘’Haik..! jadi yang bulat-bulat itu banyak disukai orang?’’ tanya Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Betul pak. Ape lagi kalau bulatnya kecik, saye paling suke dan para kaum wanita paling suka. Tak susah payah  masuk ke mulut,’’  tutur si budak dare itu.&lt;br /&gt;‘’Nah, bapak beli saje kue yang bulat-bulat ini, pasti istri bapak suka.’’&lt;br /&gt;Dirayu, Cik Amat pun langsung membeli 20 biji kue malaka itu. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6014738532129761458?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6014738532129761458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6014738532129761458&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6014738532129761458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6014738532129761458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/yang-bulat-yang-disukai-1.html' title='Yang Bulat,   Yang Disukai (1)'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6386891927827597924</id><published>2008-03-02T20:13:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:14:25.893-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Kepunan Durian</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN muka masam, Cik Amat pulang ke rumah. Bini menegur pun tidak diperdulikannya.&lt;br /&gt; ‘’Bang oi, darimana, sejak pagi keluar rumah, dah nak tenggelam matahati baru pulang?’’ tegur Cik Minah. Tegur sapa Cik Minah pun tidak disahutinya. Orangtua ini pun terus merudu (terus berjalan, red)  masuk ke kamar mandi, dan berwudhu untuk menunaikan salat Ashar.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Puase pun..! pause lah!, jangan bini menegur tak menyahut. Dipekakan Tuhan telinga baru tahu rasa,’’ kata Cik Minah lagi, sambil melototi suaminya yang masuk kamar, menunaikan rukun Islam. Hati Cik Amat benar-benar gundah, memikirkan durian yang jatuh dan dimakan anak tetangganya.&lt;br /&gt; ‘’Ee…! Ini pasti ada yang tidak beres. Jangan-jangan telinga laki aku ini memang lagi ’heng’. Tak biasenya die diam seribu bahasa seperti ini,’’ guman Cik Minah, sambil mengucau-ngucau sambal belacan yang dimasak dalam kuali.&lt;br /&gt; Beberapa menit kemudian, Cik Amat pun selesai menunaik ibadah salat. Melihat suaminya keluar kamar, Cik Minah pun langsung menyongsong suaminya.&lt;br /&gt; ‘’Ade ape ni abang. Muke macam ‘’UK-UK’’ saje. Buang tabiat ke bulan pause ini?’’ tanya Cik Minah penasaran. &lt;br /&gt; ‘’Tak ade apelah Minah?’’&lt;br /&gt;‘’Itu muke abang macam ditampar beruk saje. Bini menegur tak menyahut. Macam tunggul saje bini di rumah ini!’’.&lt;br /&gt;‘’Kenape pulak awak nak temberang!’’ sergah Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Bukan temberang abang oi, cume risau saje menengok awak macam itu. Balek-balek ke rumah macam orang bisu. Assalamu’alaikum saje awak tak berikan kepada orang yang ade di rumah,’’ tutur Cik Minah penasaran hal ape yang membuat suaminya menjadi pendiam.&lt;br /&gt;‘’Iyelah. Maaf kan saye. Cume abang kepunan saje nak makan durian,’’ ungkap Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Hai..! tue-tue pun masih ade kepunan jugak?’’&lt;br /&gt;‘’Tak itulah. Ini bukan pause, aku jalan-jalan, kece’ pulak nak makan durian. Tadi aku diberi orang durian sebutir. Ketika bawa pulang terjatuh di depan rumah budak degel tu. Langsung diembatnya pulak durian awak,’’ cerita Cik Amat. Mendengar itu, pahamlah Cik Minah, sebab-musababnya.&lt;br /&gt; ‘’Sudahlah bang janganlah bersedih. Itu sudah tak rezeki kite,’’ kata Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Kesal saje nengok budak degel itu. Tak pernah jera-jeranya. Emak-bapak ape tak mengajar,’’ gerutu Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Namenya jugak budak-budak bang. Bagus abang mengaji saje, mudah-mudahan segala gunda gulana abang itu hilang,’’ ujar Cik Minah. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6386891927827597924?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6386891927827597924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6386891927827597924&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6386891927827597924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6386891927827597924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/kepunan-durian.html' title='Kepunan Durian'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7774359481021585027</id><published>2008-03-02T20:12:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:12:54.714-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Berkelahi   Malam Hari</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERASA dicuekin, Cik Amat pun mulai memasang strategi. Apalagi cucu satu-satunya, masih tetap digendong Siti, agar tidak lepas ke tangannya. Maklum sajelah, kalau Rianto sudah bermain dengan Cik Amat, bermacam kelakuan tak senonoh pun langsung keluar pada hari itu juga. Sehingga, Siti dan Sulaiman, tidak bakalan melepaskan anaknya kepada Cik Amat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Kalau mike nak bebual di belakang, pergi sajelah, tetapi, biarlah cucu aku itu bermain dengan aku,’’ kata Cik Amat, dengan telanjang dada, duduk diberanda rumahnya.  ‘’Celepak..! celepek..!’’ Cik Amat mengipas-ngipas badannya dengan baju singlet yang sudah berwarna kekuning-kuningan. &lt;br /&gt; ‘’Rianto belum tidur bah. Biarlah die tidur, nanti nangis pulak, dan mengacau orang bebuka,’’ sahur Siti dari dalam.&lt;br /&gt; ‘’Cu..! sinilah dekat atok,’’ teriak Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Atok ada permen isap-isap, sedap rasenya. Kesinilah Cu..! tak usah dengar cakap emak engaku tu,’’ pekik Cik Amat lagi. Bagai gayung bersambut, mendengar gula-gula Rianto langsung menggeliat dari pelukan emaknya dan berlari ke tempat Cik Amat. Melihat itu, terpengarahlah Sulaiman, Siti maupun Cik Minah. &lt;br /&gt; ‘’Sudahlah mak, bakalan kacau, kalau Rianto ketemu dengan abah,’’ kata Siti bercakap dengan emaknya. Cik Minah hanya menarik nafas panjang.&lt;br /&gt; ‘’Sudahlah Ti, lantak dielah, kalau itu yang membuat dirinya senang,’’ jawab Cik Minah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; SETELAH Rianto mendekati dirinya, Cik Amat pun langsung menyerahkan gula-gula isap kepada cucunya. &lt;br /&gt; ‘’Acih ya tok,’’ Rianto mengucapkan terimakasih kepada Cik Amat yang disambut dengan anggukan. Mendapat gula-gula, Rianto langsung mengajak datoknya bercakap-cakap, walaupun masih pelat.&lt;br /&gt; ‘’Atok..! abah ahi ‘ngan emak,’’ kata Rianto.&lt;br /&gt; ‘’Ape, abah engkau berkelahi dengan emak,’’ kata Cik Amat, yang disambut anggukan oleh Rianto sambil mengisap-isap gula-gula tangkai.&lt;br /&gt; ‘’Abah ahi ‘ngan mak, alam-alam. Abah ‘tas, emak awah,’’ tutur Rianto.&lt;br /&gt; ‘’Jadi abah engkau kelahi malam hari dengan emak engkau. Abah di atas, emak engkau dibawah,’’ Cik Amat berupaya menjelaskan ucapan Rianto. ‘’Ape emak engkau tidak nangis?’’ tanya Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Emak tak angis. Emak awe-awe!, emak ilang, bang..! bang..!’’ kata Rianto.&lt;br /&gt; Mendengar pembicaran Rianto dengan Cik Amat, Siti, Sulaiman dan emaknya Cik Minah hanya mengurut dada. &lt;br /&gt; ‘’Memanglah abah engkau tu. Tak usah engkau dengar Ti,’’ kata Cik Minah, membujuk anaknya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7774359481021585027?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7774359481021585027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7774359481021585027&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7774359481021585027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7774359481021585027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/berkelahi-malam-hari.html' title='Berkelahi   Malam Hari'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-1376132930841202849</id><published>2008-03-02T20:10:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:11:01.261-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Durian Jatuh  Dimakan Sudin</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH mendapatkan durian perai [gratisan, red], dengan wajah tersengeh-sengeh, Cik Amat pun mengengkol sepeda motor buntutnya, pergi berlalu di hadapan Akiong. Warga keturunan ini, dengan wajah yang masam dan memerah, melototi kepergian Cik Amat. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Sialan tu olangtua, sudah nak mampus pun masih pandai pulak berdemontrasi depan kita. Mimpi apelah oe semalam,’’ Akiong termenung memikirkan nasib sial yang dia terima hari itu.&lt;br /&gt; ‘’Rasa-rasanya aku tak adelah mimpi buruk,’’ gumamnya, sambil memegang durian. Orang bertanya berapa harga durian pun tidak dipedulikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Sementara Cik Amat, dengan kecepatan 30 kilometer per jam, mengendarai sepeda motornya menuju rumahnya di bengkong dengan membawa sebutir durian, pemberian dari Akiong. &lt;br /&gt; ‘’Saye bukan memeras. Cuma suara saje meninggi, lantas die ketakutan. Kemudian kenapa pulak die memberikan aku sebutir durian?’’ Cik Amat penuh tanda tanya. &lt;br /&gt;‘’Kalau memang sudah nasib beruntung ditambah pakai ilmu penjinak, cakap dikit saje orang sudah ketakutan,’’ guman Cik Amat. ‘’Kalaulah ilmu penjinak pemberian orang tue-tue ini bisa digunakan untuk menjinak bom, tentulah aku kaye raye,’’ Cik Amat bercakap-cakap sendirian. Matanya menerawang, melotot kedepan.&lt;br /&gt;Dan, Duk..!&lt;br /&gt;‘’Astaqfirullah..!  hampir saja aku terpelanting dari motor,’’ Cik Amat kaget, karena dia baru saja melanggar ‘’polisi’’ tidur tinggi yang melintang di tengah jalan, tidak berapa jauh dari rumahnya. Entah karena mendapatkan durian gratis, sehingga dirinya lupa ada polisi tidur di jalan dekat rumahnya. &lt;br /&gt;‘’Celaka. Betul-betul celaka. Memang engkau tak dapat dipercaya,’’ Cik Amat menyumpah di tengah-tengah jalan. &lt;br /&gt;‘’Ade ape pak Cik  merepet disiang hari,’’ tegur Nurbaya.&lt;br /&gt;‘’Ini gara-gara laki engkau menyemen jalan tingi betul, aku nyaris mampus dibuatnya,’’ gerutu Cik Amat. Belum habis kekesalannya,  setelah melanggar ‘’polisi’’ tidur, Cik Amat terkejut, karena durian yang dia gantung di belakang motornya hilang entah kemana. &lt;br /&gt; ‘’Cari  ape lagi Pak Cik?’’ tanya Nurbaya lagi.&lt;br /&gt; ‘’Durian aku hilang’’.&lt;br /&gt; ‘’Ape durian Pak Cik hilang.  Jadi…!’’ Nurbaya terpengarah&lt;br /&gt; ‘’Jadi ape Bayah..!&lt;br /&gt; ‘’Anak saya Sudin baru saje makan durian. Katanya dapat di tengah jalan,’’ terang Nurbaya. Mendengar itu, lemaslah lutut Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Betul cakap engkau tu Minah,’’ sahut Cik Amat langsung pergi mengaji. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-1376132930841202849?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/1376132930841202849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=1376132930841202849&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1376132930841202849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1376132930841202849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/durian-jatuh-dimakan-sudin.html' title='Durian Jatuh  Dimakan Sudin'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-3742462756743999265</id><published>2008-03-02T20:09:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:10:02.240-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Dilarang   Uhuk! Uhuk!</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BEBERAPA menit suasana menjadi hening. Cik Amat tidak mengeluarkan kata-kata. Sementara, Ko Heng dan Istrinya hanya perpandang-pandangan mata. Pertengkaran mulut antara Cik Amat dan Cik Minah, membuat Ko Heng dan Mei-mei merasa tidak nyaman berlama-lama berada di dalam rumah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena niat tulus untuk mendalami agama Islam, perasaan itu ditanamnya dalam-dalam, sehingga mereka berdua terus duduk terpaku di depan Cik Amat, yang masih kebingungan dengan sikap bininya itu. &lt;br /&gt; ‘’Eeh..! maaf ye, jangan kalian bedua ini ambil hati, melihat sikap Cik Minah engkau tu. Maklumlah, bini aku itu memang modelnya agak lain daripada yang lain. Bini aku sangatlah unik orangnya,’’ cerita Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Unik bagaimana Pak Cik?’’ tanya Ko Heng penasaran, tentang keunikan Cik Minah, yang selama ini orang tidak mengetahui. Sebab, Cik Minah itu memang terkenal suka usil dan tukang mengerumpi. &lt;br /&gt; ‘’Pokoknya uniklah. Kalau aku menceritakan semuanya, rasa tak baik pulak mencerita baik-buruk keluarga. Walaupun begitu, die itu istri aku juga, sudah dua puluh lima tahun kami menikah. Susah senang, kami lalui bersama,’’ kenang Cik Amat. ‘’Namun, supaya kalian jangan penasaran tentang keunikan istri aku itu, baiklah aku akan mencerita satu hal saje,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Terserah Pak Cik saja.’’ Jawab Ko Heng dan Mei-mei serentak.&lt;br /&gt; ‘’Bini aku itu, kalau mau tidur pasti membuang angin jahat dahulu. Kalau membuang angin, pasti menungging. Dan kalau tidur malam, selalu menangis. Itulah yang aku rasakan setiap malamnya. Tapi, itu pulak yang membuat lucunya,’’ tutur Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Baiklah, sampai dimana pembicaraan kite tadi. Kok melantur-melantur entah kemana,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Itu Pak Cik, tentang hal-hal yang dilarang selama bulan Ramadan, terutama pada siang hari,’’ tanya Ko Heng.&lt;br /&gt; ‘’Yang jelas,’’ kata Cik Amat. ‘’Hal-hal yang dilarang pada bulan Ramadan, terutama pada siang hari adalah, makan, minuman, berjudi, mengeluarkan perkataan tak senonoh, dan…’’ &lt;br /&gt; ‘’Dan ape lagi Pak Cik?’’ tanya Ko Heng penasaran.&lt;br /&gt; ‘’Dan Uhuk..! uhuk..! pada siang hari pada bulan ramadan ini. Hukumnya adalah, harus menggantikan puase dan membayar pidiah selama dua bulan berpuasa berturut-turut. Kalau bisa ditahan, janganlah melakukannya pada siang hari. Kalau pun hendak melakukan uhuk..! uhuk..! lakukanlah pada malam hari saja,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Baiklah Pak Cik, kami sudah menerima segala ilmu-ilmu agama. Mudah-mudahan dapat kami amalkan dan kami kerjakan,’’ tutur Ko Heng, yang langsung permisi meninggalkan rumah Cik Amat. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-3742462756743999265?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/3742462756743999265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=3742462756743999265&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/3742462756743999265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/3742462756743999265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/dilarang-uhuk-uhuk.html' title='Dilarang   Uhuk! Uhuk!'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-4647822531311332775</id><published>2008-03-02T20:07:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:08:59.547-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Demam Vibrator</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; AHYAR Tarempa beberapa hari ini tidak masuk kerja. Hal ini membuat Cik Amat runsing tak kepalang. Betapa tidak, semua pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh Ayar diperintahkan pak lurah harus ditangani oleh Cik Amat. Mulai dari mengurus surat masuk dan keluar, men-stempel, memberi nomor kartu keluarga, mengatar surat-menyurat, hingga menangani urusan lainnya, harus dilakukan oleh Cik Amat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebelumnya, pekerjaan itu dilakukan oleh Ahyat Tarempa tersebut. Namun apa boleh buat, karena kawan menderita sakit, pekerjaan itu iklas-tidak iklas, harus dikerjakan juga. &lt;br /&gt; ‘’Din, ape sakit Ahyar, kawan awak tu. Dah tiga hari tak baik-baik. Kate orang-orang zaman dahulu, kalau tige hari tak baik-baik berbahaya?’’ tanya Cik Amat kepada Udin Bengkalis, kawan satu rumah Ahyar.&lt;br /&gt; ‘’Entahlah Pak Cik. Saye pun tak mengerti ape penyakit yang idap budak Ahyar itu. Kalau pagi badannya panas. Siang-siang dikit, sejuk. Sekali-sekali menggigil, bergetar, macam demam vibrator, badannya begegar Pak Cik. Lepas itu haus, kepala pening, badan lemas, tidur pun dah payah,’’ cerita.  &lt;br /&gt; ‘’Amboi…! Amboi..! kalau mendengar cerita engkau tu Din, teruk sangat penyakit budak Ahyar tu. Cik..! Cik..! kasihan. Emak jauh, abah jauh, bini tak ade, jangan-jangan cewek pun tak ade. Kalau begitu memang teruk sangatlah Din?’’ kata Cik Amt penasaran. &lt;br /&gt; ‘’Itulah Pak Cik. Entah sakit ape pulak yang hidap budak Ahyar tu Kadang-kadang kasihan juga saya tengok. Nah pergi ke rumah sakit, duit tak ade pulak. Lain lagi kalau dah malam,’’ cerita Udin Bengkalis makin semangat.&lt;br /&gt; ‘’Nah, kalau malam macam mane pulak kejadiannya. Menggigilkah, vibrator kah, panas dingin atau ape?’’ Cik Amat semakin penasaran mendengar cerita Udin, tentang penyakit kawan sepekerjanya itu. &lt;br /&gt; ‘’Kalau malam Pak Cik.’’&lt;br /&gt; ‘’Iye, kalau malam macam mane?’’&lt;br /&gt; ‘’Kalau malam, die duduk berselimput di depan jendela rumah, memandang langit-langit yang hitam. Menung pun bukan sekejab, lame Pak Cik. Kadang-kadang sampai berjam-jam, tak tidur-tidur sampai pagi. Lepas itu baru tidur, itu pun sebentar,’’ jelas Udin.&lt;br /&gt; ‘’Waktu die menung-menung tu, apakah bercakap sendirian, atau tersengeh-sengeh sendirian?’’ Cik Amat terus bertanya. &lt;br /&gt; ‘’Karena dia menung sendirian, takut terjadi ape-ape, saya pun tidak bisa tidur. Paling-paling tidur-tidur ayam saje. Nah, saye tengok, saya dengar di keheningan malam itu, tidak pulak die bercakap sendirian, atau tersengeh-sengeh. Biase saje Pak Cik. Cuma mungkin niat hendak bermenung,’’ Udin Bengkalis mencerita semua perihal kawan satu kamarnya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-4647822531311332775?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/4647822531311332775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=4647822531311332775&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4647822531311332775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4647822531311332775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/demam-vibrator.html' title='Demam Vibrator'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-8769284070255797139</id><published>2008-03-02T19:54:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:55:08.003-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Demam Kure-kure (2)</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; CIK Amat berpikir tentang penyakit kawan satu kantornya itu. Kalau lihat dari gejalanya, badan panas, lepas sejuk. Kemudian, badannya bergetar seperti vibrator. Kalau dikatakan demam vibrator.&lt;br /&gt; ‘’Penyakit ape pulak demam vibrator tu. Apa memang ada penyakti baru yang menyerang kite sekarang ini?’’ tanya Cik Amat lagi kepada Udin Bengkalis, yang sekali-kali mengecap surat-surat yang hendak diteken Pak Lurah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Entahlah Pak Cik. Yang saye tengok macam itulah gejalanya,’’ jelas Udin.&lt;br /&gt; ‘’Din..! din…!’’&lt;br /&gt; ‘’Iye Pak Cik.’’&lt;br /&gt; ‘’Aku rase budak Ahyar itu kena penyakit kure-kure tak?’’’&lt;br /&gt; ‘’Ape Pak Cik! Penyakit kure-kure! Mak… lebih teruk lagi dari penyakit demam vibrator tu,’’&lt;br /&gt; ‘’Iye Din.’’&lt;br /&gt; ‘’Jangan nak merapek Pak Cik,’’ ketus Udin. &lt;br /&gt; ‘’Engkau ni macam tak percaya cakap orang tue.’’ &lt;br /&gt;‘’Bukan tak percaya Pak Cik. Mane kan ade demam kure-kure, sebab Ahyar tidak pernah makan kure-kure. Kalau di Jawa sekarang ini tengah heboh penyakit antraks yang disebabkan mengkonsumsi daging yang terkena virus antraks. Nah penyakit kure-kure ini, tentulah disebabkan oleh binatang kure-kure, yang kate orang adalah labi-labi. Sumpah lillah, kami tak pernah makan daging kure-kure,’’ jelas Udin, balik penasaran mendengar penuturan Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Lagi pulak Pak Cik. Inikan bulan puasa, bulan yang dimuliakan oleh Allah, jadi tak baik memakan, makanan yang tak jelas seperti kure-kure itu Pak Cik,’’ ungkap Udin.&lt;br /&gt;‘’Penyakit kure-kure itu Din, bukan disebabkan mencekik-kedarah kure-kure ninja,’’ jelas Cik Amat, dengan nada mulai meninggi.&lt;br /&gt;‘’Jadi disebabkan oleh ape Pak Cik?’’&lt;br /&gt;‘’Kure-kure itu, kate orang tue-tue adalah penyakit demam menggigil itulah. Nah, kate para ahli kesehatan sekarang ini.’’&lt;br /&gt;‘’Amboi cakap meninggi, dan berhasa Indonesia nampaknya,’’ timpal Udin, tersengah.&lt;br /&gt;‘’Bukan meninggi, cume menjelaskana penyakit. Nah, kate para ahli kesehatan, penyakit kure-kure itu adalah demam malaria yang disebabkan oleh nyamuk. Obatnya adalah pil Kina yang pahit, yang kelat,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Oh..! penyakit malaria, bilang dari tadi. Kalau begitu biarlah saye belikan Pil Kina, biar budak Ahyar cepat sembuh, bise puase. Dosa dah banyak pun?’’ kata Udin Bengkalis.&lt;br /&gt;‘’Ayolah, saye pun belum sempat nak tengok. Mari kita pergi bersama-sama,’’ kata Cik Amat, yang langsung pergi bersama Udin ke rumah Ahyar. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-8769284070255797139?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/8769284070255797139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=8769284070255797139&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8769284070255797139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8769284070255797139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/demam-kure-kure-2.html' title='Demam Kure-kure (2)'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7723967742947451345</id><published>2008-03-02T19:53:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T19:53:54.809-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Dada Tak   Busung</title><content type='html'>Celoteh Ramadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUDAH hampir dua jam Cik Minah berdiri tercacak tegak, dekat pintu gerbang masuk kantor Kecamatan Batuampar. Dua laki-bini ini begitu setia menunggu giliran mengurus kartu kuning, dan persyaratan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali dengan selendang kuning keemasan, Cik Minah menyeka keringat yang keluar sebesar biji jagung, bergulir di pipi, menggerintil di kening kiri dan kanannya. Begitu juga Cik Amat, tata letak kopiahnya berwarna agak kekuning-kuningan sudah tak beraturan lagi. &lt;br /&gt;Langkah Cik Amat dan Cik Minah, beringsut-ingsut seperti siput bangkong, menuju ruang pelayanan. &lt;br /&gt;‘’Sudahlah Minah, batalkan saje niat engkau tu nak menjadi pegawai negeri. Aku sudah letih berdiri, keringat pun sudah mencucur macam hujan saje. Kalau begini terus, bise bebuka aku nantinya,’’ gerutu Cik Amat kepada bininya. &lt;br /&gt;‘’Baru berdiri sekejab saje, abang sudah letoi. Kalau letih pergi duduk bawah pohon itu, biar aku tegak sendirian. Bise pun aku mengurus sendiri,’’ jawab Cik Minah ketus, sambil menunjukan sebatang pohon rindang yang berdiri gagah di depan kantor Camat Batuampar. &lt;br /&gt;‘’Tak kuasa bertengkar di bulan Ramadan, Cik Amat pun terpaksa mendampingi istrinya, walaupun dalam hatinya menggeurut. ‘’Aduh..! batallah puase aku hari ini. Minah-minah,’’ katanya dalam hati. &lt;br /&gt;Jam tangan sudah menunjukkan pukul 12.30 siang, barulah giliran Cik Minah mendapatkan pelayanan administrasi. Sesampai di ruang pelayanan, alangkah terkejutnya Cik Amat, melihat Pak Camat yang begitu mereka kenal, berdiri dengan gagahnya di belakang pegawainya.&lt;br /&gt;‘’Engaku tengok Minah, Pak Camat ade disitu, malu aku Minah. Pasti die itu mengejek aku nantinya. Batalkan saje niat engkau tu,’’ kata Cik Amat menarik tangan bininya. Tapi, karena sudah niat harus di jalankan, Cik Minah pun langsung saja menyelonong ke depan pegawai. &lt;br /&gt;‘’Oi Cik Amat, nak ngurus ape?’’ pekik Pak Camat. &lt;br /&gt;‘’Tak adelah?’’&lt;br /&gt;‘’Itu bini Cik Amat nak mengurus kartu kuning, nak melampar menjadi pegawai negeri ke?’’ tanya Pak Camat lagi.&lt;br /&gt;‘’Entallah,’’ sahut Cik Amat malu.&lt;br /&gt;‘’Dah tue lesut pun nak menjadi pegawai. Orang mencari pegawai yang bedelau, kening mengkilat, dade busung ke depan, bukan badan seperti papan. Macam Cik Minah itu, kalau dikasih bedak  dan gincu tak lengket. Kik…kik…’’ pak Camat tertawa terkekeh-kekeh. Dengan muke merah, Cik Amat langsung menarik tangannya dan pergi meninggalkan kantor Camat. &lt;br /&gt;‘’Sudah aku cakap engkau, pasti pak camat mengejek aku. Khan, malu aku dibuatnya?’’ kata Cik Amat langsung pergi. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7723967742947451345?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7723967742947451345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7723967742947451345&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7723967742947451345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7723967742947451345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/dada-tak-busung.html' title='Dada Tak   Busung'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-9047586282078131005</id><published>2008-03-02T19:52:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T19:52:39.709-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Cik Minah   Cerita UMK</title><content type='html'>Celoteh Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SEUSAI salat tarawih, dengan berjalan terhegeh-hegeh, Cik Minah terburu-buru pulang ke rumah, menjumpai suaminya Cik Amat, yang juga baru pulang dari masjid dekat rumahnya.&lt;br /&gt; ‘’Bang oi..! tadi saye mendengar cerita budak-budak tu, masjid,’’ tegur Cik Minah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Cerita tentang ape pulak yang engkau dapat. Baru saje kita mendengar ceramah dari pak ustazd. Selama bulan Ramadan ini kita mendengar yang baik-baik sajelah. Kalau ade cerita yang sifatnya merusak, mencompek-compek pahala puasa kita lebih baik tak usah didengarkan,’’ kata Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Bagus engkau bikin aku kopi, itu lebih baik, besar pahalanya karena telah melayani suami dengan baik,’’ tutur Cik Amat lagi.&lt;br /&gt; ‘’Ini cerita baik bang. Budak-budak di masjid itu bercerita tentang u-em-ka. Kate mereka-mereka itu bang e-em-ka bakalan naik. Mantap tu bang,’’ cerita Cik Minah semangat.&lt;br /&gt; ‘’Apenya yang mantap.’’&lt;br /&gt; ‘’Kitelah yang mantap. Kalau u-em-ka naik, kita bise mengurangi biaya pengeluaran,’’ ujar Cik Minah semakin semangat.&lt;br /&gt; ‘’Ape engkau tahu, ape itu u-em-ka?’’ tanya Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Kate budak-budak di masjid itu, u-em-ka itu adalah singkatan dari uang makanan kantor. Arti, uang makanan kantor abang akan naik,’’ papar Cik Minah lagi, sambil mengadukaduk air kopi suaminya. Lalu, dia menyodorkan segelas kopi kepada Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Selain itu bang. Budak-budak itu juga menyebut-nyebut Apindo bang.’’&lt;br /&gt; ‘’Ape pulak Apindo itu Minah. Engkau banyak tahu hal-lah.’’&lt;br /&gt; ‘’Nah, masih menurut budak-budak tu bang. Katanye, Apindo itu kepajangan dari Anggota Pegawai Indonesia. Abang kan walaupun hanya seorang staf umum di keluarahan Bengkong Laut ini, kan termasuk anggota pegawai Indonesia. Jadi uang makan kantor anggota  pegawai Indonesia [u-em-ka apindo] naik kan bang,’’ papar Cik Minah.&lt;br /&gt; ‘’Minah..! minah..! itu yang aku cakapkan, jangan terlalu banyak mendengarkan hal-hal yang bisa meracuni pemikiran engkau tu. Engkau macam tak tahu saje, aku ini pegawai negeri rendahan. Kepangkatan aku saje hanye golongan I-B, entah termasuk eselon berape, jadi taklah mungkin u-em-ka apindo tu naik,’’ jelas Cik Amat.&lt;br /&gt; ‘’Jadi tak adelah kenaikan gaji abang tu?’’&lt;br /&gt; ‘’Tidaklah…. Pegawai negeri naik gaji, kalaupun naik pangkat. Kalau pangkat aku tak naik-naik, manekan gaji naik. Sudahlah Minah, bagus engkau tadarus, mengaji biar tambah pahala. Kite ini sudah tue, tak usah memikirkan u-em-ka apindo lagi,’’ kata Cik Amat, yang dianggukan oleh Cik Minah. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-9047586282078131005?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/9047586282078131005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=9047586282078131005&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9047586282078131005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9047586282078131005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/cik-minah-cerita-umk.html' title='Cik Minah   Cerita UMK'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-4902221096154324748</id><published>2008-03-02T19:50:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:51:34.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Beli Durian</title><content type='html'>Celoteh Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUT..! Put…! Cik Amat menghentikan sepeda motor buntut model tahun 70-an, tepat di depan penjual durian yang berada di pinggir jalan. Turun dari sepeda motornya, Cik Amat langsung membelek-belek (melirik-lirik) beberapa jenis durian.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Ini dulian asli Bangkok,’’ terang Akiong si penjual durian di tepi jalan.&lt;br /&gt; ‘’Kalau dulian Bangkok harganya 7.800 per kilogram. Kalau dulian Malasyia harganya mahal dikit,  sembilan ribu rupiah per kilogram. Bapak mau yang mana,’’ kata Akiong lagi. &lt;br /&gt; ‘’Dulian ini paling enak pak, apalagi bulan puasa, bisa bikin bubur kacang hijau campur dulian, di makan berbuka,’’ Akiong makin memperjelas keenakan buah dulian.&lt;br /&gt; ‘’Selain itu Pak. Dulian Bangkok ini isinya bulat mengkilat, ada ujungnya, tidak lembek, kalau dipegang masih kenyal. Kalau dibikin bubur Pak, waduh isinya tidak lontoklah,’’ tambah Akiong. &lt;br /&gt; ‘’Tak usaha engkau jelaskan tentang durian. Aku ini sudah berumur 60 tahunan, tentu lebih banyak aku makan durian daripada engkau. Mungkin sekarang ini engkau makan durian, karena engkau berjualan,’’ tutur Cik Amat dengan ketus, karena telinganya sudah pekak mendengar penjelasan Akiong, ditambah lagi aroma durian yang menyengat hidung. Bulan puasa lagi, bagaimana rasanya menahan lapar dan haus setelah mencium bau durian tersebut.&lt;br /&gt; ‘’Jadi! Bapak ini mau beli atau tidak?’’ tanya Akiong lagi.&lt;br /&gt; ‘’Engkau ini asyik nak memekak saje. Iyelah, aku nak beli isi durian Tanjungbatu, atau durian Bengkalis, berapa satu kilo?’’&lt;br /&gt; ‘’Hai ya..! bapak ini bagaimanalah.. oe hanya menjual dulian Malaysia dan Bangkok, dulian Tanjungbatu tak ada lah..!’’&lt;br /&gt; ‘’Awak itulah, tak cinta dengan buah-buah sendiri, asyik nak menjual punya orang. Yang kaye, khan petani Malaysia dan Bangkok, petani kite miskin semue, karena mike tak mau membeli dan menjualnya,’’ ungkap Cik Amat dengan suara melengking, dengan tangannya menunjuk-nunjuk muka Akiong.&lt;br /&gt; Mendengar suara Cik Amat yang keras, beberapa pengendara motor dan orang-orang yang berjalan kaki langsung berhenti, mendekati Cik Amat. Akibatnya, suasana menjadi ramai, jalan pun menjadi macet. Klakson kendara, bunyi knalpot pun memekakan telinga.&lt;br /&gt; ‘’Ada apa ini…! Ada apa ini..! tanya orang-orang yang berhenti. Cik Amat dan Akiong menjelaskan perihal yang menyebabkan mereka bertengkar. &lt;br /&gt; ‘’Bagi sajelah durian satu butir kepada orangtua ini Pak Akiong. Anggarap saja bersedekah pada bulan puasa,’’ ungkap seseorang.&lt;br /&gt; ‘’Nah, betul capak awak tu nak,’’ kata Cik Amat. Dengan berat hati, Akiong pun memberi sebiji durian kepada Cik Amat. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-4902221096154324748?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/4902221096154324748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=4902221096154324748&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4902221096154324748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4902221096154324748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/beli-durian.html' title='Beli Durian'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-5079746871187498829</id><published>2008-03-02T19:47:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:50:47.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh'/><title type='text'>Baju Mertua</title><content type='html'>Celoteh Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju baru, Alhamdulillah&lt;br /&gt;Dipakai dihari raya&lt;br /&gt;Tak punya pun tak apa-apa&lt;br /&gt;Masih ada baju mertua...!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kik…! Kik..!’’ Cik Amat tertawah terkekeh-kekeh, karena mendendangkan sebait lagu yang dipelesetnya sendiri.&lt;br /&gt;‘’Baju mertua…! Mertua aku sudah pada masuk ke liang lahat. Atau ada baju mertua yang baru. Mantap jugak,’’ Cik Amat berkata-kata sendirian, duduk terjuntai di belakang rumahnya. Rupa-rupanya, secara diam-diam Cik Minah menguping yang menjadi pembicaraan Cik Amat. &lt;br /&gt;‘’Ehem..!’’ Cik Minah memberikan isyarat. Hal ini membuat Cik Amat terperanjat.&lt;br /&gt;‘’Engkau ni apelah Minah, tekejut aku dibuatnya. Untung aku tak sakit jantung,’’ kata Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Amboi..! amboi..! bukan main senang nampak hati. Masih hidupkan cucakrowa sehingga ingin mencari mertua yang baru,’’ ungkap Cik Mina, sambil menyinsing lengan bajunya, seperti hendak mengajak berantam.&lt;br /&gt;‘’Eeh..! menguping jugak engkau ye. Bulan Ramadan itu, tidak boleh menguping pembicaraan orang. Telinge itu digunakan untuk mendengar hal yang baik-baik saje. Ini orang bercakap-cakap sendirian engkau tanggapi,’’ jelas Cik Amat berusaha menenangkan istrinya. &lt;br /&gt;‘’Hei bang, bukan soal menanggapi ape yang abang cakap tu, tapi menyinggung perasaan saye. Emak-bapak saye dah meninggal, abang bikin lagu pelesetan. Bukannya mengirimkan doa untuk mereka berdua, eh malah dibuat main-main. Kuwalat baru tahu rasa abang,’’ Cik Minah &lt;br /&gt;‘’Iyelah Minah sayangku, manis ku, intan ku. Aku minta maaf dan minta ampunlah, kalau menyinggung perasaan adinda sayang,’’ Cik Amat minta maaf dengan menyembahkan kedua tangannya kepada istrinya. &lt;br /&gt;‘’Bukan minta ampun kepada saye, tapi kepada abah dan emak saye, karena abang telah mempermainkan mereka,’’ ungkap Cik Minah lagi.&lt;br /&gt;‘’Iyelah, nanti waktu aku melakukan salat, aku kirimkan doa kepada kedua mertu aku itu. Jangan khawatirlah,’’ ujar Cik Amat.&lt;br /&gt;‘’Terserah awaklah abang,’’ jawab Cik Minah langsung pergi meninggalkan lakinya yang tengah duduk berleha, menunggu beduk berbuka puasa. *** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-5079746871187498829?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/5079746871187498829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=5079746871187498829&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5079746871187498829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5079746871187498829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/03/baju-mertua.html' title='Baju Mertua'/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-8811191331615238193</id><published>2008-02-29T22:10:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T22:11:09.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'></title><content type='html'>* Perjalanan Juara  ‘Kojek’ ke Singapura-Kuala Lumpur&lt;br /&gt;Naik Cable Car, Hingga Pertunjukkan Laser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melelahkan. Mungkin itulah yang dirasakan oleh sang juara Kontes Jingle Susu Cap Enaak, Gladis Citra Berliana. Setelah naik panggung di Pekanbaru, terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat, sorenya langsung berangkat ke Singapura. Menikmati hadiah kemenangan. Inilah catatan perjalanan Gladis bersama tim Kojek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH mendarat di Hang Nadim Batam, rombongan finalis Kontes Jingle Susu  Cap Enaak dari Batam-Kepri, ditambah produser dari Pekanbaru, dan pihak sponsor Susu Cap Enaak dari Jakarta, langsung beristirahat sebentar. Begitu juga Gladis, yang baru saja menjadi juara pertama diajang kontes ini.&lt;br /&gt;Gladis yang masih berstatus pelajar kelas VI di salah satu Sekolah Dasar di Bata mini, tidak bisa berisirahat panjang. Sebab, tiket perjalanan dirinya bersama sang ibu sudah menunggu pukul 15.30 WIB melalui ferri Batam Centre menuju Singapura. &lt;br /&gt;Hampir satu jam perjalanan menuju ke Singapura, ferri yang tumpangi Gladis dan rombongan langsung bersandar di pelabuhan internasional Harbour Front City Singapura. Setelah melalui imigrasi, rombongan langsung menuju ke Sentosa, dengan menggunakan cable car –alias kereta gantung--.&lt;br /&gt;Gladis dan rombongan produser dari Batam, Pekanbaru dan sponsor dari Jakarta, menikmati pemandangan Singapura dari dalam kereta gantung selama beberapa menit. Moment seperti ini tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Mereka yang baru pertama kali menikmati pemandangan seperti ini, langsung mengeluarkan kamera digital. ‘’Klik’’ bunyi flash kamera berbunyi, beriringi sinar lampu keluar.&lt;br /&gt;Begitu juga ketika sampai di Sentosa. Berbagai pemandangan seperti bangunan, image singapura, dan pantung lion raksasa menjadi background Gladis Citra Berliana bersama ibunya. &lt;br /&gt;Sayangnya, hati sudah gelap, sehingga mereka-mereka tidak dapat menikmati memandang Singapura dari atas kepala Singa, yang menjadi patung kebanggaan warga Singapura, yang dapat menyedot perhatian jutaan wisatawan dari berbagai Negara. Termasuk rombongan Kojek.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 19.00 waktu Singapura, pemandu perjalanan pun mengajak kami menyantap makan malam. Setelah itu, pemandu mengajak kami untuk menonton song the sea dan pertunjukkan laser yang sudah digarap pengelola Sentosa untuk menyerap pengunjung lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;Setelah makan, pemandu langsung mengantarkan kami ke tepi laut. Disana sudah duduk dengan rapi ribuan penonton yang akan menikmati pertunjukkan tersebut.  Ribuan penonton pertunjukan Musical Fountain di tepi pantai, diawali dengan penampilan opera. Mereka menyanyikan lagu-lagu mandarin, bolywood, lagu melayu, diiringi musik dengan kekuatan ribuan watt.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan mSIK terdengar lembut, cahaya laser pun bergerak pelan di antara pancuran air muncrat. Cahaya merah, kuning, biru dan hijau seolah membentuk gambar ikan, cumi-cumi. Musik pun berubah cepat seiring dengan laser yang bergerak cepat pula membuat beraneka bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat lambat, cepat dan melambat lagi. Cahaya pun dengan setia mengikutinya. Lebih dari satu setengah jam, ketika tiba - tiba musik orchresta menyentak dengan megah. Dari dua mata patung Singa Marlion yang berdiri kokoh di belakang keluar cahaya hijau terang. Cahaya itu berpendar dari kiri, tengah, kanan.&lt;br /&gt;Menunduk pelan seiring musik yang mulai melambat, tetapi ketika musik kembali keras, mata itu kembali memancar dan cahaya kembang api memendar di mana-mana di tengah kelamnya langit malam. Dan moment seperti ini tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Lalu ‘’Klik’’, sekali lagi kamera digital mengabadikan.&lt;br /&gt;Selesai menonton pertunjukan sinar laser, rombongan  kembali ke hotel yang terletak di kawasan Geylang untuk perjalanan menuju Kuala Lumpur, Malaysia besok harinya. Tetapi, sebelum tiba di hotel, pemandu perjalan mengajak kami ke Jalan Mustafa Singapura, untuk berbelanja (shopping) sambil memperkenalkan kalau kawasan ini ramai dikunjungi oleh orang India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-8811191331615238193?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/8811191331615238193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=8811191331615238193&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8811191331615238193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8811191331615238193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/perjalanan-juara-kojek-ke-singapura_6456.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-9158365776039634805</id><published>2008-02-29T22:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T22:08:53.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'></title><content type='html'>* Perjalanan Juara  ‘Kojek’ ke Singapura-Kuala Lumpur&lt;br /&gt;Lewat Lebuh Raya, Istirahat Minum Teh Tarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas menikmati pertunjukkan laser dan pergi ke Jalan Mustafa Singapura, rombongan produser Kontes Jingle Susu Cap Enaak dan pemenangnya, langsung melakukan istirahat di salah satu hotel kawasan Geylang. Karena, besok pukul 09.00 waktu Singapura atau pukul 08.00 waktu Indonesia, rombongan akan segera berangkat ke Kuala Lumpur Malaysia dengan menggunakan travel. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEPAT Waktu. Inilah pelajaran yang harus kita tiru kepada orang-orang Singapura. Driver dan pemandu perjalanan yang mengantarkan kami ke Kastam Singapura –Imigrasi Singapura—sudah menunggu pukul 08.00 (pukul 07.00 WIB) untuk pergi mencari sarapan dan langsung menuju ke perbatasan Singapura-Johor Bahru Malaysia. &lt;br /&gt;Kami dibawa ke rumah makan Melayu, yang pemiliknya adalah orang-orang dari  Sumatera Barat –Padang--. Pagi itu, sarapan ada lontong sayur, kolak, goreng pisang, dan segala macam kue. Salah seorang pekerja yang enggan namanya disebut mengaku berasal dari Padang. Dirinya sudah empat tahun tinggal di Singapura, setelah lama bekerja di Batam. Logat bahasanya pun sudah tidak terdengar lagi Padang, tetapi sudah menjadi orang Melayu Singapura.&lt;br /&gt;Usai sarapan, rombongan langsung menuju ke imigrasi keberangkatan Singapura untuk masuk ke Johor Bahru Malaysia. Pemandu perjalanan, memeriksa kelengkapan keimigration. ‘’Di depan Kastam nanti, bapak-bapak dan ibu-ibu jangan rase takut, bawa senyum saje ya,’’ katanya menerangkan.&lt;br /&gt;Menurutnya, sudah banyak kejadian diperbatasan ini. Ada yang ditolak, ada yang diperiksa barangnya hingga satu per satu. Singapura kayaknya memperketat orang keluar masuk dari dan ke Johor Bahru, Malaysia.&lt;br /&gt;Sesampainya di Johor, rombongan tidak langsung melakukan perjalanan dengan menggunakan bus yang sama, tetapi harus bertukar dengan mobil berasal dari Malaysia. Dan kami pun mendapatkan seorang driver sekaligus pemandu perjalanan bernama Zainuddin. Kami akrab memanggilnya bang Zai. Seorang perokok berat dan peminum kopi, yang akan membawa kami berkeliling di Kuala Lumpur nantinya.&lt;br /&gt;Namun, sebelum sampai ke KL, kami harus melewati jalan lebuh raya –jalan tol—sepanjang ratusan kilometer yang menghubungkan kota Johor Bahru ke Kuala Lumpur. Sepanjang perjalanan, kita hanya melihat pemandangan perkebunan kelapa sawit yang hijau, dan berhenti di tempat peristirahatan setelah beberapa jam perjalanan. &lt;br /&gt;Johor Bahru-Kuala Lumpur ditempuh dengan waktu perjalanan enam jam, tetapi tidak seorang pun dari peserta yang merasa pusing atau pun mabuk. Karena supirnya membawa kendaraan dengan kecepatan 90 km/jam, tidak ugalan-ugalan, tidak ngebut dan tidak berbicara. &lt;br /&gt;Selama perjalanan kami berhenti di tempat peristirahat sebanyak dua kali. Kesempatan ini selalu dimanfaatkan teman-teman untuk minum teh tarik, kopi tarik dan merokok bebas. Sebab di Singapura, bagi yang perokok berat akan merasa tersiksa, karena peraturannya begitu ketat, dan tidak semua tempat bisa jadikan lokasi merokok. &lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-9158365776039634805?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/9158365776039634805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=9158365776039634805&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9158365776039634805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9158365776039634805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/perjalanan-juara-kojek-ke-singapura_7846.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6923019252676940804</id><published>2008-02-29T22:04:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T22:07:21.743-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>* Perjalanan Juara  ‘Kojek’ ke Singapura-Kuala Lumpur&lt;br /&gt;Naik Cable Car, Hingga Pertunjukkan Laser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melelahkan. Mungkin itulah yang dirasakan oleh sang juara Kontes Jingle Susu Cap Enaak, Gladis Citra Berliana. Setelah naik panggung di Pekanbaru, terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat, sorenya langsung berangkat ke Singapura. Menikmati hadiah kemenangan. Inilah catatan perjalanan Gladis bersama tim Kojek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH mendarat di Hang Nadim Batam, rombongan finalis Kontes Jingle Susu  Cap Enaak dari Batam-Kepri, ditambah produser dari Pekanbaru, dan pihak sponsor Susu Cap Enaak dari Jakarta, langsung beristirahat sebentar. Begitu juga Gladis, yang baru saja menjadi juara pertama diajang kontes ini.&lt;br /&gt;Gladis yang masih berstatus pelajar kelas VI di salah satu Sekolah Dasar di Bata mini, tidak bisa berisirahat panjang. Sebab, tiket perjalanan dirinya bersama sang ibu sudah menunggu pukul 15.30 WIB melalui ferri Batam Centre menuju Singapura. &lt;br /&gt;Hampir satu jam perjalanan menuju ke Singapura, ferri yang tumpangi Gladis dan rombongan langsung bersandar di pelabuhan internasional Harbour Front City Singapura. Setelah melalui imigrasi, rombongan langsung menuju ke Sentosa, dengan menggunakan cable car –alias kereta gantung--.&lt;br /&gt;Gladis dan rombongan produser dari Batam, Pekanbaru dan sponsor dari Jakarta, menikmati pemandangan Singapura dari dalam kereta gantung selama beberapa menit. Moment seperti ini tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Mereka yang baru pertama kali menikmati pemandangan seperti ini, langsung mengeluarkan kamera digital. ‘’Klik’’ bunyi flash kamera berbunyi, beriringi sinar lampu keluar.&lt;br /&gt;Begitu juga ketika sampai di Sentosa. Berbagai pemandangan seperti bangunan, image singapura, dan pantung lion raksasa menjadi background Gladis Citra Berliana bersama ibunya. &lt;br /&gt;Sayangnya, hati sudah gelap, sehingga mereka-mereka tidak dapat menikmati memandang Singapura dari atas kepala Singa, yang menjadi patung kebanggaan warga Singapura, yang dapat menyedot perhatian jutaan wisatawan dari berbagai Negara. Termasuk rombongan Kojek.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 19.00 waktu Singapura, pemandu perjalanan pun mengajak kami menyantap makan malam. Setelah itu, pemandu mengajak kami untuk menonton song the sea dan pertunjukkan laser yang sudah digarap pengelola Sentosa untuk menyerap pengunjung lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;Setelah makan, pemandu langsung mengantarkan kami ke tepi laut. Disana sudah duduk dengan rapi ribuan penonton yang akan menikmati pertunjukkan tersebut.  Ribuan penonton pertunjukan Musical Fountain di tepi pantai, diawali dengan penampilan opera. Mereka menyanyikan lagu-lagu mandarin, bolywood, lagu melayu, diiringi musik dengan kekuatan ribuan watt.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan mSIK terdengar lembut, cahaya laser pun bergerak pelan di antara pancuran air muncrat. Cahaya merah, kuning, biru dan hijau seolah membentuk gambar ikan, cumi-cumi. Musik pun berubah cepat seiring dengan laser yang bergerak cepat pula membuat beraneka bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat lambat, cepat dan melambat lagi. Cahaya pun dengan setia mengikutinya. Lebih dari satu setengah jam, ketika tiba - tiba musik orchresta menyentak dengan megah. Dari dua mata patung Singa Marlion yang berdiri kokoh di belakang keluar cahaya hijau terang. Cahaya itu berpendar dari kiri, tengah, kanan.&lt;br /&gt;Menunduk pelan seiring musik yang mulai melambat, tetapi ketika musik kembali keras, mata itu kembali memancar dan cahaya kembang api memendar di mana-mana di tengah kelamnya langit malam. Dan moment seperti ini tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Lalu ‘’Klik’’, sekali lagi kamera digital mengabadikan.&lt;br /&gt;Selesai menonton pertunjukan sinar laser, rombongan  kembali ke hotel yang terletak di kawasan Geylang untuk perjalanan menuju Kuala Lumpur, Malaysia besok harinya. Tetapi, sebelum tiba di hotel, pemandu perjalan mengajak kami ke Jalan Mustafa Singapura, untuk berbelanja (shopping) sambil memperkenalkan kalau kawasan ini ramai dikunjungi oleh orang India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6923019252676940804?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6923019252676940804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6923019252676940804&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6923019252676940804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6923019252676940804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/perjalanan-juara-kojek-ke-singapura_29.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-4709005343911305380</id><published>2008-02-29T22:02:00.001-08:00</published><updated>2008-02-29T22:02:41.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'></title><content type='html'>* Perjalanan Juara  ‘Kojek’ ke Singapura-Kuala Lumpur&lt;br /&gt;Sore di Putra Jaya dan Pagi ke Genting Higland &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah perjalan selama enam jam. Rombongan the winner Kontes Jingle Susu Cap Enaak dan para produser dari Pekanbaru, Batam dan Jakarta, tiba di Kawasan Putra Jaya. Waktu menunjukkan pukul 16.30 waktu Malaysia, sehingga rekan-rekan pun sempat melaksanakan Salat Ashar di Masjid Putra Jaya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara rekan-rekan yang lainnya berkeliling-keliling di pusat pelayanan pemerintahan Malaysia. Kawasan ini sangat unik dan bangunan yang didesain dengan modern, dan lampu penerangan jalannya. Kesempatan ini pun tidak dibiarkan berlalu begitu saja. ‘’Klik’’, sekali lagi bliz camera digital, kamera handphone menyala. &lt;br /&gt;Kawasan Putra Jaya, menurut Zainuddin, driver sekaligus pemandu perjalanan di bangunan oleh Kerajaan Malaysia untuk mengurangi tingkat kepadatan penduduk di Kuala Lumpur, sehingga beberapa intansi pemerintah yang selama ini berkantor di Kuala Lumpur kini sudah berkantor di Putra Jaya, yang memiliki kawasan ratusan hektar. Tidak hanya mengurangi kepadatang penduduk, pembangunan kawasan baru ini juga mengurangi kemacetan lalu lintas, ketika pulang kerja. Zainuddin menjelaskannya sambil minum teh tarik di tepi danau dekat Masjid Putra Jaya. &lt;br /&gt;Setelah berada di kawasan Putra Jaya selama satu jam, rombongan langsung berangkat menuju Kuala Lumpur untuk melihat-lihat twin tower –Petronas--. Memang di dalam rombongan itu, ada beberapa teman-teman belum pernah melihat secara dekat Petronas, yang katanya menara tertinggi di asia saat ini.&lt;br /&gt;Kami diberi waktu hanya tiga jam berada di kawasan ini, selain singkatnya waktu, rombongan juga sudah merasa kelelahan, seharian perjalanan. Usai berfoto-foto, dan shopping di KLCC, merupakan mall terbesar di Kuala Lumpur, rombongan langsung menuju hotel Ova, Malaysia.&lt;br /&gt;Hotel tempat kami menginap, terletak di kawasan kota Kuala Lumpur, sehingga pada malam harinya beberapa orang rekan masih sempat berkeliaran mencari makan, minum, dan melihat-lihat di kawasan ini.&lt;br /&gt;Pada pagi harinya, rombongan kembali diajak menuju Genting Higland, yang selama ini dikonotasikan sebagai kawasan perjudian terbesar. Tetapi sebelum ke Genting, rombongan diajak makanan khas melayu. Enaak, terasa makan di kampong halaman. &lt;br /&gt;Untuk sampai ke Genting Higland dan kawasannya, dapat ditempuh dengan dua jalur yaitu dengan kereta gantung dan mobil. Tetapi, untuk asyiknya rombongan naik kereta gantung  dengan ketinggi 2.000 meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;Dada berdebar ketika berada di kereta gantung ini. Melihat ke bawah rasanya tak sanggup, mengingat ketinggiannya yang lumayan membuat jantung berdegup kencang. “Kaki saya menjadi dingin, dan tangan mengeluarkan keringat dingin,’’ begitulah ungkapan Novi Sundari, produer Kojek dari Jakarta mengungkapkan perasaannya.&lt;br /&gt;Di lokasi wisata ini, pengunjung ditawari dengan beragam hiburan. Sulit rasanya untuk menjatuhkan pilihan dari berbagai jenis permainan di sana. Semuanya terasa menarik. Seperti flying coaster, monorail, antique car, cyclone, space hot, bumber boat dan berbagai permainan lainnya. Semuanya seru, menantang dan menegangkan. Untuk bermain, memang membutuhkan keberanian yang cukup.&lt;br /&gt;Setelah puas di Genting rombongan pun turun ke Kuala Lumpur. Mereka ingin mendapatkan oleh-oleh pakaian khas Malaysia yang banyak dijual di jalan Masjid Abdurrahman. Memang kawasan ini paling banyak orang berjualan pakaian muslim maupun potongan kain untuk dijadikan pakaian. Akhir dari tulisan ini. Perjalanan melelahkan, tetapi memuaskan. (habis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-4709005343911305380?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/4709005343911305380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=4709005343911305380&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4709005343911305380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4709005343911305380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/perjalanan-juara-kojek-ke-singapura.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6657902849316407990</id><published>2008-02-29T21:59:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T22:01:20.047-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'></title><content type='html'>Production News In Batam TV  &lt;br /&gt;Oleh : ANDRA S KELANA&lt;br /&gt;Pemimpin Redaksi Batam TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membuat berita di televisi. Nah, kebetulan saya pernah mendapatkan pelatihan dari teman-teman VOA selama 14 hari, maka saya pun merangkum hasil latihan tersebut, untuk disampaikan kembali kepada teman-teman yang memerlukannya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP MENULIS DI BROADCAST&lt;br /&gt; Satu pokok pikiran satu kalimat&lt;br /&gt; Kalimat harus jelas dan tegas, sehingga penonton mengerti gambar dan kalimat yang anda sajikan&lt;br /&gt; Biasanya kata sambung harus dipotong dan dapat dimengerti orang&lt;br /&gt; Gunakan bahasa percakapan, bukan menulis untuk anda melihat dan mendengar&lt;br /&gt; Meskipun bahasa percakapan, tetapi jangan membingungkan orang. Editlah terlebih. &lt;br /&gt; Layaknya percakapan dua orang yang intelektual&lt;br /&gt; Gunakan kalimat pendek, sederhana, full kalimat yang punya arti dan makna&lt;br /&gt; Gunakan kalimat aktif. Subjek terlebih dahulu, Prediket baru objek.&lt;br /&gt; Jangan menggunakan kata-kata klise atau pun jargon-jargon yang tidak dimengerti orang. Seperti ‘’reshufle, streasing’’&lt;br /&gt; Story style yang baik itu, bagaimana mengajak orang agar mengerti dan tahu, bukan sebaliknya, membuat orang menjadi bingung.&lt;br /&gt; Jangan mulai tulisan anda dengan pertanyaan&lt;br /&gt; Jangan bilang berita kejadian seperti : Hari ini merupakan sejarah berulang: Sebab yang menentukan sejarah bukan kita, tetapi sejarahwan. &lt;br /&gt; Tulisan berita dengan sisi manusia, karena mempunyai efek. Jangan menulis berita dari sisi harta dan benda.&lt;br /&gt; Tulislah berita anda, kemudian bacalah dengan keras di depan computer, kalau tidak enak dibaca dan didengar, hendaklah menulis ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKURASI KEBENARAN BERITA&lt;br /&gt;1. Apa anda yakin&lt;br /&gt;2. Apa anda mendokumentasi seluruh fakta&lt;br /&gt;3. Apakah anda telah menulis secara detail narasumber dengan jelas&lt;br /&gt;4. Apakah anda sudah siap ketika ditanya public&lt;br /&gt;5. Apakah anda mempunyai narasumber minta identitas dirinya tidak disebutkan&lt;br /&gt;6. Apakah anda telah mendiskriminasi budaya, ras, suku, warna kulit&lt;br /&gt;7. Apakah tisier anda benar-benar mempresentasikan program sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip Interview&lt;br /&gt;1. Melakukan wawancara ataupun interview, jangan memberi pertanyaan lembut, &lt;br /&gt;     atau menggurui. Berilah pertanyaan yang membuat orang merasa tertantang, &lt;br /&gt;     lugas dan mengerti.&lt;br /&gt;2. Berbica terbuka dan rendah hati&lt;br /&gt;3. Wawancara bukan intrograsi seperti polisi, menghakimi. &lt;br /&gt;4. Biarkan narasumber bercerita, sehingga kita dapat mengetahui semua &lt;br /&gt;    permasalahan&lt;br /&gt;5. Wawancara harus bisa membangun suasana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal diketahui membuat wawancara televise&lt;br /&gt;• Melakukan riset sebelum melakukan wawancara dengan narasumber sehingga bisa menguasai permasalahan&lt;br /&gt;• Kebanyakan pewawancara melakukan interview pada urutan kejadian&lt;br /&gt;• Meskipun pewawancara sudah mengatahui tujuan tetapi buatlah kejutan-kejutan&lt;br /&gt;• Gunakan kosa kata sederhana, sehingga orang menjawab dengan panjang lebar&lt;br /&gt;• Berilah satu pertanyaan dan dijawab satu jawaban. Jangan memberi berbagai pertanyaan, tetapi mendapatkan satu jawaban.&lt;br /&gt;• Pilihlah lokasi yang tepat untuk melakukan interview&lt;br /&gt;• Apabila memungkinkan wawancara dengan narasumber sambil melakukan kegiatannya&lt;br /&gt;• Bereaksilah kalau narasumber memberi jawaban seperti mimik, ataupun gerak tubuhnya.&lt;br /&gt;• Meminta narasumber memberi jawaban spesifik : contohnya apa pak?&lt;br /&gt;• Buatlah narasumber mau bercerita yang lebih panjang&lt;br /&gt;• Menghindari pertanyaan seperti ‘’bisakah anda bercerita’’, tetapi bisa dilakukan dengan cara ; mohon maaf,bisakah anda ….’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips wawancara terbaik&lt;br /&gt;1. Jangan bertanya dua sampai tiga pertanyaan sekaligus&lt;br /&gt;2. Jangan membuat pertanyaan yang panjang sehingga jawabannya yes or no&lt;br /&gt;3. Jangan takut memberi jeda kepada narasumber atau kita lebih enak &lt;br /&gt;     mendapatkan jawaban yang lebih panjang.&lt;br /&gt;4. Jadilah pendengar yang baik, jangan sibuk dengan daftar pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS STANDUPPER&lt;br /&gt;Menulis Rangkuman&lt;br /&gt;Kadangkalanya reporter, sering melakukan kesalahan ketika melakukan standupper, karena tidak mempunyai rangkuman, sehingga kelihatan kaku, tidak teratur apa yang akan disampaikan. Akibatnya, penonton tidak mengerti apa inti sari dari laporan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga basic melakukan standupper&lt;br /&gt;a. Opening&lt;br /&gt;b. Bridge [Menjembati kedua kali]&lt;br /&gt;c. Closing [Inti dari yang depan maupun yang tengah, atau pun rangkuman dari reporase anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6657902849316407990?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6657902849316407990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6657902849316407990&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6657902849316407990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6657902849316407990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/production-news-in-batam-tv-oleh-andra.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-1514147946585160234</id><published>2008-02-29T21:57:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T21:58:33.275-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Production News In Batam TV  &lt;br /&gt;ANDRA S KELANA ; Pemimpin Redaksi Batam TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membuat berita di televisi. Nah, kebetulan saya pernah mendapatkan pelatihan dari teman-teman VOA selama 14 hari, maka saya pun merangkum hasil latihan tersebut, untuk disampaikan kembali kepada teman-teman yang memerlukannya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIP MENULIS DI BROADCAST&lt;br /&gt; Satu pokok pikiran satu kalimat&lt;br /&gt; Kalimat harus jelas dan tegas, sehingga penonton mengerti gambar dan kalimat yang anda sajikan&lt;br /&gt; Biasanya kata sambung harus dipotong dan dapat dimengerti orang&lt;br /&gt; Gunakan bahasa percakapan, bukan menulis untuk anda melihat dan mendengar&lt;br /&gt; Meskipun bahasa percakapan, tetapi jangan membingungkan orang. Editlah terlebih. &lt;br /&gt; Layaknya percakapan dua orang yang intelektual&lt;br /&gt; Gunakan kalimat pendek, sederhana, full kalimat yang punya arti dan makna&lt;br /&gt; Gunakan kalimat aktif. Subjek terlebih dahulu, Prediket baru objek.&lt;br /&gt; Jangan menggunakan kata-kata klise atau pun jargon-jargon yang tidak dimengerti orang. Seperti ‘’reshufle, streasing’’&lt;br /&gt; Story style yang baik itu, bagaimana mengajak orang agar mengerti dan tahu, bukan sebaliknya, membuat orang menjadi bingung.&lt;br /&gt; Jangan mulai tulisan anda dengan pertanyaan&lt;br /&gt; Jangan bilang berita kejadian seperti : Hari ini merupakan sejarah berulang: Sebab yang menentukan sejarah bukan kita, tetapi sejarahwan. &lt;br /&gt; Tulisan berita dengan sisi manusia, karena mempunyai efek. Jangan menulis berita dari sisi harta dan benda.&lt;br /&gt; Tulislah berita anda, kemudian bacalah dengan keras di depan computer, kalau tidak enak dibaca dan didengar, hendaklah menulis ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKURASI KEBENARAN BERITA&lt;br /&gt;1. Apa anda yakin&lt;br /&gt;2. Apa anda mendokumentasi seluruh fakta&lt;br /&gt;3. Apakah anda telah menulis secara detail narasumber dengan jelas&lt;br /&gt;4. Apakah anda sudah siap ketika ditanya public&lt;br /&gt;5. Apakah anda mempunyai narasumber minta identitas dirinya tidak disebutkan&lt;br /&gt;6. Apakah anda telah mendiskriminasi budaya, ras, suku, warna kulit&lt;br /&gt;7. Apakah tisier anda benar-benar mempresentasikan program sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip Interview&lt;br /&gt;1. Melakukan wawancara ataupun interview, jangan memberi pertanyaan lembut, &lt;br /&gt;     atau menggurui. Berilah pertanyaan yang membuat orang merasa tertantang, &lt;br /&gt;     lugas dan mengerti.&lt;br /&gt;2. Berbica terbuka dan rendah hati&lt;br /&gt;3. Wawancara bukan intrograsi seperti polisi, menghakimi. &lt;br /&gt;4. Biarkan narasumber bercerita, sehingga kita dapat mengetahui semua &lt;br /&gt;    permasalahan&lt;br /&gt;5. Wawancara harus bisa membangun suasana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal diketahui membuat wawancara televise&lt;br /&gt;• Melakukan riset sebelum melakukan wawancara dengan narasumber sehingga bisa menguasai permasalahan&lt;br /&gt;• Kebanyakan pewawancara melakukan interview pada urutan kejadian&lt;br /&gt;• Meskipun pewawancara sudah mengatahui tujuan tetapi buatlah kejutan-kejutan&lt;br /&gt;• Gunakan kosa kata sederhana, sehingga orang menjawab dengan panjang lebar&lt;br /&gt;• Berilah satu pertanyaan dan dijawab satu jawaban. Jangan memberi berbagai pertanyaan, tetapi mendapatkan satu jawaban.&lt;br /&gt;• Pilihlah lokasi yang tepat untuk melakukan interview&lt;br /&gt;• Apabila memungkinkan wawancara dengan narasumber sambil melakukan kegiatannya&lt;br /&gt;• Bereaksilah kalau narasumber memberi jawaban seperti mimik, ataupun gerak tubuhnya.&lt;br /&gt;• Meminta narasumber memberi jawaban spesifik : contohnya apa pak?&lt;br /&gt;• Buatlah narasumber mau bercerita yang lebih panjang&lt;br /&gt;• Menghindari pertanyaan seperti ‘’bisakah anda bercerita’’, tetapi bisa dilakukan dengan cara ; mohon maaf,bisakah anda ….’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips wawancara terbaik&lt;br /&gt;1. Jangan bertanya dua sampai tiga pertanyaan sekaligus&lt;br /&gt;2. Jangan membuat pertanyaan yang panjang sehingga jawabannya yes or no&lt;br /&gt;3. Jangan takut memberi jeda kepada narasumber atau kita lebih enak &lt;br /&gt;     mendapatkan jawaban yang lebih panjang.&lt;br /&gt;4. Jadilah pendengar yang baik, jangan sibuk dengan daftar pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS STANDUPPER&lt;br /&gt; Menulis Rangkuman&lt;br /&gt;Kadangkalanya reporter, sering melakukan kesalahan ketika melakukan standupper, karena tidak mempunyai rangkuman, sehingga kelihatan kaku, tidak teratur apa yang akan disampaikan. Akibatnya, penonton tidak mengerti apa inti sari dari laporan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tiga basic melakukan standupper&lt;br /&gt;a. Opening&lt;br /&gt;b. Bridge [Menjembati kedua kali]&lt;br /&gt;c. Closing [Inti dari yang depan maupun yang tengah, atau pun rangkuman dari reporase anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-1514147946585160234?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/1514147946585160234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=1514147946585160234&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1514147946585160234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1514147946585160234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/production-news-in-batam-tv-andra-s.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-9026709695514635646</id><published>2008-02-29T21:04:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T21:05:06.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PROGRAM AND MARKETING TV&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Andra S Kelana ; Batam TV&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTRO&lt;br /&gt;Di station televise, kita tidak mengenal namanya ‘’Superman’’. Tetapi, bagi station televise, kita lebih mengenal ‘’Superteam’’. Satu departemen, saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Karena tujuan akhir televise adalah penonton dan pengiklan. Kalau tidak ada penonton, maka pengiklan tidak akan berbelanja di station tersebut, begitu juga sebaliknya, kalau tidak ada pengiklan, bagaimana station tersebut maun mencari penonton. Ini disebabkan, biaya produksi/biaya operasional televise itu mahal, bung!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kepada titik, bagaimana merancang program dan marketing, perlu diingatkan adalah, ciri-ciri di station televise adalah konsisten terhadap program, mulai dari menit ke menit. Dan seorang programmer harus cepat mengambil keputusan apabila terjadi sesuatu yang tidak diduga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, bagi seorang programmer televise, harus bisa merancang program untuk tiga bulan ke depan [13 episode program]. Dan membuat program tisier yang harus dipromosiskan setiap saat dan waktu. Misalnya; ‘’Tunggu program kami…..’’ atau ‘’ Saksikan penayangan film ini besok malam pada pukul….,’’ begitulah seterus, sampai program tersebut diputar pada waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE CREDO&lt;br /&gt;There is no station loyalitas it’s only loyal to program. &lt;br /&gt;Artinya, tidak ada penonton yang loyal terhadap salah satu station, tetapi penonton sangat loyal terhadap program-program acara yang disuguhkan oleh televise. Jadi, untuk mengikat penonton agar tetap loyal terhadap stationnya, rancanglah progam yang membuat penonton agar tetap loyal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEY SUCCES FACTOR&lt;br /&gt;1. Avoid owner bugs&lt;br /&gt;2. Clear positioning  - clear bagi pengiklan, pilih program unggulan--&lt;br /&gt;3. Coverage&lt;br /&gt;4. Quality of programming –memotong iklan bagus, bumper in &amp; out--&lt;br /&gt;5. Human capital&lt;br /&gt;6. Solid management and teamwork&lt;br /&gt;7. Substantial financing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESSENTIAL ELEMENT IN BROADCASTING MANAGEMENT&lt;br /&gt;1. Management skill&lt;br /&gt;2. Management function&lt;br /&gt;3. Management roles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE CHALLEUGE OF PROGRAMMER&lt;br /&gt;Maximizing and maintaining audience size&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GENERATING TV RATING&lt;br /&gt;1. Content program&lt;br /&gt;2. Schedulling&lt;br /&gt;3. Promotion –on air or off air--&lt;br /&gt;4. Coverage&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAMMING FACTORS&lt;br /&gt;1. Competing stations&lt;br /&gt;2. Building audience flow&lt;br /&gt;3. Building audience habitat&lt;br /&gt;4. Available audience&lt;br /&gt;5. Audience interest&lt;br /&gt;6. Budget&lt;br /&gt;7. Advertier interest&lt;br /&gt;8. Program inventory&lt;br /&gt;9. Local production capabilities&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COMMON STRATEGIC IN PROGRAMMING&lt;br /&gt;1. Lead of / lead in&lt;br /&gt;2. Hammocking –meletakan program lemah dibawah program yang kuat—&lt;br /&gt;3. Blocking&lt;br /&gt;4. Tent polling&lt;br /&gt;5. Bridging&lt;br /&gt;6. Counter programming&lt;br /&gt;7. Stunting –sesaat—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARKET OVERVIEW&lt;br /&gt;1. Ad spend growth slowly&lt;br /&gt;2. More product / brand&lt;br /&gt;3. Concentrated to big station&lt;br /&gt;4. TV cluttered&lt;br /&gt;5. Konsolidated ad agency&lt;br /&gt;6. Smart &amp; bargained client&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRICING STRATEGY&lt;br /&gt;1. Flat rate&lt;br /&gt;2. Differentiated price&lt;br /&gt;• CPRP [Cost price rating point] Approach&lt;br /&gt;• CPI Guaranted&lt;br /&gt;• Packaged deal&lt;br /&gt;• Cast discount&lt;br /&gt;3. Commitment billing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROCUT STRATEGY&lt;br /&gt;1. Regular&lt;br /&gt;2. Blocking program&lt;br /&gt;3. Sponsorship event&lt;br /&gt;4. Media Mix and cross media selling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COMMUNICATION STRATEGY&lt;br /&gt;1. Leverage media group&lt;br /&gt;2. Capitalize interest / mail&lt;br /&gt;3. Profesionalisme &amp; communicative brochure / flyer etc&lt;br /&gt;4. Sales tool &amp; presentation kit&lt;br /&gt;5. Unigue gathering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANIZATION STRATEGY&lt;br /&gt;1. Marketing&lt;br /&gt;2. Sales team&lt;br /&gt;3. Sales support&lt;br /&gt;4. Event development&lt;br /&gt;5. Marketing production&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE FUTURE&lt;br /&gt;1. Social forces&lt;br /&gt;2. Technological forces&lt;br /&gt;3. Economic forces&lt;br /&gt;4. Public policy forces&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-9026709695514635646?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/9026709695514635646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=9026709695514635646&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9026709695514635646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/9026709695514635646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/program-and-marketing-tv-andra-s-kelana.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-439598251774004129</id><published>2008-02-29T21:02:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T21:03:45.661-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERITA, PROGRAM ‘’MAHAL’’&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Andra S Kelana ; Pemimpin Redaksi&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di station televise, kita tidak mengenal namanya ‘’Superman’’. Tetapi, bagi station televise, kita lebih mengenal ‘’Superteam’’. Satu departemen, saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Karena tujuan akhir televise adalah penonton dan pengiklan. Kalau tidak ada penonton, maka pengiklan tidak akan berbelanja di station tersebut, begitu juga sebaliknya, kalau tidak ada pengiklan, bagaimana station tersebut maun mencari penonton. Ini disebabkan, biaya produksi/biaya operasional televise itu mahal, bung!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kepada titik, bagaimana merancang program (berbagai macam program, baik news maupun non news) dan marketing. Perlu diingatkan adalah, ciri-ciri di station televise adalah konsisten terhadap program, mulai dari menit ke menit. Dan seorang programmer harus cepat mengambil keputusan apabila terjadi sesuatu yang tidak diduga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi, merupakan sebuah program pemberitaan di sebuah televisi. Biasanya program pemberitaan selalu ditunggu-tunggu oleh pemirsa, karena ingin mendapatkan informasi tercepat dan terlengkap. Biasanya, program-program pemberitaan selalu menjadi ‘’buruan’’ para pemasangan iklan.  Dan disinilah kesempatan bagi teman-teman marketing untuk mendapatkan klien. Meskipun harganya (rate) sangat ‘’MAHAL’’ di program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mesti ‘’MAHAL’’. Percayakah anda, bahwa tidak semua orang memiliki waktu untuk menonton sebuah program yang ditayangkan oleh televisi, tetapi hampir semua orang  menghabiskan waktu dalam tempo 30 sampai 60 menit untuk menonton berita. Karena ingin mendapatkan informasi tercepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi&lt;br /&gt;Siapa itu redaksi. Redaksi atau wartawan adalah orang yang mengumpul data dan fakta, membuat sebuah berita, dan menyiarkan (broadcast) berita tersebut. DI reaksi terbagi beberapa team kerja yaitu: reporter, cameramen, editing naskah, editing gambar. Mereka-mereka inilah yang membuat paket berita untuk ditayangkan dan disampaikan kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alien itu bernama ‘’RATING’’&lt;br /&gt;Nah, di televisi dikenal lagi dengan namanya rating. Ibaratnya sebuah hakim, rating adalah kata penentu kemenangan atau kekalahan dalam dunia pertelevisian di Indonesia. Hidup atau matinya sebuah program televisi sangat tergantung oleh angka rating yang bagus. Kalau sebuah program televisi mendapat rating yang tinggi, maka dapat diasumsikan akan ada banyak pendapatan dari iklan yang akan masuk ke televisi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya bila rating sebuah program turun, televisi tersebut kehilangan pemasukan iklan. Dengan demikian rating adalah TUHAN bagi para pekerja televisi. Merekarela berjumpalitan kerja siang malam demi memperoleh angka rating tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-439598251774004129?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/439598251774004129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=439598251774004129&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/439598251774004129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/439598251774004129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/berita-program-mahal-andra-s-kelana.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7177687643354807872</id><published>2008-02-29T20:54:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T20:57:42.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Detak'/><title type='text'></title><content type='html'>Malam Ini Silang Penutupan KSM       &lt;br /&gt;Minggu, 09 September 2007 &lt;br /&gt;”LUAR biasa!. Itulah kalimat yang bisa saya sampaikan kepada rekan-rekan sekerja khususnya tim siaran siaran luar, yang telah mendukung kerjasama terselenggaranya siaran luar dengan frekuensi dua kali seminggu dengan event yang sama yaitu Kenduri Seni Melayu (KSM) 2007 di Sumatera Promotion Centre,” ujar Penanggungjawab Siaran Langsung (Silang), Andra S Kelana.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andra, semua rekan-rekan satu tim, sudah bekerja dengan keras untuk menyuguhkan gambar-gambar terbaik yang akan dinikmati oleh penonton Batam TV, karena mereka tidak sempat melihat secara langsung senarai acara pementasan di event Kenduri Seni Melayu 2007, apalagi yang tampil pada malam pertama berasal dari sanggar Kota Batam, Tanjungpinang, Natuna, Karimun, Lampung, Lingga, Bangka Belitung, Kuala Lumpur, pembacaan puisi penyair dari Medan, A Rahim Kahhar serta penyair Kepri Hoesnizar Hood. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesuai dengan janji Batam TV, bagi masyarakat yang tidak dapat menikmati bagaimana perhelatan seni dan kebudayaan dipertunjukkan, malam ini Batam TV kembali menyiarkan langsung senarai acara malam penutupan Kenduri Seni Melayu 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pertunjukan telah dipersiapkan oleh panitia, seperti penampilan dari Sangar Elang Perkasa dan Sri Madani dari Kota Batam, Sanggar Seni Karimun, Sanggar Megad Lingga, Sanggar Seni Kemudi dari kota Dumai, Jambi, Sumatera Utara dan Rokan Hulu, dan berbagai pertunjukkan kesenian lainnya, yang semuanya disuguhkan oleh Dinas Pariwisata Kota Batam melalui Batam TV, dengan menyiarkan langsung senarai acara tergsebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7177687643354807872?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7177687643354807872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7177687643354807872&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7177687643354807872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7177687643354807872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/malam-ini-silang-penutupan-ksm-minggu.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-8486928254431225086</id><published>2008-02-29T20:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T20:54:34.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Detak'/><title type='text'></title><content type='html'>Gugah Hati dan Kekuatan Cinta       &lt;br /&gt;Minggu, 13 Januari 2008 &lt;br /&gt;USIA bertambah, semangat pun semakin bertambah. Memasuki usia Batam TV kelima, kru redaksi pun mengevaluasi diri, evaluasi kinerja tahun 2007 dan merancang program tahun 2008. Mengedepankan moto ‘’Redaksi Batam TV Peduli Kami”, dan mengandalkan program Detak Kepri, Info Malam, Sweeping Harian dan Sweeping Mingguan, redaksi kembali meluncurkan program terbaru.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang selama ini program news, sudah menjadi bagian informasi masyarakat Batam, Tanjungpinang, Karimun, dan Bintan maupun daerah-daerah yang menangkap siaran ini. Tetapi, tim redaksi Batam TV belumlah begitu puas dengan program news maupun tampilannya. Karena masih banyak human error. Itulah yang akan diperbaiki tim redaksi pada tahun 2008 di usia kelima ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kami mengucapkan terimakasih kepada pemirsa Batam TV yang telah menjadikan program Detak Kepri, Info Malam dan Sweeping sebagai program pilihan. Kami ada, karena anda telah menonton kami. Dan kami sudah menerima kritikan, saran dari pemirsa Batam TV. Dan kami juga menerima informasi dari seluruh masyarakat, tetapi bukan infomrasi yang menyesatkan, menfitnah,” kata Andra S Kelana, Pemimpin Redaksi Batam TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugah Hati dan Kekuatan Cinta&lt;br /&gt;Selain itu, dalam waktu dekat, tim redaksi akan meluncurkan program talkshow terbaru, dengan mengambil setting live (siaran langsung dari studio) atau record di tempat yang telah ditentukan. Tema dalam program ini adalah ‘’menggugah hati dan mengandalkan kekuatan cinta (power of love).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Selama ini banyak sekali program-program talkshow di stasiun televisi mengandalkan kekuatan pikiran, tetapi sedikit sekali program yang mengusung tema menggugah hati, dan tema kekuatan cinta. Inilah konsep yang akan kita suguhkan kepada pemirsa Batam TV di Kepri,” ungkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-8486928254431225086?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/8486928254431225086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=8486928254431225086&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8486928254431225086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8486928254431225086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/gugah-hati-dan-kekuatan-cinta-minggu-13.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7316463793493059443</id><published>2008-02-29T20:49:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T20:52:55.548-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Detak'/><title type='text'></title><content type='html'>PWI Riau, Kagumi Batam TV       &lt;br /&gt;Minggu, 30 Desember 2007 &lt;br /&gt;BARU saja menginjakkan kaki di Kota Batam, setelah lelah menunggu lama di Bandara Sultan Syarif Qasim Pekanbaru karena pesawat delay, belasan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau langsung melakukan kunjungan ke Batam TV yang terletak di Gedung Graha Pena Lantai 9.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari Pekanbaru, Riau panitia sudah mengagendakan akan melakukan kunjungan ke Batam TV, serta beberapa media cetak lainnya di Batam, sebagai lawatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, ungkap Deny sebagai ketua rombongan, sebelumnya wartawan-wartawan di Kepri ini masih bergabung dengan PWI Riau. Segala urusan administradi selalu melintasi Riau. Tetapi, karena terjadi pemekaran wilayah, Kepri menjadi Provinsi Kepulauan Riau, maka secara otomatis PWI Kepri berdiri secara indepent dan lepas dari Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tetapi kita ingin berpisah begitu saja, tali persaudaraan tetap dijalin dan dirajut, makanya setelah sekian lama akhirnya kami kembali mengagendakan lawatan ke PWI Kepri dan beberapa media cetak dan elektronik di Kepri,'' papar Deny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Batam TV. Belasan pengurus PWI langsung terkagum-kagum melihat studio Batam TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Wah..! Studio Batam TV luar biasa besar dan bagus,'' celetuk salah seorang pengurus. Ada juga pengurus PWI menanyakan sistem pengeditan gambar yang akan ditayangkan. Semuanya mendapat penjelasan dari Pemimpin Redaksi Andra S Kelana yang menyambut kedatang rombongan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7316463793493059443?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7316463793493059443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7316463793493059443&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7316463793493059443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7316463793493059443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/pwi-riau-kagumi-batam-tv-minggu-30.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7028411327764449042</id><published>2008-02-29T20:47:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T20:49:08.698-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Detak'/><title type='text'></title><content type='html'>Ismeth : Sudah Berapa Jam Siaran       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BATAM Televisi, merupakan satu dari empat media local yang mendapatkan anugerah Insan Olahraga KONI Kepri 2007, sebagai media yang aktif memberitakan olahraga lokal di Kepri. Dalam penyerahan penghargaan yang diberikan oleh Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah, sempat menanyakan tentang keberadaan Batam TV.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;‘’Eh.. Batam TV ya, sudah berapa jam siaran?” tanya Ismeth Abdullah kepada Andra S Kelana, Pemimpin Redaksi Batam TV yang menerima penghargaan dari KONI Kepri tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, dijawab Andra, bahwa saat ini Batam TV sudah melakukan siaran sejak pukul 07.00 wib pagi, hingga pukul 24.00 WIB, atau sekitar 12 jam siaran. ‘’Waduh.. bagus ya…selamat,” kata Ismeth lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7028411327764449042?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7028411327764449042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7028411327764449042&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7028411327764449042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7028411327764449042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/ismeth-sudah-berapa-jam-siaran-batam.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-6268209889606819523</id><published>2008-02-29T20:44:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T20:46:38.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Detak'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8jfhYTCX8I/AAAAAAAAAEE/rwe78vli5wE/s1600-h/LEPAT.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8jfhYTCX8I/AAAAAAAAAEE/rwe78vli5wE/s320/LEPAT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172629936585990082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Talkshow 2 Tahun Dahlan-Ria&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATU Maret 2008, sudah dua tahun pasangan Walikota Ahmad Dahlan dan Ria Saftarika memimpin jajaran Pemerintahan Kota Batam. Tentunya, selama dua tahun banyak program kerja yang sudah dan akan dilaksanakan. Untuk mengetahui apa-apa yang sudah dilakukan  Pemko Batam semasa kepemimpinan Dahlan-Ria, maka Batam TV akan menggelar dialog khusus dengan jajaran Pemko, serta Walikota Batam.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema yang akan dibahas dalam dialog khusus adalah masalah pendidikan di Kota Batam, pariwisata Batam menjelang Visit Batam Year 2010, mempertahankan Adipura sebagai kota terbersih. Kemudian, Batam TV juga akan melakukan dialog khusus dengan walikota dalam program Lepas Penat (Lepat), serta talkshow langsung Walikota Ahmad Dahlan dan Ria Saftarika di studio Batam TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Redaksi Batam TV, Andra S Kelana mengungkapkan, dialog khusus tentang kepemimpinan Dahlan-Ria, merupakan yang kedua kalinya. Pada tahun lalu, tepatnya satu tahun masa kepemimpinan Dahlan-Ria, Batam TV juga membuat program talkshow kontinu selama satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Nah, pada tahun ini, ketia dua tahun Dahlan-Ria, kami kembali membuat program talkshow tentang kinerja pemimpin ini. Seperti membahas masalah pendidikan, pariwisata, adipura serta tanggal 29 nanti, kami mengundang Ahmad Dahlan dan Ria Saftarika untuk duduk bersama melakukan talkshow di studio Batam TV pada pukul 20.00 WIB,” papar Andra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam talkshow ini, kami juga mengajak masyarakat untuk memberi masukan melalui telepon interaktif kepada walikota maupun wakil walikota untuk membangun Batam pada tahun-tahun selanjutnya. Untuk lebih jelasnya, saksikan talkhos khusus ini mulai Senin hingga Jumat.&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-6268209889606819523?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/6268209889606819523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=6268209889606819523&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6268209889606819523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/6268209889606819523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/talkshow-2-tahun-dahlan-ria-satu-maret.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8jfhYTCX8I/AAAAAAAAAEE/rwe78vli5wE/s72-c/LEPAT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-250795409626037733</id><published>2008-02-29T01:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T01:13:28.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8fMjITCX1I/AAAAAAAAAC0/bRIXAo-XiJE/s1600-h/kapal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8fMjITCX1I/AAAAAAAAAC0/bRIXAo-XiJE/s320/kapal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172327600953122642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;Orangtua&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG tua itu memasuki kapal. Pakaiannya sederhana, lusuh. Berkopiah hitam kekuning-kuningan. Baju biru laut, celana dongker. Orangtua itu juga memakai sepatu, sama seperti orang lain. Hanya saja merek sepatunya berbeda, begitu juga harganya, tidaklah begitu mahal. Sepatunya pun berlepotan warna dan bentuknya. Tergolong miskinlah orangtua ini, seperti yang diungkapkan oleh pemerintah sebagai keluarga pra-sejahtera? Mungkin saja.&lt;br /&gt;Raut wajah mulai keriputan, bulu-bulu di wajah sudah berantakan. Uban di kepala sudah bertaburan, tak bisa dihitung dengan jari tangan. Ini menandakan bahwa orangtua ini sudah menjelang usia senja. Siap-siap akan menghadapi Rabbi...!&lt;br /&gt;Orangtua itu menempati sebuah kamar. Kamar di sebuah kapal yang ditumpanginya tidaklah seperti suatu kamar eksekutif. Hanya berukuran setengah lancang kanan, dibatasi dengan sekeping papan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keadaan kamar di kapal yang ditumpang orangtua ini. Kalau musim lebaran atau liburan sekolah, kita tidak akan mendapatkan kamar, karena sudah dipesan terlebih dahulu. Begitulah keadaan kapal, maka penumang pun tidur diemperan dekat dengan sayur dan ikan asin. Massallah..!&lt;br /&gt;Kelelahan dengan usianya, begitu terbesit diwajah orangtua satu ini. Umurnya diperkirakan sudah 65 tahun, tetapi sesama orang dia selalu bersahabat. Setelah duduk beberapa saat, dia pun menyapa seorang pemuda disamping kamarnya.&lt;br /&gt;''Dikau hendak ke mane?'' tanyanya parau dengan logat Melayu.&lt;br /&gt;''Bapak hendak ke mana! jawab pemuda itu, berbalik bertanya kepada pak tua.&lt;br /&gt;Tidak dijawab, justeru diberi pertanyaan, orangtua itu mendelik, melihatkan wajah angkernya, meskipun sudah keriputan. Marah, agaknya.&lt;br /&gt;''Kau! aku bertanya, engkau pula balik bertanya,'' sergahnya, sambil berkacak pinggang, menunjuk-nunjuk telunjuk ke wajah pemuda itu.&lt;br /&gt;''Maksud saya bapak mau ke mana,'' pemuda itu tetap bertahan dengan pendapatnya awal, tetapi dengan nada lembut, takut dimarahi lagi oleh orangtua itu.&lt;br /&gt;''Aku tak bisa ditanya budak seperti engkau ini,'' katanya lagi. ''Engkau anak siapa, keturunan siapa, suku ape, tak tahu adat istiadat. Tak berbudaya, badan saje besar panjang, tapi otak tak ade,'' orangtua itu semakin menjadi-jadi marahnya. Kopiah yang semulanya tegak lurus, sudah lintang pukang, dihempasnya ke lantai.&lt;br /&gt;''Ada-ada saja bapak ini. Orang tak boleh bertanya''. Pemuda itu itu menggerutu pada dirinya sendiri. Sedangkan penumpang di sekeliling mereka asyik memperhatikan. Ada yang tersenyum di kulum, ada yang tertawa cekikikan. Sedangkan pemuda itu sudah malas meladeni orangtua yang dianggapnya terkena penyakit gangguan kejiwaan.&lt;br /&gt;''Kamu jangan cakap sembarang, sekarang ini musim pemilu,'' orangtua ini sudah meracau tak tentu arah. Sementara itu, pemuda itu sudah penuh kerisauan, setelah keberadaan orangtua ini. Hendak dia marah, takut kualat. Tapi..&lt;br /&gt;''Hei Pak! apa hubungannya saya bertanya dengan pemilu. Sekarang ini sudah demokrasi, kita boleh berbicara apa saja, tetapi asal jangan meracau seperti bapak itu, karena dapat memekakan telinga orang yang ada di kapal ini,'' kata pemuda itu tak kalahbsengitnya.&lt;br /&gt;''Diam kau! Aku ini lagi sakit, tidak bisa ditanya siapa pun juga, walaupun presiden. Operdomeng and kamu orang ya.. nanti aku lesing, pekak telinga engkau sebelah,''bsergah pak tua itu meratap. Bahasanya sedikit bercampur ke Belanda-an.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;PEMUDA itu dengan enggan pergi berlalu dari hadapan pak tua. Dia pergi mengitari kapal yang belum berangkat. Tepat pukul 17.00 WIB, terompet kapal meraung-raung, menandakan kapal segera akan berangkat. Semua penumang sudah menempati tempat duduk maupun kamar. Tetapi tidak bagi pemuda itu, dia tetap berdiri dekat pintu masuk kapal, menatap rumah-rumah terapung di tepi sungai.&lt;br /&gt;''Kalau aku duduk, jangan-jangan orangtua itu membuat onar lagi, bikin pusing kepala saja,'' gerutunya dalam hati.&lt;br /&gt;Bersama dengan berangkatnya kapal, muncul tiga orang bule. Bule-bule itu mengambil kamar berdamping kanan dengan orangtua itu. Melihat bule yang datang, pak itu terus melototinya. Aneh mungkin! atau ada rasa kegeraman di hatinya, karena pernah mendenga bunyi dentuman meriam dan amis bau darah di tahun 1945.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;KAPAL berlalu dari pelabuhan, menyelusuri selat-selat dan sungai. Pemandang sore itu sungguh indah. Air warna kemerah-merahan tenang, bersahabat, tak ada riang gelombang, yang membuat kapal menari-nari. Matahari berwarna merah, berangsur-angsur kembali ke perabuan, meninggalkan rona merah di langit sebelah barat.&lt;br /&gt;Azan magrib berkumdang, dari sebuah surau di suatu perkampungan yang dilintasi kapal itu. Ini menandakan malam sudah tiba, memperlihatkan ribuan kunang-kunang dibpohon-pohon kayu yang hanya menunggu waktu untuk ditebang oleh pemilik HPH.&lt;br /&gt;Ilustrasi alam seperti ini dimanfaatkan oleh bule yang berada di kapal itu. Sementara, sang pemuda hanya bisa menuliskan rangkaian kata puisi alam di dalam hatinya. Seorang itu sibuk dengan kameranya. Pret..!, cahaya bliz dari lampu kameranya meng-scaner pemandang alam itu.&lt;br /&gt;Sedangkan bule satu lagi, memakai handycame, sibuk mendokumentasikan matahari yang berada diujung kayu-kayu hutan. Nelayan yang berkayu-kayu dengan sampan congkongnya pulang ke rumah, dengan memberikan harapan kepada keluarganya.&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, tiga orang lelaki yang menjadi petugas di kapal tersebut mendatangi setiap penumpang, meminta memperlihatkan tiket, sehingga sampailah kepada pak tua.&lt;br /&gt;''Pak! mana tiketnya?'' tanya petugas itu kepada pak tua itu.&lt;br /&gt;''Tiket apa?'' sahutnya dengan nada tinggi, berbalik bertanya kepada petugas kapal. Orang-orang di sekitarnya mulai mengalihkan bola mata kepada orangtua itu.&lt;br /&gt;''Tiket kapal, bukti pembayaran,'' kata petugas itu lagi.&lt;br /&gt;''Sedap betul engkau meminta tiket pada aku. Walaupun tua-tua bangka, aku ini pejuang '45, membela tanah air. Engkau saja belum lahir, sudah berani meminta tiket pada aku,'' katanya dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;''Aku dulu berjuang mati-mati membela tanah leluhur, tak ada orang kasihan. Tengok tangan aku, masih tersemai sebutir peluru. Gaji veteran yang aku terima kecil, tak cukup nak beli beras dan ikan asin. Aku tak mau bayar. Padan muka engkau,'' orangtua itu mulai meracau lagi.&lt;br /&gt;Melihat gelagat yang tak baik, petugas kapal itu lebih memilih meninggalkan orangtua itu sendirian. Biarlah dia larut dengan keheningan cipta, atas toreh prestasi perjuangannya membela tanah nenak moyang.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;KAPAL terus melaju, menelusuri kesenyap sungai. Gemerik air, dibelah haluan kapal terdengar di telinga dengan jelas. Nyanyian hutan malam, yang dihiasi ribuan kunang-kunang, membuat bule-bule itu semakin asyik. Pemandang seperti tak pernah dia lihat di Amerika Serikat, Jerman, Belanda atau eropa lainnya yang syarat dengan gedung pencakar langit dan lampu ribuan watt.&lt;br /&gt;''Hai..,'' Pak tua itu menyapa bule, sambil melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;''Hello,'' bule itu membalas sapaan.&lt;br /&gt;''Fahter?'' kata Pak tua, sambil menunjuk dirinya.&lt;br /&gt;''No. No father,'' jawab sang bule.&lt;br /&gt;''Fahter itu ayah, orangtua, tahu tak dikau,'' sergah orangtua itu pada bule. Hal ini menjadi perhatian ketiga orang-orang di kapal itu.&lt;br /&gt;''No. No fahter,'' bule itu menggeleng keheran-heranan.&lt;br /&gt;''Ayah! Coba engkau sebut,''&lt;br /&gt;''Water itu air!,'' kata orangtua itu lagi. Mungkin sang bule mengerti apa yang dimaksud orangtua di depannya itu.&lt;br /&gt;''A.. i.. r..'' jawab bule itu mengeja-eja huruf demi huruf, seperti seorang bayi yangbbaru belajar berbicara. Bule itu memandangi pak tua cemas. Dia mengemasi barang-barangnya yang berdekatan dengan pak tua.&lt;br /&gt;''Kita harus mengajarkan kepada orang-orang seperti mereka ini bercakap bahasa kita, biar mereka bisa juga bercakap-cakap dengan bahasa Melayu. Bukan kita saja mengikuti kata mereka," komenter pak tua. Bagus juga pikir pemuda itu.&lt;br /&gt;''Ini Riau. Ini kampung Melayu. Aku ini orang Melayu. Jangan macam-macam dengan orang Melayu," katanya pula, entah kepada siapa dia bercakap, menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;KAPAL terus melaju,belayar ke tujuan. Dendang kerinduan mengikuti rentak mesin-mesin kapal. Keluar dari speaker yang terpasang di langit-langit kapal. Angin berhembus lewat jendela kapal, menerpa setiap penumpang.&lt;br /&gt;Suasana hening, karena sebagian penumpang ada yang sudah terbawa oleh impian, bahkan ada yang mendengkur pulas. Pemuda itu belum juga tidur. Dia menghampiri salah seorang bule yang belum tidur. Mereka saling berkenalan, dialog pun terjadi antara bule dan pemuda itu. Sang bule nampak antusias menanyakan alam Indonesia.&lt;br /&gt;Sementara pak tua itu sudah tertidur pulas. Pemuda itu mamdang pak tua yang berselimpuh kaki karena menahan dingin angin malam, yang berhembus masuk dari celah-celah jendela kapal tersebut.&lt;br /&gt;Setelah dua belas jam perjalan, sirena kapal pun meraung-meraung, menandakan, kapal akan sudah merapat. Penumpang, sibuk dengan barangnya, menaiki tangga, meninggalkan kelalahan dinkapal. Bule dan pemuda pun, dengan wajah kusut masai pergi meninggalkan kesan di dalam kapal tersebut.&lt;br /&gt;Yang membuat pemuda itu terkejut, sejak dari tadi dia tidak melihat orangtua itu lagi.&lt;br /&gt;''Siapa sebenarnya orang itu. Aku lupa menanyakan, siapa namnya,'' gumam pemuda itu bernama Abdul Kadir, dalam hati. Pemikiran berkecamuk tentang perangai orangtua itu.&lt;br /&gt;''Ah..! semoga dia tidak apa-apa,'' hati Kadir berkata-kata. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-250795409626037733?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/250795409626037733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=250795409626037733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/250795409626037733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/250795409626037733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/orangtua-cerpen-andra-s-kelana-orang.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8fMjITCX1I/AAAAAAAAAC0/bRIXAo-XiJE/s72-c/kapal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7943465472181541055</id><published>2008-02-29T01:04:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T01:06:16.303-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8fK3oTCX0I/AAAAAAAAACs/tPRuj-fdSYk/s1600-h/Pulau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8fK3oTCX0I/AAAAAAAAACs/tPRuj-fdSYk/s320/Pulau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172325754117185346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejemput&lt;br /&gt;Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;PAK Ngok, bersandar di haluan perahu yang ditungganginya, dikayuh dan didayungnya setiap hari. Termenung, lantaran tanah sejemput. Pak Ngok tersenyum, bermimpi akan menjadi orang kaya, gara-gara tanah sejemput.&lt;br /&gt;Semenara, di hadapannya, tegak berdiri bukit Tanjung Tuan negeri jiran. Empasan ombak Selat Malaka menina-bobokan Pak Ngok. Dalam kelelapan, yang diayunkan riaknya gelombang, orangtua satu ini berharap dapatkan mimpi jadi orang kaya, walau hanya sebentar. &lt;br /&gt;Pak Ngok tidak hanya mengigau di siang bolong, kalau ia jadi orang kaya. Ketika jembatan Rupat dengan Lingga terbentang menapak Selat Malaka, tapi dia ingin jadi orang terkenal, seperti Sakai di bawah bawang-bawang pipa minyak. Bonai, tak dapat tebarkan jaring-jaring, di mana ikan-ikan di laut hanya menanti hari-harikematian, di mana laut telah dicemari kotoran minyak.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila orang berceloteh dengan kemunafikan atas tanah sejemput bisa membuat Pak Ngok kaya,. Dia, gundah gulana. Ingin rasanya dia menetak, membacok atau membawa ke pengadilan negeri atau pengadilan negeri apatah, bila orang mengejekigauan jadi orang kaya. &lt;br /&gt;Begitu juga Dolah, si anak semata wayang yang tidak pernah dijadikan wayang oleh Pak Ngok, yang telah beranak pinak di rumah orang tuanya sendiri, tak kuasa mensensor mimpi abah-nya, bagaikan kerasukan. Apalagi setelah pernah berjabat tangan dengan Encik Tun Datuk Azam bulan lalu, yang telah menjanjikan tanah Pak Ngok akan dibeli dengan ringgit. Jumlahnya tak tahulah.&lt;br /&gt;Pak Ngok, di kampung itu bukanlah orang kaya. Tidak pula tuan tanah. Dia hanya memiliki tanah sejemput, peninggalan orang tuanya yang bersebelahan dengan tempat pemakaman umum (TPU). &lt;br /&gt;Dulunya, tanah itu cukup luas, tetapi orang tua Pak Ngok, kakeknya Dolah, cucu dari sekian anak Dolah, telah menghibahkan sebagian tanah tersebut untuk perkuburan umum. Termasuklah kuburan orangnya sendiri. &lt;br /&gt;Itupun mau dijual Pak Ngok, kepada encik-encik di negeri jiran seperti yang telah dijanjikan tempo dulu. Siapapun tak dapat menghalang niat Pak Ngok untuk menjual tanah. Begitu juga penghulu kampung Nasir atau sesepuh adat Wak Bujang. Bahkan orang tuanya Pak Ngok sendiri, Tuk Tengah --namanya, terus menghantui tidur-tidurnya, tetapi tekad tetap. &lt;br /&gt;Seperti mimpi Jumat malam, sehingga membuat napas Pak Ngok tersendat-sendat. &lt;br /&gt;''Sumpah, rasa nak mampus aku dibuat mimpi ini,'' umpat Pak Ngok, ketika terbangun dari mimpi. Mimpi Pak Ngok tidaklah begitu sadis, seperti orang yang bermimpi dikejar-kejar hantu dalam film ''Pembalasan Hantu Kuburan'' atau film horor lainnya.&lt;br /&gt;Pak Ngok hanya memimpikan abahnya atau kakeknya Dolah datang padanya, kalaulah tanah itu merupakan titisan dari orang tuanyadulu, kakeknya Pak Ngok, moyangnya Dolah. Boleh dikatakan, tanah pusaka, kata orang kampung, ''kualat'' bila dijualnya. Jumpalah, dengan aku teriak Pak Ngok.&lt;br /&gt;''Ngok,'' ungkap orangtuanya. ''Suatu ketika, abah berjumpa dengan kakek mu. Dia duduk bersandar di pohon kelapa yang engkau tanam di sudut tanah ini. Dia menatapi laut Selat Malaka, sepertijuga engkau. Di mana gelombang pasang, empaskan harapan penjala ikan, sama seperti engkau,'' ucap abah Pak Ngok. &lt;br /&gt;Tapi celoteh abahnya itu membuat Pak Ngok tidak mengerti arti dan makna yang tersirat maupun tersurat. Memang dasarnya Pak Ngok yang tidak mau sekolah, walaupun wajib belajar belum sampai ke kampungnya.&lt;br /&gt;Matanya redup, terkebil-kebil menikmati lambaian jari-jemari niur kelapa. Lantas, orangtuanya terus berkata, ''Tetapi, kakekmu, tergelepak dengan kepala berlumuran darah karena tertimpa kelapa yang engkau tanam,'' kata abahnya, yang membuat Pak Ngok semakin tak mengerti sama sekali. Hingga gunda-gulana hatinya, bagaimana dia harus pergi dari orangtua dalam impinya. &lt;br /&gt;''Tak perlu kau berisau hati. Sebenteer lagi abahmu ini akan pergi juga. Tapi perlu kau ingat, kakekmu mati karena kelapa yang engkau tanam itu,'' ucap abahnya lagi, dan kemudian pergi meninggalkan Pak Ngok. Seketika itu juga dia terbangun dari mimpi, ketika perahunya telah terdampar di pantai pasir putih.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pak Ngok pulang ke rumah dari melaut. Sebelum pulang ke rumah, tanah sejemput peninggalan warisan dari sang kakek dipandanginya. Tidak seperti hari-hari biasa, di mana tanah sejemput miliknya itu merupakan tempat lalu lalang Pak Ngok, bila pergi ke laut atawa ke rumah temannya. Dia tidak merasa ketakutan bila melinta�&lt;br /&gt;si kuburan ketika malam kelam telah tiba.&lt;br /&gt;Dia memandangi tanah itu dengan seksama, seakan-akan berdialog dengan sang tanah. Terlihat mulutnya komat-kamit, entah apa yang dikatakannya. &lt;br /&gt;''Bursss,'' Air menyebur dari mulut Pak Ngok, muncrat ke tanah milik orangtuannya. Rupanya Pak Ngok telah membaca jampi-jampi, entah untuk siapa.&lt;br /&gt;Matanya bundar dan memerah, karena percikan air laut yang mengandung garam. Kulitnya hitam-kelam, akibat iritasi matahari. Dia memandang lurus ke depan, tepatnya di titik derjat pohon kelapa, yang entah mengapa, hanya tumbuh satu batang. Mulutnya tetap berkomat-kamit. Kemudian air yang ada di mulutnya disemburkan ke luar, ''burss''. Sedangkan sisanya, masih bersemberautan di bibirnya yang menghitam karena rokok buatan Malaysia.&lt;br /&gt;Setelah usai upacara kecil-kecilan itu, barulah Pak Ngok hengkang dari tanah sejemput peninggalan orangtuanya. Yang kuburan abah dan kakeknya saling berdekatan. Selain itu, hanya dihuni satu pohon kelapa yang telah berumur sekian tahun pula. &lt;br /&gt;Dia tinggalkan tanah warisan, dengan suatu harapan, janganlah mimpi-mimpi yang membuat dirinya tak mengerti, tak dapat di cerna oleh otaknya, yang hanya pernah mengecap pendidikan di sekolah rakyat (SR). Itupun di zaman penjajahan Nederland. &lt;br /&gt;''Orang tua, terlampau banyak pepatah, petitihnya,'' geruntuknya, sambil meninggalkan tanah-tanah impian, walaupun hanya sejemput.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, tak satu pun teguran orang-orang di sahutnya. Pak Ngok terus menyelonong, melajukan langkahnya. Dia engan berbual-bual dengan orang, padahal di kampung itu Pak Ngok sangat dikenal dengan bualnya, terutama cerita joget Melayu di Dabo Singkep sehingga dapat berkenalan dengan Siti Hawa di lokasi joget.&lt;br /&gt;Cerita yang paling digemari Pak Ngok, makan gulai tempoyak durian ikan Sembilang di Bengkalis bersama dengan sahabatnya Cik Ggu Gapar ynag telah jadi guru. Cerita Pak Ngok, setelah merasa gulai tempoyak durian ikan Sembilang, Pak Ngok langsung makan empat piring. Apalagi, istri sahabat kental Cik Gu Gapar, mantan pacarnya dulu, yang juga bekas joget, Siti Hawa namanya.&lt;br /&gt;Tidak hanya tegur sapa orang kampung. Di kedai kopi tempat biasa mengutang dan berbual-bual, juga tak dikunjungi Pak Ngok. Padahal kawan-kawan satu profesi melaut sudah menunggu kehadirannya. &lt;br /&gt;Biasanya mereka bercerita masalah angin utara yang mengurangi pendapatan mereka, cerita tentang harga ikan yang turun akibat permainan harga oleh KUD Trisakti dengan pedagang atau cerita lainnya. Bahkan masalah tanah pun pernah diceritakan Pak Ngok.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SUDAH berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, Pak Ngok tidak pernah mengayuh sampannya, tebarkan jaringnya. Sauh, perahunya tak pernah lengket di pasir. Begitu juga ke warung tempat biasa Pak Ngok ngutang secangkir kopi. Hari-hari Pak Ngok hanya menanti kehadiran encik-encik yang akan membeli tanahnya. Seperti hari itu juga.&lt;br /&gt;''Sudahlah bah, tidak perlu abah berpikir panjang bagaimana cara menjual tanah tersebut. Apalagi tanah itu, satu-satunya warisan kakek saya yang kelak mungkin jadi warisan untuk cucu abah,'' kata Dolah anaknya pada suatu ketika.&lt;br /&gt;''Mike budak-budak, tahu apa soal warisan orangtua. Ini tanah untuk aku. Soal cucu men-cucu, pandai-pandai kalianlah sebagai orangtuanya. Apakah akan meninggalkan warisan atau utang sama sekali. Tak mungkin aku pula yang meninggalkan warisan kepada cucu-cucu aku. Dasar budak-buda tak sadar untung,'' marah Pak Ngok kepada anaknya Dolah.&lt;br /&gt;Padan rasanya muka Dolah. Tetapi apa hendaknya dikatakan, bila orangtua sudah demikian, tak bolehlah menjawab secuilpun. Takut kualat nantinya, maklum dedap budak durhaka sudah banyak ceritanya.&lt;br /&gt;''Terserah abahlah. Mau jual tanah sejemput itu, jualah. Kami tak akan meminta se-sen-pun dari abah. Tulang saya masih tetap telap memberi anak-bini makan, buat ape mengemis-ngemis dengan abah,'' ketus Dolah berlalu dihadapan orangtuanya.&lt;br /&gt;Hari kehari Pak Ngok terus menanti saatnya encik-encik tersebut akan mengukur tanahnya. Semeter dua meter, seringgit atau seribu. Penantian tak kunjung datang. Sementara kerja lautnya, berlepakan di rumah, seperti halnya jaring. Sampan telah dimakan kapang pula di pasir putih.&lt;br /&gt;Tak hanya Dolah selaku anak, yang melihat tabiat abahnya berputar seratus delapan puluh derjat. Orang kampung pun merasakan kehilangan orangtua ini. Orangtua selalu tegur sapa, ramah senyum, orang tua pembual di warung kopi, bila melaut tak dikunjunginya.&lt;br /&gt;Sementara itu, temannya sang laut bertanya, ombak yang mengombang-ambing perahu Pak Ngok juga bertanya, angin yang bertindak sebagai mesin perahu pun bertanya, akupun bertanya,. Kemana perginya orangtua yang selalu tebarkan benang-benag nilun ke laut. Nan selalu tegakan layar. Menyanyikan laut, mendendangkan angin, melantunkan ombak, dengan lagu ''Tanjung Katung Airnya Biru,'' yang telah diubahnya Pulau Rupat airnya biru, tempat Pak Ngok meneberkan jaring.&lt;br /&gt;Tapi, gara-gara tanah sejemput, Pak Ngok selesaikan cerita kita. Dimana Rupat, tanah impian setiap orang di negeri ini, biar mereka terkenal seperti Sakai, Akit dan Talang Mamak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Rupat, 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7943465472181541055?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7943465472181541055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7943465472181541055&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7943465472181541055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7943465472181541055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/sejemput-cerpen-andra-s-kelana-pak-ngok.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8fK3oTCX0I/AAAAAAAAACs/tPRuj-fdSYk/s72-c/Pulau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-4078652889697039120</id><published>2008-02-29T01:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T01:02:29.984-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>Kristal Cinta&lt;br /&gt;Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LULUK, Niken dan Ida Farida tertawa terbahak-bahak sambilcemal-cemil, mengisi hari-hari kosong mereka. Jemari tangannya terus menari di keypad handphone, mengirim SMS, sekali-kali mereka berbicara serius, lalu tertawa lagi. Gigi-gigi putih mereka terlihat mengkilat, dibawah lindungan bibir merah mekar. &lt;br /&gt;''Niken..! lu lihat nggak, dipojok sana, ada cowok ganteng banget, seperti arjuna &lt;br /&gt;sedang mencari cintanya yang hilang,'' ungkap Luluk, mengajak Niken dan Ida mengalihkan mata mereka ke sudut Kafe Tenda tempat biasa mereka mangkal, sambil gosip.&lt;br /&gt;''Yang mana Luk...?'' tanya Niken.&lt;br /&gt;''Itu yang rambutnya sedikit panjang, dan pakai koas warna hitam itu lho,'' ungkap Niken.&lt;br /&gt;''Ah kamu Luk, kalau lihat cowok, hijau mata,'' timpal Ida, yang coba mengalihkan perhatiannya kepada sang cowok. Padahal dalam hatinya juga mengagumi ketampanan pria yang berada di sudut ruangan itu. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Elu Da! macam nggak hijau saja memandang cowok ganteng. Dalam hati elu gue udah tahu, bahwa kamu juga mengaguminya. Jangan munafik dong,'' elak Luluk tak kalah gesitnya.&lt;br /&gt;''Udah-udah! jangan bertengkar. Masak sama cowok seperti itu saja kita harus cuap-cuap seperti gini. Gengsi dong..! kita ini bukan wanita murahan,'' kata Niken. &lt;br /&gt;''Aku setuju Ken. Luluk saja kayaknya ngebet banget sama tu cowok. Memang, ukanya tampan sich, siapa tahu kakinya cuma satu, atau cuma, au...au...!,'' Ida menggerakan tangannya memberikan bahasa isyarat, alias mengejek sang cowok itu adalah bisu.&lt;br /&gt;Melihat peragaan Ida, Niken dan Luluk kembali tertawa terpingkal-pingkal. Sehingga, hampir seluruh mata orang yang ada di kafe tersebut memandang mereka. Sok menjadi perhatian, biar sang cowok itu juga memperhatikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SETELAH selesai minum orange jus, Topan langsung meninggalkan kafe itu, langsung menuju mobilnya. Usai membayar minumannya, Topan perlahan-lahan mendekati meja tempat Niken, Luluk dan Ida, lagi cemal-cemil. &lt;br /&gt;Jantung Niken, Luluk dan tak ketinggalan Ida berdetak tak beraturan. Awalnya mereka menuding pria tampan di sudut ruangan itu adalah orang cacat, ternyata seorang pria yang gagah sempurna, tidak seperti dalam pemikiran mereka.&lt;br /&gt;''Ken, ada apa gerangan sang cowok mendekati meja kita?. Jangan-jangan...'' tanya Luluk, setengah berbisik kepada rekan-rekannya.&lt;br /&gt;''Gue nggak tahu. Kenapa cowok itu mendekati kita''.&lt;br /&gt;''Mungkin dia ngajak kenalan!'' kata Ida. Jantung mereka masih tetap berdegup tak karuan. &lt;br /&gt;''Kalau dia mengajak kenalan atau mau mentraktir kita, khan lumayan, tak susah-susah kita mencari-carinya,'' kata Niken lagi, jantungnya semakin keras berdetak tak kalan pria itu sudah mendekatinya.&lt;br /&gt;''Maaf mengganggu nona-nona manis!'' kata Topan, memberi salam sekaligus permohonan maaf.&lt;br /&gt;''Ya, ada apa? apa ada anak anjingnya hilang? atau mau meminjam handphone untuk menelepon awek-awek ya,'' kata Niken membera nikan diri. Sedangkan Luluk yang ngebet dari awal, tak berkutik, bagaikan tikus yang campak ke beras, diam seribu bahasa. &lt;br /&gt;''Terimakasih atas penghinaan ini! sory ya, saya juga sudah punya handphone. Gue cuma mau membilang pada elu semuanya. Kalau lagi di dalam kafe yang ketawa seperti kuntilanak, mengganggu orang lagi berpkir serius. Gara-gara elu, konsentrasi pemikiran gue hilang,'' kata Topan meninggi. &lt;br /&gt;''Eeh..! memangnya disitu terganggu kalau kami ini tertawa terbahak-bahak. Khan kami yang punya mulut. Disitu boleh saja tertawa, kami tidak melarang,'' Niken membalas sengit, berdiri, berkacak pinggang, seakan-akan menantang mau berkelahi.&lt;br /&gt;''Ken..! udah-udah, jangan diladeni, biar sajalah, kita kok yang kelewatan banget tertawanya,'' tutur Luluk lembut, sambil melirik-lirik ke wajah Topan.&lt;br /&gt;''Biar saja Luk, biar pria sok ganteng ini tahu siapa kita-kita sebentar. Jangan meremahkan kami ya, elu pada belum tahu siapa kami ini,'' Niken berbicara sombong. &lt;br /&gt;''Memang gue pikiran elu anak siapa. Yang penting, dan perlu ente-ente perhatikan, nkalau berada di dalam kafe atau restoran, jangan tertawa seperti nenek-nekek, mengganggu ketenangan semua orang,'' kata Topan yang langsung pergi meninggalkan cewek-cewek tersebut. &lt;br /&gt;''Cowok sialan. Sok ganteng lu, makan tu kosentrasi, biar cepat nyahok lu,'' tukas Niken lagi, sambil melemparkan sebutir kacang ke arah Topan. &lt;br /&gt;''Puk..!'' biarpun sebutir kacang itu mendarat ke tubuh Topan, tetapi dia enggak memperdulikannya. Dia langsung ke luar dari kafe menuju mobilnya. &lt;br /&gt;''Cewek edan. Song cantik. Kalau udah nenek-nenek lisut lho,'' umpat Topan, sambil membawa mobilnya, melaju ke jalan Jendral Sudirman. &lt;br /&gt;Sementara di dalam kafe, cewek bertiga itu masih juga belum beranjak. Mereka, tetapn membicarakan tentang pertemuan, pertengkaran dengan Topan.&lt;br /&gt;''Ken, elu terlalu berani sich. Gue saja udah ketakutan melihat kamu seperti gituan,'' ungkap Luluk.&lt;br /&gt;''Emangnya kenapa. Hebatkan gue, bisa menaklukan cowok seperti gituan. Ini gue kasih rahasia pada elu pada, kalau ada cowok seperti itu jangan dikasih hati?''&lt;br /&gt;''Coba lu bayangin, kalau cowok terus ngotot dan menampar elu, kan berabe burusannya,'' &lt;br /&gt;''Cowok seperti itu tak bakalan berani menampar cewek. Dia juga yang malu, masakan cewek digamparin. Kasihan den kamu Luk,'' kata Niken lagi.&lt;br /&gt;''Udah..! udah..! jangan bertengkar lagi. Tadi gue, sekarang kamu lagi Ken yang bersilat lidah,'' timpal Ida.&lt;br /&gt;''Oke dech..!'' kata Niken. &lt;br /&gt;''Ntar ya, gue mau ke toilet dulu, sudah nggak tahan dari tadi ingin pipis,'' kata Luluk langsung meninggalkan Niken dan Ida yang cengar-cengir sendirian. &lt;br /&gt;''Payah kamu Luk, baru sebegitu saja sudah ingin pipis. Bagaimana kalau gue berantam benar dengan cowok tadi, mungkin kamu sudah terkencing di celana. Ha...ha..., kasihan dech kamu Luk,'' kata Niken.&lt;br /&gt;''Udah...! udah...! bercandanya jangan keterlewatan. Mungkin daritadi Luluk sudah kepingin kencing. Lantaran elo cuam-cuam ame cowok keren tadi, Luluk makin tak tahan kepingin buar air kecil. Ayo Luk, kamu cepat ke toilet, ntar kencing disini, atau kamu kencing di celana khan bisa berabe,'' ujar Ida, tak kalah sengitnya tertawa.&lt;br /&gt;Tanpa permisi lagi, bagaikan kancil kecil, Luluk langsung melompat dari kursinya dan pergi ke toilet. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-4078652889697039120?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/4078652889697039120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=4078652889697039120&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4078652889697039120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/4078652889697039120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/kristal-cinta-cerpen-andra-s-kelana.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-2274505246582080376</id><published>2008-02-29T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T00:57:57.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>EUIS&lt;br /&gt;Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELUM satu hari dipekerjakan sebagai pembantu, Euis (18), sudah pergi dari “tuannya”, Bertha, yang tinggal di jalan Sudirman. Padahal Bertha tidak mudah mendapatkan Euis yang dibawanya jauh-jauh dari Kota Kembang Bandung. Niat Bertha mengambil Euis dari salah satu yayasan, untuk membantu adiknya yang baru saja melahirkan sebagai baby sister.&lt;br /&gt;Namun Bertha mungkin tidak terus terang kepada Euis, akan membawanya ke Pekan baru. Setahu Euis, dia diambil dari yayasan yang menampungnnya, bukan ke Pekanbaru, melainkan ke Tasikmalaya sebagaimana perjanjian awal. Setelah sampai di Pekanbaru, Euis terkejut.&lt;br /&gt;“Jauh sekali saya dibawa, dimana sih ini dan kota apa ini Bu Bertha?” aku Euis lugu.&lt;br /&gt;Bertha kehilangan Euis tepat hari pertama Euis bberada di Pekanbaru. Enntah karena apa, Bertha mengaku belum mengetahui sebabnya, Euis tiba-tiba menghilangdi saat dia sedang mandi sore --- ketika itu menjelang maghrib ---- dan penghuni rumah sedang sibuk dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, Euis pergi diam-diam meninggalkan kediaman Bertha. Tak pelak lagi, setelah mengetahui Euis tak ada, Bertha uring-uringan. Dengan kepala yang masih dibalut handuk, dan pakaian sseadanya saja, Bertha keluar mencari Euis dan bertanya ke sana ke mari.&lt;br /&gt;“Euis, mana..! kog pergi tak bilang-bilang,” teriak Bertha kepada seisi rumah.&lt;br /&gt;Awalnya Bertha sudah curiga dengan tetangga-tetangga di sebelahnya. Entah boleh entah tidak, tanpa basa basi Bertha memeriksa rumah tetangga sebelah rumahnya hingga ke dalam kamar.&lt;br /&gt; “Mana tahu si Euis disembunyikan di sana. Saya cari juga di sebalik pintu juga takada. Tapi saya yakin, pasti orang dekat yang mmenampungnya, kalau tidak kemana lagi?’ kisah Bertha dengan nada cukup tinggi.&lt;br /&gt;“Setahu saya, Euis tidak mengantongi uang sepeser pun. Ditambah lagi Euis baru pertama kali menginjak Pekanbaru, lalu ke mana dia akan pergi tanpa seorang pun yang diketahuinya dan yang bisa menolongnya,” ungkap wanita berkulit sawo matang, mengumpat-ngumpat sendirian.&lt;br /&gt;Sementara adiknya, Berthi hanya berdiam diri mendengar celoteh kakaknya. Berthi hanya berfikir, kenapa pusing-pusing memikirkan Euis yang tidak tahu ke mana arahnya.&lt;br /&gt;“Rugi…! Duit saya sudah hilang Rp200 ribu. Rp100 ribu unt5uk uang tebusan di yayasan, Rp100 ribu untuk ongkos dari Bandung ke Pekanbaru.Kalau biaya makannya tak apalah, saya ikhlas saja, ini biayanya macam-macam,”celoteh Bertha sambilmenghembuskan nafasnya.&lt;br /&gt;Sebenarnya, Bertha sadar atas kepergian Euis. Euis pernah mendesaknya agar dikembalikan saja ke Bandung. Tapi Bertha menolak. Karena dia sudah banyak mengeluarkan biaya yang harus dibayar Euis sebelum pulang&lt;br /&gt;Bahkan Euis pernah menanyakan berapa Bertha membayar dengan pekerjaannya. Tapi Bertha tidak menjawab. Bahkan dia mengatakan harus kerja selama setahun dulu, baru memikirkan bayarannya. “ Belum kerja sudah minta gaji,” ucap Bertha mengingat penuturan dirinya kepada Euis.&lt;br /&gt;Mungkin karena emosi tak tertahanka, Bertha juga ingin menemuui dukun ----orang ointar --- yang memnurutnya bisa berbuat apa saja. Bisa menemukan Euis bberada dimana, jika perlu wanita Bandung itu akan diguna-gunakannya.&lt;br /&gt;“Lihat saja, akan saya bawa ke orang pintar, biar sakit dia dan juga orang yang menampungnya. Saya sudah punya alamat, akan saya datangi dia,” ancam Bertha, sambil mengelus dadanya yang mulai sesak menahan gejolak emosi.&lt;br /&gt;Hingga hari ketiga, berita Euis tidak terdengar lagi. Entah karena anjuran “dukun” atau memang niat Bertha ingin mencari pembantu lain di Bandung. Dan Bertha merasa yakin, Euis telah kembali ke Bandung.&lt;br /&gt;  ***&lt;br /&gt;BERDASARKAN pengakuan Euis, gadis sintal dan semampai dan cukup manis itu, ia merasa tertipu. Apalagi dia selalu mendengar calon tuannya akan membawanya ke Batam. Kendati orang Sunda, sedikit banyaknya Euis pernah mendengar tentang  Batam, terutama tentang wanita-wanita malam.&lt;br /&gt;“Mendengar itulah, saya berusaha melarikan diri dari Mbak Bertha. Kepergian diri saya berkat bantuan Berthi, bahhkan Mbak Berthi pulalah menganjurkan saya untuk pergi dari jaringan Bertha,” tutur Euis kepada Intan, teman Berthi.&lt;br /&gt;Mengetahui hal itu, bulu kuduknya sudah berdiri,. Bagaimana jika kabar itu benar-benar menimpanya? Bayangan ketakutan seperti itulah yang mendorong Euis ingin kembali ke Bandung. Tetapi jawaban calon tuannya semakin menakutkan dirinya, yakni kerja setahun dulu baru dibayar.&lt;br /&gt;Padahal, kata Euuis, dia rela bekerja diluar kota kelahirannya untuk membantu kehidupan ekonomi keluarganya yang telah ditinggal ayahnya beberapa tahun lalu. Sebagai anak tertua dan memiliki beberapa orang adik yang masih kecil-kecil dan membutuhkan pendidikan, Euis merasa bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Untungnya Euis masih memiliki cukup iman, hingga bayangan-bayangan buruk yang bakal menimpa dirinya jika masih tetap bertahan dengan calon tuannya sekarang, akan terjadi. Dia harus hengkang dari Pekanbaru.&lt;br /&gt;Nasib Euis masih baik, karena ia menemukan orang yang bisa dipercaya mengadukan nasibnya. Kalaupun dia tidak ditolong dengan orang tersebut, dia pun nekad melarikan diri walau tanpa uang sepeser pun.&lt;br /&gt;Mengetahhui hal itu, Intan bberupaya menolong Euis. Setelah mendapat dukungan dari beberapa tetangga dan rekannya Berthi , Euis disembunyikan disuattu tempat secara diam-diam malam itu.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Intan dan kawan-kawan patungan sekitar Rp25.000 per orang untuk mengongkosi Euis. Maka terkumpulah uang hampir terjumlah Rp125.000, yang di perkirakan cukup untuk bekal Euis.&lt;br /&gt;  ***&lt;br /&gt;KEMANAKAH,aku harus melangkah pagi ini. Sementara orang-orang masih bercanda dengan mimpi. Begitulah gumam dalam hati Bertha. Ketika itu, dia baru keluar dari sebuah diskotik. Sementara, beberapa “inang-inag” dengan sepeda tuanya membawa sayur mencari nafkah.&lt;br /&gt;Ketika lantunan house musik my heart will  go on yang dimainkan DJ, dia menari-nari, geleng-gelengkan kepala. Sebutir ekkstasi--- pil maut--- yang telah dicekoki (makan), selintingan rokok dan tegukan air Aqua menemani kehidupan Bertha malam itu. Dia tidak peduli siapa orang di sekelilingnya. Hanya satu ucapannya, “yang penting happy”&lt;br /&gt;Pemandangan prilaku Bertha, juga di benci adiknya Berthi. Dengan keasyikan lantunan house musik, di bawah temaram lampu kelap-kelip, seakan-akan Bertha berada di syurga. Tak peduli, apakah hujan peluru di luar ruangan itu, atau nyawa dirinya sendiri siap dirennggut, dia tidak peduli.&lt;br /&gt;Bertha hanya peduli, kehidupan dia malam itu jangan diganggu oleh problema-problema lainnya. “Persetan Kau Euis. Banyak uang kuhabis hanya untuk kamu,” makinya sambil menghisap rokok.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, Bertha dikejutkan oleh seorang om-om.&lt;br /&gt;“Hei.. Bertha, mana cewek Bandung yang engkau janjikan padaku dulu. Kamu pembohong, mucikari bagaimana kamu ini,” ketus Om yang lebih dikenal dengan Husin.&lt;br /&gt;Bertha yang sedari tadi    lagi “on’(reaksi obatekstasi)terhentak sejenak. Dia menatap wajah pria gemuk bernama Husin dengan sorot korek api.&lt;br /&gt;“Sorry bos, bukannya aku bohong, tapi wanita itun telah melarikan diri dari aku. Kemarin sudah dirumah, kini tidak ada lagi, pergi entah kemana,” jawab Bertha.&lt;br /&gt;“Ya sudahlah, aku tak pernah berhubungan saya kamu lagi, “ kata Husin yang membuat hati Bertha bertambah panas mendengarnya. Dan bertambah murka pulalah dia terhadap Euis.&lt;br /&gt;“Bangsat itu anak. Mudah-mudahan dia mampus!” umpatnya dalam hati, lalu dia pergi dekat bertender dan meneguk satu gelas minuman keras.&lt;br /&gt;Alangkah sedihnya melihat pemandangan seperti ini. Manusia seakan-akan menjadi “gila” hanya sebutir zat kimia yang dibuat orang Belanda ataupun dibuat orang dari kebun-kebun, yang telah merangsang sel-sel syarafnya. Itulah yang dikerjakan Bertha, tiap malam minggunya.&lt;br /&gt;Hanya sebutir obat yang namanya ekstasi merk Titanic Play boy, Mahkota dan 151 merk  ekstasi lainnya, Bertha, Ninin mereka tak sadarkan diri. Mereka menari-nari, jingkraksana, jingkrak sini,. Terkadang, kepalanya geleng-geleng seperti orang melakukan zikir, sejak pukul 21.00 hingga pukul 06.00 esok harinya. Penatkah Bertha? Penatkah Nini?&lt;br /&gt;Tidak! Bertha dan Ninin merasa penat bila reaksi zat kimia yang merangsang syarafnya terhenti, dalam istilah anak-anak diskotik, “ngedrop” alias  “of”.  Seluruh tubuhnya pegal-pegal, badannya berkeringat, dan tangannya terasa dingin dadn sedikit gemetaran. Gigi-gigi terasa rapat, sulit membukakannya.&lt;br /&gt;Akibatnya, Bertha tidak bisa makan pagi. Jangankan makan, tidurpun tak bisa, bahkan telingganya terasa pekak, akibat hentakan keras musik room. Fatalnya lagi, apabila Bertha mengalami “on berat” (lagi, dalam istilah diskotik), perut mual-mual, dan ingin muntah-muntah, tapi tidak bisa.&lt;br /&gt;Bahkan, menurutnya, dari pagi hingga malam harinya, badannya terasa remuk, pegal-pegal. Dia berniat tak akan mengulangi pekerjaan itu. Entah kenapa tetap dia lakukan. Anehnya, dia mengetahui akibat negatif dari perbuatannya. Dia sadar akibat yang timbul dari sebutir benda bulat, tapi entah kemana tiap malam minggu, kadang-kadang lengser ke hari lainnya Bertha selalu “on-of’ . Lagi-lagi hanya satu alasannya, pusing memikirkan dunia ini.&lt;br /&gt;Usai pesta musik dan eksrast semalam suntuk, sekitar pukul 05.00 WIB paginya, dia keluar dari sebbuah diskotik. Sementara beberapa orang mengayuh sepeda tua dan berboncengkan sayur-sayur untuk makanan Bertha. Kadangkalanya, dia terteggun sejenak melihat pemandangan itu. “ Orang keluar mencari nafkah dan duit, kita keluar manghamburkan uang,” tuturnya kepada rekan-rekan lain.&lt;br /&gt;  ***&lt;br /&gt;HARI-HARI Bertha hanya diisi bagaimana mencari kesenangan hidup, dengan menegak satu butir        pil setan yang bernama ekstasi. Akibatnya karena kecanduan obat terlarang, Bertha menjadi ketagihan, dan berakibat fatal baginya.&lt;br /&gt;Mati! Ya Bertha mati karena over dosis menelan pil ekstasi dalam jumlah yang banyak. Nyawab tak dapat tertolong lagi oleh tim medis. Berita kematian Bertha, menjadi headline koran-koran, baik daerah maupun nasional. “Bertha, Tewas Over Dosis”. Begitulah bunyi berita di koran-koran.&lt;br /&gt;Berita kematian Bertha, akhirnya diketahui juga oleh  Euis yang bekerja di sebuah pabrik elektronik di Batam. Ketika koran pagi daerah itu  memuat berita dan gambar Bertha., Euis hanya bisa bersedih hati, tapi dalam hatinya, dia merasa bersyukur.&lt;br /&gt;“Jika aku terlibat dalam dunia hitam ini, mungkin aku akan bernasib sama  DENGAN Mbak Bertha. Terimakasih Tuhan, Engkau telah menyelamatkan diri aku dari segala bahaya, “gumam Euis dalam hati.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-2274505246582080376?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/2274505246582080376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=2274505246582080376&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2274505246582080376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2274505246582080376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/euis-cerpen-andra-s-kelana-belum-satu.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-1910893239868864565</id><published>2008-02-29T00:48:00.000-08:00</published><updated>2008-02-29T00:54:02.452-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>Iwan Wartawan Kesaksian&lt;br /&gt;Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki  itu terbangun,. Ketika ayam jantan berkokok marah. Cuaca di luar sangat dingin. Dia berjalan di dekat telingga-telingga adiknya. Bunyi lantai berderak-derak. Namun, tidak membangunkan keempat adiknya yang tidur pulas, oleh dingin subuh yang menyayat tubuh.&lt;br /&gt;Embun pagi masih menetes. Dia telah menerjang ke dalam pelukan dingin pagi. Meniti arus globalisasi kehidupan dunia. Satu prinsip yang selalu di pegang laki-laki itu. Bangun pagi, apabila burung-burung belum terbangun, nanti kalau terlambat, maka kita akan menikmati rezki sisanya burung.&lt;br /&gt;Prinsi ini bukanlah hal yang baru. Tetapi sudah pekak telingga disebutkan orang tua, bila anaknya sering terlambat bangun. Bagi laki-laki itu, pepatah usang seperti ini selalu dipegangnya.&lt;br /&gt;Dia pergi meninggalkan mimpi malam. Berjalan menelusuri warna trotoar. Dingin pagi menyentak-nyentak tulang sudah menjadi sarapan pagi. Sebongkah tas berwarna biru, tersandang dibahu. Menutupi kekurangan hidup. Begitulah peliknya dunia, yang harus diterjang, tanpa harus berkata bosan.&lt;br /&gt;Celana jeans kumuh berwarna coklat. Baju coklat, merupakan favoritnya. Inilah ciri-ciri khas sang laki-laki itu. Tubuh tinggi namun kurus. Muka berjambang, berkacamata minus. Sementara orang-orang berdasi, sehat dan gemuk-gemuk. “Mereka juga memakan uang pajakku”, kata laki-laki itu.&lt;br /&gt;Tak enak rasanya aku menyebut laki-laki itu. Dari tadi aku terus menyebut laki-laki itu. Baik, aku sebut namanya saja, Iwan. Begitulah orang-orang memanggil laki-laki itu. Astagfirullah, mengapa aku sebut laki-laki lagi. Padahal dia sudah punya nama Iwan. Ya, Iwan. Tidak punya embel-embel. Sepeerti Kepala Bagian di kantor. Wakil Kepala Anu. Bahkan pejabat ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;IWAN terus berjuang melawan keras perekonomian yang bergantung kepadanya. Adik-adiknya masih bersekolah. Belum bisa untuk mencari sesuap nasi. Apalagi kalau adik perempuan. Harus dijaga mahkota kesucian. Biar kita miskin dengan perekonomian. Tetapi kita tidak melacuri kehidupan dengan harga diri mencari kekayaan.&lt;br /&gt;Di rumah, Iwan selalu menerapkan demokrasi. Bebas bicara. Boleh protes padanya. Boleh mengungkapkan apa saja yang penting. Asal protes membangun. Iwan tidak maarah. Benci pun tidak. Bahkan dia bangga diprotes.&lt;br /&gt;Keluarga Iwan tidak sseperti keluarga burung, atau masyarakat lain. Bila protes, berarti musuh. Bila kritik, termasuk penghianat. Zaman Nabi saja tidak demikian. Masyarakat seperti ini boleh dikatakan sebagai keluarga burung.&lt;br /&gt;Keluarga burung janganlah dicontoh. Sang induk memang baik dengan anak-anaknya. Ketika sang anak menderita, apalagi sampai cacat seperti patah sayap. Maka dia langsung mencampakkan anak-anaknya. Jadi keluarga burung, tidak mensyukuri amanat Tuhan.&lt;br /&gt;Penyakit kejiwaan menghantui perasaan. Kadang kalanya penyakit ini membuat dia harus stress. Marah,. Tetapi marah pada siapa. Pada adik-adik? Mereka belum tahu apa-apa. Mereka hanya tahu meminta, menadahkan tangan. Kitalah yang harus berpikir. Apa penyakitnya. Tidak terus terang dengan permasalahan yang ada&lt;br /&gt;“Aku tidak dapat membantumu, kalau kau tidak terus terang padaku. Apa masalah engkau. Ringan sama dijinjing. Kalau berat pikulah seorang. Dan jangan kamu ceritakan keluhmu pada aku. Aku sudah pekak semuanya,” tutur Neklous, teman akrabnya.&lt;br /&gt;“Ya, itulah penyakit jiwaku,” ucapnya, mendesah. Seakan melepaskan semua beban yang menjadi parasit pada dirinya.&lt;br /&gt;Begitulah Iwan. Hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Dia tidak bisa mendengar nasehat orang. Tetapi demokrasi katanya. Benar. Demokrasi bagi Iwan, hanyalah demokrasi mendengaar, bukan demokrasi menerapkan. Begitulah kebanyakan orang sekarang ini. Tidak pernah menjalankan apa yang dinasihatkan orang, padahal nasehat itu bermanfaat buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;. PEKERJAAN Iwan adalah perjuangan dari kata-kata. Kuli tinta. Tidak pernah terikat dengan jam kantor. Tidak seperti instansi lainnya. Harus terikat dengan jam kantor. Walaupun tidak ada pekerjaan, tetap mengantor, walaupun hanya bermain batu domino.. Tetap juga kerja di kantoran.&lt;br /&gt;Jam kerja Iwan, sebanyak dua puluh empat jam. Selagi bumi berputar. Tak peduli siang maupun malam, terus bekerja. Sejenis setan apa pekerjaanmu, Wan? Orang bilang wartawan. Iwan tidak pernah menyebut diri wartawan. Bukannya Iwan aku tidak bangga dengan pekerjaan. Tetapi sekarang ini banyak waartawan yang tidak idealis lagi. Harga diri dijual dengan selembar kkertas Rp. 10.000-an. Rendah kali harga diri kita., yang selalu dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;Berita-berita hasil goresan pena Iwan. Banyak pejabat menjadi sesak nafas. Bahkan ada pejabat yang masuk kerumah sakit, ketika tulisan berita Iwan, menyangkut dirinya. Begitulah Iwan, sebagai seorang penyaksi kejadian.&lt;br /&gt;Ada yang memeras pejabat. Ada yang memutar balik fakta. Menurut mereka pekerjaaan wartawan, tempat mencari uamg,. Oh… menjeritlah guru-guru si pejuang pers, pasca kemerdekaan. Kalau wartawan, sudah gelap matanya dengan uang.&lt;br /&gt;Sesuatu ketika datanglah rekan-rekannyadari wartawan. Mereka menanyakan kepada Iwan, di mana lokasi basah yang dapat menebalkan kantong. Apa kata Iwan.&lt;br /&gt;“Abang-abang ini, malulah sedikit. Jangan kerja memeras orang saja. Tulis saja yang menjadi kenyataan. Ini tidak. Kalau berita baik di muat. Berita tak baik, minta duit, lalu dibuat baik-baiklah berita itu.”&lt;br /&gt;“Sombong betul dikau ini,” jawab seorang wartawan kepadanya. Wartawan-wartawan tersebut sebanyak 7 orang. Pada prinsipnya mereka itu sama, satu ide dalam mengerjakan hal demikian.&lt;br /&gt;“Bukan saya sombong, Bang, tapi kalu abang hendak mencari duit, carilah sana. Jangan Tanya-tanya pada saya?” marah Iwan suatu ketika. Lalu dia pergi meninggalkan kawan-kawannya.&lt;br /&gt;Begitulah Iwan. Idealismenya selalu tertanam dalam diri. Biar tak makan asal harga diri tak terjual. Di media massa, tempat dia bernaung boleh dianggap Iwan anak mas. Bukan karena pimpinannya saudara. Tidak,. Tidak ada hubungan pimpinan redaksi koran dengan diri Iwan.&lt;br /&gt;Iwaan dari Utara sedangkan Pimpinan Redaksi ari barat, ketemunya di tengah-tengah. Prinsip Iwan, yang menjadi contoh rekan-rekan redaksinya adalah tidak pernah meminta apa-apa. Di suruh membuat berita sebanyak 10, maka Iwan memberikan berita sebanyakm 15. Alangkah senangnya pimpinan dengan sifat tabiat seperrti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;HAMPIR satu bulan, nama Iwan tidak mencuat lagi disurat khabarnya. Biasanya Iwan selalu menuliskan yang selalu memberi andil pada koran. Seperti naiknya oplah. Karena berita memang sangat panas dan banyak di senangi orang. Baik dimuat&lt;br /&gt;Ulasan-ulasan dalam berita, memuatkan data-data akurat. Tidak pernah asal tembakberita saja. Kebanyakan wartaawan-wartawan begitu. Hanya mendengar isu langsung ditulis.&lt;br /&gt;Tetapi sebelum ditulis pergi dulu ke pejabat anu. Lalu di bilang “Apakah berita ini perlu ditulis atau tidak”. Tidak segan-segan mereka selalu menentukan tariff berita, jika berita tidak dimuat.&lt;br /&gt;Pembaca selalu bertanya, ke mana perginya wartawan gila satu ini. Bahkan dikalangan redaksi pun. Gelisah separuh mati. Bukan karena apa, ulasan yang membuat gemukkoran tidak ada yang dapat dihandalkan. Taakut. Takut dicekal. Takkut matilah. Semuanya takut. “Takut itu hanya ada dalam diri kita. Penyebabnya kita kurang percaya diri,” kata Iwan, suatu ketika.&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, aparat kepolisian menyingkap. Atas ditemunya seorang laki-laki, namun laki-laki telah meninggalkan ganasnya dunia.&lt;br /&gt;Tim forensic kepolisian. Menemukan kejanggalan-kejanggalan kematian laki-laki yang mereka temui, di sebuah apartemen Hotel, diantaranya, ada bekas pukulan, dan tusukanpisau. Media massa sibuk, menuju tempat kejadian perkara. Tak ketinggalan media massa tempat Iwan bekerja.&lt;br /&gt;Kepolisian menunjukan cirri khas laki-laki yang mereka temukan. Tubuh kurus. Tingginya sekitar 170cm. Di mukanya penuh dengan bulu-bulu, yaitu bercambang. Di matanya, terdapat serpihan-serpihan kaca bekas suatu pukulan keras. Maka Pimpinan Redaksi pun tertunduk lemas. Iwan. Kau telah tiada. Anak Ku. Tenanglah engkau. Kami akn mengenang kesaksian Mu.&lt;br /&gt;Media massa sibuk membuat berita Iwan. Dulu Iwan yang mencari berita. Kini Iwan yang menjadi berita. Bahkan beberapa koran mengangkat misteri kematian sebagai lapora utama mereka. “Misteri Kematian Iwan”. Ada juga yang menulis “Iwan Sang Pennyaksi Telah Tiada”. Begitulah ulasan-ulasan pers.&lt;br /&gt;Berita duka kalangan pers. Penyaksi kehidupan. Sang penulis pejuang dari kata-kata. Telah mati. Tapi buka matinya kesaksian. Bukan matinya keadilan. Matinya Iwan. Maka tubuh tumbuh seratus Iwan-Iwan lainnya.&lt;br /&gt;Siapa pelaku atas kematian Iwan, tak dapat terungkapkan. Mungkin ini sudah ada rencana sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenang Almarhum Udin,&lt;br /&gt;Wartawan Bernas Yokyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-1910893239868864565?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/1910893239868864565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=1910893239868864565&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1910893239868864565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/1910893239868864565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/iwan-wartawan-kesaksian-cerpen-andra-s.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-2899482467164780033</id><published>2008-02-28T07:52:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T07:56:06.539-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bZcYayiSI/AAAAAAAAACk/uhqMSQXEPRI/s1600-h/inul.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bZcYayiSI/AAAAAAAAACk/uhqMSQXEPRI/s320/inul.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172060303695972642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inul dan Moralitas&lt;br /&gt;Oleh : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEREMPUAN! Perempuan itu berhasrat sekali ingin menaklukan Jakarta ! Jepang, Brunai Darussalam, bahkan Amsterdam yang dipernah digoyang dengan ekonomi tubuhnya, tidak membuat perempuan ini begitu puas; Obsesinya bagaimana dapat menaklukan ibukota Jakarta . Mungkin, perempuan ini beranggapan, jika sudah Jakarta dikuasai, maka Indonesia berada digenggamnya. Ada benarnya juga, karena orang selalu berpanduan kepada Jakarta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi itu jadi kenyataan. Setelah menerapkan sistem marketing ‘’obat nyamuk’’ – manggung di pinggiran kota seperti Surabaya , Semarang lalu ke ibu kota Jakarta —perempuan itu akhirnya menjadi fenomena baru di pentas musik Indonesia . Semua produk yang selama ini sudah eksis, berubah dratis menjadi produk kadaluarsa. Perempuan ini, membawa formula baru dalam dunia panggung hiburan, yang selama ini menjadi hiburan rakyat dan alternative bagi kalangan tertentu. Ekonomi tubuhnya, yang disebut ‘’ngebor’’ menghipnotis kalangan menengah ke atas, yang duluhnya lebih elegan dengan lagu-lagu jazz, oldies, pop atau cha-cha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pakar ekonomi Rhenald Kasali pun mengangkat perempuan berobsesi tinggi ini, masuk dalam bedah ekonomi yang dibawanya di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Dan tidak tertutup kemungkinan, perempuan ini masuk dalam quota 30 persen di kursi legislatif, jika memang dapat mengangkat salah satu partai politik, sebagai pemenang pemilu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berobsesi tinggi itu, bernama panggung Inul Daratista alias Ainur Rokhimah yang kini sudah terkenal dengan goyang ngebor, ditambah lagi dengan pengekangan dalam ekspresi, dan pencekalan di sana-sini. Dua tindakan ini membuat perempuan kelahiran Jawa Timur ini terus boaming, dalam kancah dunia goyang dan musik saat ini. Pencekalan dan pengekangan ini membuat ratting Inul terus meroket. ‘’Pengharaman’’ membawa lagu-lagu tertentu, membuat orang semakin ingin melihat secara dekat, membuat orang semakin ingin mengetahui, apa bentuknya ‘’ngebor’’, yang selama ini mereka hanya melihat dilayar televisi dalam program-program khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang diakui, ekpresi politik tubuh Inul Daratista mampu menggeserkan gaya-gaya joget dangdut selama ini. Goyang ngebor Inul yang unik ini, mampu menggeser posisi goyang jaipong, goyang dombret, bahkan ratu joget sejagat tidak dapat menirukan bahasa tubuh perempuan satu ini. Ngebor pinggul Inul, dari atas ke bawah, ke bawah dan ke atas –sulit dihitung berapa jumlah— sangat unik. Bor adalah alat yang dipergunakan orang untuk menembus batu atau kayu. Bahasa tubuh Inul ini, menjadi popularitas di tanah air. Perempuan kampung yang biasanya manggung pada hajjatan perkawinan, kini manggung di layar kaca. Ekonomi tubuhnya mampu merubah gaya hidup Inul Daratista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi. Dengan strategi ekspresi ekonomi tubuh ini, membuat Inul harus berhadapan dengan orang-orang yang melihat bahasa tubuh Inul dengan negatif, sensualitas, nafsu setan. Inul diharamkan menyanyikan lagu-lagu tertentu, bahkan dilarang untuk naik panggung jika masih ‘’ngebor’’. Perempuan obsesi tinggi ini dianggap telah merusak moral bangsa, sehingga timbullah pencekalan-pencekalan di sana-sini. Kalaulah benar, goyang ‘’ngebor’’ Inul dapat merusak moral bangsa, dapat mengubar hawa nafsu setan, berarti kehadiran Inul, menyentakan kita. Kehadiran Inul membangunkan bangsa ini yang terlelap tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa demikian? Selama ini kita terbuai dengan mimpi-mimpi lantunan Asereje, Shakira, dan rasukan film-film India yang memamerkan pusar dan goyangnya. Selama ini kita asyik disuguhkan dengan para penari dancer orang Indonesia sendiri, yang berpakai ketat yang menampakkan lekuk, seluk-beluk tubuh, dengan gaya-gaya erotis, plus berpasangan dengan pria. Bahkan sekarang ini para penari dancer di berbagai acara tengah malam, sudah semi telanjang. Pakaiannya hanya menutup bagian tertentu saja, yang lain, sangat mengerikan untuk dipertontonkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kondisi tidak seperti penari dancer ini, hadir dalam diri Inul, perempuan obsesi menaklukan Jakarta ini justeru menuai badai. Padahal banyak orang beranggapan, bahwa bahasa tubuh Inul itu, adalah menunjukkan kreatifitas sebagai seorang penyanyi dangdut. Selama ini hampir semua penyanyi dangdut mempunyai gerakan tubuh yang sama, dan tidak ada inovasi, kreatifitas dalam gerakan tubuh ketika mendengar bunyi drum, seruling maupun gendang. Tetapi Inul mampu memberikan inovasi dan ekspresi yang akhirnya menjadi popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budayawan KH Abdurahman Wahid berpendapat lain soal goyang dangdut ‘’ngebor’’ Inul Daratista. Gus Dur menyatakan, agar setiap orang menghormati cara seniman berekspresi. Soal cara berekspresi itu hak setiap induvidu, demikian juga hak untuk tidak suka. Yang menjadi masalah –masih penuturan Gus Dur—bila kita mengajak pihak lain untuk mengikuti sikap ketidaksukaan kepada cara orang melakukan ekspresi. Biarkan masyarakat menilai sendiri dengan netral. Kalau menyimpang dari norma-norma yang disepakati, akan dengan sendirinya ditinggalkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inul itu jangan diprotes. Inul jangan dikekang, biarkan saja dia itu berjalan apa adanya. Karena dalam posisi ini, Inul tidak dirugikan, justeru sebaliknya. Dalam trik marketing [pemasaran], pencekalan terhadap Inul justeru, meningkatkan demand para penggemarnya. Trik-trik marketing, dengan mempolemik sesuatu hal, justru akan meningkatkan permintaan. Dan harapan orang yang mempunyai produk adalah berpolemik, ada orang yang meresponi produk dibuatnya, semakin menambah pendapatan si pembuat produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja Inul, semakin banyak orang yang mempolemiknya semakin tinggi tarif bayarannya. Bahkan, dalam suatu wawancara, Inul mengatakan, ‘’tanpa goyangan itu, Inul bulan lagi Inul’’. Artinya, bagaimana pun juga Inul tetap manggung di mana-mana, walaupun orang sibuk saja mempolemik dirinya. Hendaknya, masyarakatlah yang harus menilai dan memandang goyang Inul sama dengan goyang penyanyi dangdut lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar dipandang, tetapi tidak untuk diperdebatkan, toh pada akhirnya gaya seperti ini akan tenggelam oleh inovasi dan kreatifitas baru. Kalau setiap hari masyarakat disuguhkan dengan gaya seperti ini, lama-lama juga jadi bosan. Karena sifat manusia adalah selalu ingin perubahan dan hal-hal terbaru. Ibarat computer, Inul sekarang ini adalah Pentium V, tapi setahun kemudian, akan keluar lagi Pentium-pentium yang lebih tinggi dan punya processor lebih cepat. Begitu juga halnya Inul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat saya petik; ketika Inul menjadi bedah ekonomi Rhenald Kasali; ketika ditanyakan, sekarang ini sudah banyak orang meniru gaya goyang ngebor Inul, apa tidak takut akan tergeser nantinya? Dengan entengnya, Inul menjawab akan menciptakan goyang lain. Artinya, bisa saja Inul menciptakan goyang ‘’ngebor’’ ini memiliki kadaluarsa. Setahun, dua tahun atau sesudah pemilu, goyang ngebor sudah tidak ada lagi. Dan akan muncul goyang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari kasus Inul Daratista, --perempuan yang sudah menaklukan Jakarta ini--, semuanya tergantung dari kasat mata mana kita memandangnya. Apakah kita memandang secara manajemen Qolbu-kah, atau kita memandang ekspresi Inul Daratista itu dengan hawa nafsu. Kalau kita memandang secara qolbu, kita akan selamat dari terpaan badai yang datang. Kalau kita memandang dari nafsu, yang tentu celakalah.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-2899482467164780033?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2899482467164780033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2899482467164780033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/inul-dan-moralitas-oleh-andra-s-kelana.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bZcYayiSI/AAAAAAAAACk/uhqMSQXEPRI/s72-c/inul.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-7608547518985656566</id><published>2008-02-28T07:44:00.001-08:00</published><updated>2008-02-28T07:45:23.344-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bW_IayiRI/AAAAAAAAACc/SqxlAXsxUTA/s1600-h/otak-otak.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bW_IayiRI/AAAAAAAAACc/SqxlAXsxUTA/s320/otak-otak.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172057602161543442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ENTAH mengapa, aku begitu benci dengan makanan otak-otak. Jangankan untuk mencicipi, mencium aromanya, melihat bentuknya yang dibungkus dengan daun berwarna hijau, tergolek di atas tungku saja sudah muak.&lt;br /&gt;Pernah suatu siang, aku berjalan bersama anakku di depan sebuah rumah makan. Aku melihat seorang pedagang, dengan wajah ceria, mengipas-ngipas makanan otak-otak ketika dipanggang. Melihat keceriaan si pedagang, ingin rasanya aku mengambil semua otak-otak tersebut, dan melemparkan ke dalam selokan, comberan yang busuk, sehingga aroma sedapnya tak tercium oleh hidungku.&lt;br /&gt;Oh..! yang lebih membuat aku marah besar, bagaikan kesetanan, karena anakku Ditha, merengek-rengek minta belikan otak-otak. Waktu itu, aku berusaha membujuknya untuk tidak memakan otak-otak. Aku bilang sama Ditha, jangan memakan otak-otak, karena tidak enak, toh juga terbuat dari ikan, dan sotong yang digiling, atau sama dengan chiken nugget. Dan Mama akan menggantikan makanan yang lebih enak, bergizi, berprotein tinggi, harganya mahal. Seperti, hamburger, pizza atau steak sirloin, atau apa saja makanan yang diminta, asal jangan otak-otak.&lt;br /&gt;“Tidak…!’’ jeritnya.&lt;br /&gt;Ditha, tetap tidak mau! Aku tambah pusing. Bagaimana membujuknya? Anakku merengek-rengek. Malah menangis, tetap menginginkan otak-otak. Sebab, dia pernah memakannya ketika berada di sekolah taman kanak-kanak. Waktu itu, ada seorang temannya membawa dua keping otak-otak. Satu keping diberikan kepada anakku. Ditha mengkonsumsinya dengan lahap. Katanya enak, dan belum pernah dia menikmati makanan seperti ini. Dia mengangguk bosan, ketika teman-temannya menceritakan betapa enaknya makan pizza. Ditha ngaku belum pernah menikamti makanan tradisional seperti ini.&lt;br /&gt;Bahkan, cerita teman-temannya, Ditha minta dibawakan lagi otak-otak tersebut ke sekolah. Dan melahap bersama teman-teman, sambil bercerita tentang boneka dolphin yang aku belikan ketika aku berada di Singapura. Mendengar cerita itu, aku langsung depresi berat. Denyut jantungku berdetak kencang. Bahkan, aku sempat dilarikan ke dokter spesialis jantung. Dokter bilang, aku terkena ‘Angin’ (angina pektoris), merupakan penyakit nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen.&lt;br /&gt;“Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung kecepatan dan kekuatan denyut jantung. Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen,” dokter Andi menjelaskan kepadaku. Aku hanya bisa menatapnya nanar. Perasaan tertuju kepada hukum yang akan aku terima nantinya, karena anakku telah memakan otak-otak&lt;br /&gt;“Jika arteri menyempit atau tersumbat, sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi Ikemia dan menyebabkan nyeri pada dada hingga ke belakang atau ke punggung,” penjelasan dokter Andi semakin tidak dapat aku mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;WAKTU aku mengandung bayiku yang pertama, maaf, terpaksa aku mengungkapkan fakta yang sebenarnya: bayi itu hasil perselingkuhanku dengan seorang pejabat di daerah. Aku masih ingat, usia kehamilan baru empat bulan, aku ngidam ingin makan otak-otak. Aku membelinya sebanyak 20 keping, dan aku memakan seluruhnya. Satu pun tak bersisa. Malam harinya, perutku terasa sakit sekali. Muntah! Dan parahnya, dari selangkangku, keluarlah tetes darah. Aku pun pingsan,&lt;br /&gt;Aku dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sayup-sayup telingaku merekam pembicaraan dokter, bahwa kandunganku tidak bisa bertahan di dalam janin. Aku keguguran. Dan harus dioperasi dengan melakukan korek, mengeluarkan gumpalan darah yang masih berada di dinding rahim. Aku langsung memvonis, penyebab keguguran karena makan otak-otak.&lt;br /&gt;Penderitaanku bertambah panjang, tatkala suami pertama dari pernikahan resmi menggugat cerai, karena aku dianggap mandul, setelah empat tahun menikah tanpa dikaruni keturunan. Aku berusaha melakukan check medical di dokter kandungan, pengobatan alternatif, bahkan berbagai terapi kedukunan aku lakukan, asalkan aku bisa hamil. Tetapi hasilnya tetap nihil. Lagi-lagi, aku memvonis, bahwa penyebab penderitaan panjang ini adalah karena makan otak-otak.&lt;br /&gt;Setelah resmi bercerai, aku mengikuti saran teman-teman untuk melakukan operasi induk telur di rumah sakit Elisabeth Singapura, sebelum mengambil keputusan untuk menikah lagi, jika akhirnya kembali bercerai. Kepada dokter aku menceritakan, semua persoalan, termasuk pernah mengadung, walaupun akhirnya keguguran. Dengan harapan aku bisa sembuh.&lt;br /&gt;Dokter spesialis kandungan dan penyakit dalam, langsung melakukan check medical. Kesimpulan dokter, bukan disebabkan oleh makanan, tetapi di rahimku mengandung virus rubella, dan terjadi kelukaan dinding rahim ketika dilakukan pengoreksi saat keguguran. Dokter bilang, dapat disembuhkan, tetapi dalam waktu lama dan biaya ribuan dollar Singapura. Aku menyanggupinya.&lt;br /&gt;Hampir dua tahun aku mengikuti terapi di rumah sakit Elizabeth Singapura, dan dokter menyatakan aku sembuh. Dan boleh hamil lagi. Perasaanku masih was-was, benarkah apa yang diungkapkan dokter?Aku memutuskan tidak akan menikah. Jadi, bagaimana untuk mengetahui kalau rahimku terbebas dari virus rubella? Akhirnya, aku putuskan untuk melakukan hubungan seks dengan pria yang berjanji mau bertanggungjawab, jika aku hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Beberapa kali aku merasakan kenikmatan bersetubuh dengan pria, setelah beberapa tahun tidak pernah merasakan bagaimana melakukan hubungan seks. Aku jadi kaku dan grogi ketika berada di atas ranjang. Dan pada bulan kedua, hubungan gelap kami, aku terlambat haid. Perasaanku berdebar-debar, apakah aku hamil. Secepatnya aku pergi ke dokter kandungan.&lt;br /&gt;“Selamat, Bu, Anda mengandung…!’’ kata dokter. Aku masih tidak percaya. Dokter memperlihatkan hasil scane komputer, bahwa indung telurku sudah membesar, dengan ukuran 21 inchi. Dan indung telur ini akan terus membesar, hingga menjadi jabang bayi.&lt;br /&gt;Jabang bayi itu aku beri nama Elizabeth Ditha. Tapi, anakku senang dipanggil Ditha, dari pada Eli. Tetapi, pria yang telah membuahi rahimku, pergi entah ke mana, setelah aku mengandung dan perusahaan bangkrut. Namun, aku tidak mempedulikan ke mana laki-laki itu pergi.Aku sudah bahagia bersama anaku Ditha.&lt;br /&gt;Tetapi, keinginan anakku Ditha, kembali menghantui kehidupanku. Aku tidak menginginkan nasib yang aku derita dengan memakan otak-otak, membuat Ditha tidak bisa mengandung, mandul, dan operasi seperti aku. Sehingga anakku menjadi pelampias nafsu laki-laki. Puas, lalu pergi meninggalkan. Walaupun sampai hari ini aku belum dapat membuktikan kebenarannya.&lt;br /&gt;Mengenang kejadian itulah, yang membuat aku marah besar kepada Ditha, ketika dirinya minta dibelikan otak-otak. **&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-7608547518985656566?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/7608547518985656566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=7608547518985656566&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7608547518985656566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/7608547518985656566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/entah-mengapa-aku-begitu-benci-dengan.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bW_IayiRI/AAAAAAAAACc/SqxlAXsxUTA/s72-c/otak-otak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-5445364858753206741</id><published>2008-02-28T06:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T06:48:51.202-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bJtoayiMI/AAAAAAAAAB4/D2fetOYa0IM/s1600-h/andra--ok.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bJtoayiMI/AAAAAAAAAB4/D2fetOYa0IM/s320/andra--ok.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172043007862671554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;KPU Seperti Collina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kolom : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASIT adalah seorang yang dipercayakan menjadi pemimpin. Wasit adalah seorang yang telah ditasbihkah menjadi juri dalam perhelatan maupun suatu pertandingan. Apakah itu pertandingan olahraga, ataupun pertandingan dalam partai politik. Saya hanya menggaris-bawahi, wasit di sini adalah wasit politik, yang sebentar lagi akan terjadi suatu pertandingan besar di negara ini. Di mana, seluruh partai politik yang sudah disyahkan oleh Mahkamah Agung untuk ikut perhelatan akbar lima tahunan yaitu Pemilihan Umum, akan bertanding untuk meraih suara terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga pertandingan. Pasti masing-masing tim akan mempertunjukkan kemampuan, kehebatan tim yang telah dibentuk, kematangan dalam menyerang, kemampuan finansial untuk membeli pemain, atau kemampun finansial untuk menyogok wasit, mempengaruhi wasit, dan segala macam cara. Apalagi, setelah lima tahun berlatih [baca usai pemilu 7 Juni 1999], tentu tim-tim papan atas akan semakin memperkokoh diri, untuk meraih ‘’scudetto’’, dan tidak mau kecolongan, pada pertandingan lima tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam kenyataan seperti ini, maka orang yang menjadi wasit harus benar-benar berkualitas tinggi, intelektualitasnya matang. Orang yang menjadi wasit dalam pertandingan partai politik ini, adalah harus tegas, jeli melihat segala kesalahan dan trik-trik dalam permainan. Kalaulah bisa, wasit dalam pertandingan ini mengikuti jejak langkah wasit sepakbola Liga Italia Serie A, Collina yang dinobatkan menjadi wasit terbaik versi FIFA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Collina tidak perduli, apakah itu tim raksasa, tim papan atas, atau hanya trik-trik pemain untuk menjatuhkan lawan, jika terbukti melanggar, maka akan dikenakan sanksi, bahkan kartu kuning-merah pun akan keluar. Ketegasan Collina dalam memimpin partai pertandingan tidak diragukan lagi, sehingga, penyelenggara pertandingan pun tidak segan-segan harus membayar mahal untuk mendatang Collina untuk menjadi pemimpin dalam pertandingan ini. Nah, mampu dan maukah wasit-wasit dalam memimpin partai pertandingan politik mengikuti jejak langkah Collina, yang mungkin tidak akan menerima segala bentukan sogokkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, siapakah ‘’mahkluk’’ yang tunjuk dan dipilih oleh pemerintah daerah untuk memimpin pertandingan partai politik lima tahunan ini, tentu saja kita sudah mengetahuinya, dan sekarang menjadi lahan perebutan setiap orang –entah karena pasilitas atau karena kedudukan--. Wasit itu bernama Komisi Pemilihan Umum [KPU]. Komisi yang dibentuk pada pemilu 1997 ini, tampaknya masih dipakai oleh negara ini menjadi wasit pada pertandingan lima tahunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA dengan wasit daerah Kota Batam?. Tim FIFA [dibaca; Sekretariat KPU Kota Batam] sudah menunjuk dan memilih sepuluh anggota wasit KPU dari 45 calon anggota KPU yang mendaftarkan diri. Kesepuluh anggota KPU ini dianggap sudah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh KPU itu sendiri; sekedar untuk mengingat, ada pun persyaratan menjadi anggota KPU daerah antara lain; sehat jasmani dan rohani, berhak memilih dan dipilih, mempunyai komitmen yang kuat terhadap tegaknya demokrasi dan keadilan, mempunyai integritas pribadi yang kuat, jujur dan adil, memiliki pengetahuan yang memadai tentang politik, kepartaian, pemilu dan kemampuan kepemimpinan, tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik, tidak sedang menduduki jabatan politik dan jabatan struktural dalam jabatan pegawai negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain peryaratan di atas, seorang anggota KPU harus bersifat independensi dan nonpartisan. Dan ini harus tercermin dari seluruh anggota KPU daerah kota Batam. Kemudian, anggota KPU sebagai penyelenggara pemilihan umum di daerah, bersifat mandiri, berkepribadian tetap, bersifat nasionalisme, tidak memihak, transparansi, profesionalisme, harus menjunjung tinggi asas-asas pemilihan umum secara demokratik, dengan melibatkan partisipasi rakyat seluas-luasnya sehingga hasilnya dipercaya masyarakat. Komisi Pemilihan Umum adalah komisi mempunyai integritas tinggi, independensi yang dibentuk sesuai dengan Undang-undang tentang pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat persyaratan di atas, memanglah sangat berat beban yang harus dipikul seorang wasit untuk menjadi pemimpin dalam pertandingan partai politik ini. Selain harus mempertanggungjawabkan kepada negara hasil kinerjanya, terlebih lagi harus mempertanggungjawabkan kepada rakyat, karena dampak dari kesalahan-kesalahan dalam penyelenggaraan ini adalah rakyat. Jika seorang wasit curang dalam mempimpin, maka wasit pun menjadi hujatan rakyat, bahkan rakyat bisa marah, menyerang, menghatam wasit. Begitu juga para pemainnya, tidak puas atas tindakan wasit dalam memimpin, maka pemain pun akan lebih marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, sebagai seorang wasit yang telah dipercayai oleh rakyat ini, harus menjunjung tinggi kode etik pelaksanaan pertandingan. Artinya anggota KPU daerah yang sudah disyahkan oleh kepala wilayah, harus berpegang teguh kepada kode etik pelaksanaan Pemilihan Umum yang telah dibuat dan disyahkan. Dan sekali lagi, hanya sekadar untuk mengingatkan dan menjadi pedoman untuk masyarakat apa sebenarnya yang menjadi kode etik anggota KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tujuh kode etik menjadi anggota KPU antaranya; menggunakan kewenangan berdasarkan hukum, bersikap dan bertindak non-partisan dan imparsial, bertindak transparan dan akuntabel, melayani pemilih menggunakan hak pilihnya, tidak melibatkan diri dalam konflik kepentingan, bertindak profesional, administrasi pemilihan umum yang akurat. Kenapa mesti dibuat kode etik ini, karena sebagai seorang penyelenggara pemilihan umum, haruslah sadar bahwa ini merupakan tugas berat dan terhormat yang dipercayai oleh rakyat dan negara. Agar kerjanya dipercayai oleh publik, maka diperlukan suatu ikatan-ikatan, aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar. Kode etik ini merupakan rambu-rambu seorang penyelenggara, yang tujuannya tidak melenceng dari garis line yang telah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, lima wasit KPU daerah terpilih nantinya, hendaklah tidak melupakan apa yang menjadi rambu-rambu sebagai penyelenggara. Dan yang terpenting, sesuai dengan motto dari KPU adalah; melayani rakyat menggunakan hak pilihnya. Dan jangan sampai anggota KPU minta dilayani, seperti pemenuhan fasilitas-fasilitas, gaji yang besar dan jangan sampai menyalahgunaan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota yang terlibat dalam proses penunjukan dan pengangkatan anggota KPU daerah ini, kita harapkan dalam memilih lima calon anggota KPU tetap, haruslah mempertimbangkan profesionalisme, intelektualitas, mempunyai integritas tinggi dan loyalitas terhadap kepentingan rakyat, daripada kepentingan pribadi. Yang jelas, sifat independensi harus dijunjung tinggi oleh calon anggota KPU. Para pemilih calon anggota KPU, tidak hanya sekadar mengingat sejarah daripada sekadar pertimbangan-pertimbangan perpolitikan yang menguntungkan pribadi dan golongan sesaat saja, calon anggota KPU tersebut. Sebab rakyat mengharapkan, anggota KPU itu haruslah benar-benar menjadi wasit pertandingan yang profesionalisme. Kalau bisa, wasit partai pertandingan ini benar-benar seperti Collina, ketika memimpin dalam pertandingan. Salah, sprit. Melakukan pelanggaran keras dan merugikan pemain lainnya, maka wasit harus berani mengeluarkan kartu kuning, jika pelu kartu merah. Silakan tuan-tuan meng-artikan sendiri. Selamat kepada anggota KPU terpilih. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-5445364858753206741?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/5445364858753206741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=5445364858753206741&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5445364858753206741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/5445364858753206741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/kpu-seperti-collina-kolom-andra-s.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8bJtoayiMI/AAAAAAAAAB4/D2fetOYa0IM/s72-c/andra--ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-2058779864488032757</id><published>2008-02-28T05:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T05:56:45.265-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8a9hoayiKI/AAAAAAAAABo/XVyf7RtIDeM/s1600-h/wanita.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8a9hoayiKI/AAAAAAAAABo/XVyf7RtIDeM/s320/wanita.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172029607564708002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Perempuan Pendosa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;  PEREMPUAN  itu beristirahat sebentar di bawah bunga kertas yang tumbuh mekar. Dihapusnya butiran keringat yang mengerintil di pelipis mata dan keningnya.  Dan ia tertunduj, menatap ke tanah, yang retak-retak, karena panas bumi.&lt;br /&gt; Di tanah yang belum mendapatkan tetesan air, berserakan bunga kertas merah, putih, kuning.  Rontok, karena musim kemarau panjang telah tiba.  Bunga-bunga kertas itu berserakan, tak pernah dibersihkan oleh petugas. Selembar, dua lembar bunga itu melayang-layang, hingga di kepala perempuan itu.&lt;br /&gt; Perrmpuan ramping berambut pirang sebahu, tampaknya sedang menggengam luka sayatan sembilu si tangannya. Perempuan yang lelah matanya, tampaknya sedang marah pada dirinya. Ini terlihat dari sorotan mata, bagaikan ingin mengali tanah-tanah di hadapannya. Lalu dia tanam, kesakitan yang menimpa dirinya,  atau akan menguburkan tubuhnya hidup-hidup.&lt;br /&gt; Bagaikan seorang penari telanjang, jari perempuan itu lentik, meliuk-liuk memegang sebatang rokok. Lalu, asapnya mengepul ke udara, mencemari atmosfer sekitarnya. Karbondioksida dari rokok itu, melayang-layang bersama angin, menggangu pernafasan bunga kertas, tempat dia bernaung.&lt;br /&gt; ‘’Bertahun-tahun aku hidup dengan dunia fantasi, tak terwujud secara pasti. Apakah bulat atau kerempeng.  Atau…!’’ Perempuan itu mencoba mengajak berbicara pada baying-bayang dirnya, yang ditimpa lembayung senja keemasan.&lt;br /&gt; ‘’Rumah ku, setiap bilik-bilik kamar hotel bermesin pendingin yang menyimpan sepi. Tapi, aku tak pernah merasakan kenikmatan.’’ Kata perempuan yang lelah mata itu, mengajak baying-bayang dirinya untuk bisa berbicara kepadanya. Dan dia dapat mencurahkan isi hatinya.&lt;br /&gt; Sejak menstruasi pertama, perempuan itu terus berkata-kata pada bayangan.  Ketika itu, aku duduk dibangku sekolah lanjutan  pertama. Anehnya, aku sudah menikmati apa yang namanya bersetubuh dengan kaum lelaki. Hingga seluruh badan ku berkeringat, menahan gejolak nafsu asmara. Pacar pertamaku bernama Acian, anak keturunan Tionghoa.&lt;br /&gt; Waktu tiu, Acian sangat ketakutan setelah mereguk madu ditubuhku. Padahal kami belum menikah, dan memang belum pantas untuk memnjadi seorang rajadan permaisuri sahari.  Tetapi perbuatan seperti suami istri tak dapat di hitung dengan jari. Aku benar-benar menjadi perempuan sundal-gatal.&lt;br /&gt; Acian bertanggung jawab, tapi aku menolaknya. Perbuatan itu atas dasar keinginan diriku sendiri, untuk memuaskan nafsu erotisku. Tiak hanya Acian pertama kali, menorehkan benihnya kepadaku, dalam hitungan jari, sudah lima ‘pejantan’ mencoba menyemai kepada dirinya.&lt;br /&gt; ‘’Anehnya, Tuhan tidak menghukum aku dengan kehamilan di luar nikah. Dan sampai sekarang aku tidak merasakan apa yang namanya ngidam buah mangga.  Atau ngidam  hat rusa dari perburuan seorang pangeran. Sehingga, aku    terus ingin melakukan persetubuhan,    ‘’ perempuan tiu berkata sendirian. Nadanya mulai meninggi.&lt;br /&gt; Sesungguhnya perempuan tiu bagaikan mutiara yang kemilau, cemerlang dengan kemuliaan dan keutamaan. Mutiara tidak akan dipisah-pisahkan tempat penyimpannya.&lt;br /&gt; Tempat penyimpannya selalu terkunci rapat untuk mewaspadainya dari musuh yang dekat dan jangkauan tangan para penghianat.&lt;br /&gt; Perempuan itu sesungguhnya taman yang indah. Memiliki pohon hijau dan warna-warni. Taman tersebut dipagari dan pintunya terkunci sehingga hanya orang yang halal sajalah yang diperrbolehkan masuk melalui pintu yang khusus. Apabila dirobohkan, maka taman itu akan menjadi mainan orang yang suka bermain dan  rampasan pada pencuri yang berdosa.&lt;br /&gt; ‘’Dan teman tiu adalah diriku sendiri yang kini jadi permainan orang-orang berdosa’’. Perempuan itu menjerit. Suaranya bagaikan memiliki kekuatan bathin, sehingga bunga-bunga kertas berguguran satu demi satu. Dia menangis. Airmatanya mengaliri lekukan di wajahnya.&lt;br /&gt; ‘’Aku telah menjadi seorang perempuan pendosa,’’ katanya. Dia terus menangisi dirinya. Dan ratapan itu berhenti, setelah azan magrib sayub-sayub terdengar di telinga. Dia beranjak pulang, meninggalkan bunga kertas berseraka, yang tidak akan pernah dibersihkan oleh petugas.&lt;br /&gt;                                                 ***&lt;br /&gt; MALAMitu, Marsilam menceritakan pertemuannya dengan perempuan ramping berambut pirang, kepada rekannya Yusuf, Saleh dan Firdaus di warung kopi Bu Ijah, tempat biasa mereka mengutang, bila almanak belum menunjukan tanggal gajian.&lt;br /&gt; ‘’Lantas, setelah perempuan itu, apakah kamu bersua dengan perempuan tiu lagiSilam?’’ Tanya Yusuf. Bola mata hitam Yusuf, Saleh, Firdaus, berharap jawaban yang tegas dari Marsilam, dan jika perlu jawaban itu ‘’ya’’.&lt;br /&gt; ‘’Benar, aku sengaja mengajaknya ke hotel lagi. Biar dia menuangkan semua dosa-daosa yang pernah ia lakukan kepada ku,’’ ungkap Silam.&lt;br /&gt; Kesucian hatiku yang suci sudah menjadi binasa dan kotor, kata perempuan tiu mengejakan hidupnya. Tetesan racun dari setiap kaum lelaki ke zamzamku   telah mendatangkan semua virus-virus mematikan. Kulitnya yang putih, terlihat sekali telah bersemi bercak-bercak merah, hingga ke belahan dadanya.&lt;br /&gt; Pernah aku berpikir, saat malam menyelimuti dunia ini, akankah aku hidup difajar besok. Betapa banyak orang sehat, meninggal dunia tanpa sebab sakit. Apalagi orang sakit seperti aku sekarang ini, akan lebih cepat meninggalkan dunia yang penuh fantasi erotis.&lt;br /&gt; Namun, ketika aku  llihat tebaran dolar, rupiah, aku melupakan bahwa aku ini sakit. Bahkan aku berangan-angan panjang, ingin membangun rumah untuk orang tuaku dari hasil erotisku. Aku akan memperbaiki atap-atap sekolah bocor, yang tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah.&lt;br /&gt; Penyalkit itu terus datang tiap malam, bila aku terkulai lemas di ranjang, tanpa sehelai benang. Paginya, aku keluar di bilik hotel menuju ke kuburan ku sendiri dengan membawa uang. Uang itu, bagaikan tanah-tanah yang menguburi ku hidup-hidup.&lt;br /&gt; Kini aku tak bisa lagi bererotis di dunia fantasi ini. Aku tak boleh lagi melepaskan satu demi satu benang di tubuhku, sehingga orang akan jelas melihat setiap organ ini. Aku tak bisa menyuguhkan secangkir anggur memabukan kepada laki-laki.&lt;br /&gt; Kenapa?. Butir-butir merah di sekujur tubuhku ini, terus merenggut sisa umurku. Mungkin hidupku tak lama lagi. Aku akan meninggalkan cara hawa nafsuku. Naifnya aku, karena tidak mampu lagi berbuat untuk kebenaran. Untuk berdiri saja, aku sudah tidak mampu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                        ***&lt;br /&gt; ‘’BEGITULAH  Suf, Leh, tentang perempuan pendosa yang pernahaku jumpai dua kali dibalik bilik hotel yang telah dianggap sebagai rumahnya,’’ jelas Marsilam.&lt;br /&gt; ‘’Tidak! Tidak!. Memang secawan anggur merah itu pernah dia suguhkan kepadaku. Namun, aku tidak sanggup meneguknya. Karena aku takut mabuk. Aku takut penyakit dari anggur itu,’’ tutur Marsilam manyakini teman-temannya.&lt;br /&gt; ‘’Bagaimana reaksi perempuan itu ketika engkau menolak tawarannya?’’ Tanya Saleh.&lt;br /&gt; Matanya tengadah ke langit hitam. Kening  Marsilam berkerut.  Bagaikan  hardisk komputer, susuanan otaknya berputar, untuk menjawab pertanyaan rekannya.&lt;br /&gt; ‘’Perempuan itu tersentak kaget. Dia murka sekali. Tubuhnya yang memang lunglai, karena darah merah sudah tak kuat untuk mendirikan tubuhnya. Perempuan itu marah dan mengeluarkan perkataan kotor terhadap aku’’.&lt;br /&gt; ‘’Apa dia bilang?’’&lt;br /&gt; ‘’Tanpa selembar benang di tubuhnya, perempuan itu berdiri, 30 centimeter dari wajahku. Dia berkata, sok bersih kamu. Sok suci kamu. Perempuan itu marah sekali, sehingga dia menapari wajahku. Plak…! Aku kaget sekali,’’ ungkap Marsilam.&lt;br /&gt; ‘’Setelah itu dia sadar.   Perempuan itu menangisi hidupnya.’’&lt;br /&gt; ‘’Aku ini bagaikan alien..!’’ perempuan itu menghujani wajahnya dengan air mata.&lt;br /&gt; ‘’Jadi, di manakah perempuan yang katanya menjadi perempuan pendosa itu, Silam?’’ Tanya Yusuf.&lt;br /&gt; ‘’Dia telah pergi , menembus langit biru, bersama kereta kuda yang diiringi dosa-dosa dunia yang pernah dia lakukan selama ini.&lt;br /&gt; ‘’Maksud engkau..?! Yusuf, Saleh dan Firdaus bertanya serentak, dengan tanda Tanya besar, makna yang tersirat dari perkataan     rekannya itu.&lt;br /&gt; ‘’Kabarnya dia telah menggali lubang kuburannya sendiri. Dengan membawa kesengsaraannya karena menggumpulkan dosa, perempuan itu meninggal dunia. Virus mematikan terus menggerogoti tubuhnya,’’ jelas Marsilam.&lt;br /&gt; ‘’Maksudnya AIDS.’’&lt;br /&gt; ‘’Ya, perempuan itu rupanya mengindap AIDS. Parahnya, perempuan itu sudah   mendekati sindrom ke empat, tak bisa ditolong lagi dengan medis.’’  Marsilam berucap perlahan, di wajahnya menyimpan ketakutan yang sangat.&lt;br /&gt; ‘’Aku sangat bersyukur telah terhindar dari kemautan yang begitu cepat. Seandainya aku teguk apa yang pernah dia berikan kepadaku, mungkin aku juga akan mengikuti jejak langkahnya. Bagaikan cerita alien juga,’’ papar Marsilam.&lt;br /&gt; ‘’Apakah engkau aknan menuliskan kisah hidup penderita AIDS di koran kita. Inikan berita hebat yang belum pernah dituliskan media kita sejak terbit?’’ Tanya Firdaus.&lt;br /&gt; ‘’Tidak..! aku tidak akan pernah mengurai tinta hitam ku di lembaran koran.  Dan itu tak akan pernah!’’ tegas Marsilam.&lt;br /&gt; ‘’Kenapa kamu tidak menulisnya. Padahal ini cerita eklusif, Silam,’’ kata Firdaus lagi. ‘’Benar Silam,’’ timbal Saleh.&lt;br /&gt; ‘’Aku tidak akan pernah mau menulisnya. Ini adalah dosa perempuan itu, aib perempuan itu. Tak mungkin aku menceritakan aib orang di koran ini.  Biarlah dosa dan aibnya dibawa ke dalam kubur bersama jasad dan penyakit AIDS-nya.  Jadi aku tidak menulisnya.  Titik,’’ tegas Marsilam. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-2058779864488032757?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/2058779864488032757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=2058779864488032757&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2058779864488032757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/2058779864488032757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/perempuan-pendosa-cerpen-andra-s-kelana.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8a9hoayiKI/AAAAAAAAABo/XVyf7RtIDeM/s72-c/wanita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8732579217791830109.post-8476468761837838668</id><published>2008-02-28T05:48:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T05:51:26.523-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8a8B4ayiJI/AAAAAAAAABg/ciCTLnBnbYk/s1600-h/cengkeh.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8a8B4ayiJI/AAAAAAAAABg/ciCTLnBnbYk/s320/cengkeh.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172027962592233618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Cengkeh Berbunga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerpen : Andra S Kelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIK matahari berpijar, terus saja menjilat kulit wanita berkerudung hitam. Titik-titik cahayanya, seumpama lidah api yang menjulur dan  membakar kulitnya yang putih. Air laut yang asin, meniupkan aroma hamis, menusuk hidung. Tapi, wanita berkerudung hitam itu tidak bergeming. Dia masih berdiri tegak diujung dermaga antar pulau, tempat persinggahan kapal-kapal barang dari Midai, Sarasan, Tarempa, Letung, Tanjungpinang, maupun pulau-pulau sekitarnya.&lt;br /&gt;Wuss!&lt;br /&gt;Angin laut menampar wajahnya. Kerudung hitam, sekali-kali tersibak, dan kelihatan tengkuknya yang putih dihiasi bulu roma halus. Tetapi, hari itu. Rabu, dia ingin menghabiskan waktunya menantikan kapal kargo datang menghampiri dengan membawa sang bujang yang menjadi kekasihnya bernama Sulaiman. Pria inilah yang ingin mempersunting dirinya, tetapi gagal karena tidak sanggup menyiapkan jutaan rupiah uang antaran, sebagai syarat untuk mempersunting dara-dara di kampungnya.&lt;br /&gt;‘’Sudahlah Nur.! Tak perlu engkau menanti jantan yang tak jelas itu. Engkau pilihlah satu diantara kami berlima ini. Muka sudah hansem, rambut keriting, duit pun segepok di dompet, ape lagi,’’ Wan Syamsir menggoda gadis berkurung hitam. Orang di kampung sering memanggil Nurmala, karena memang wajahnya cantik bercayaha.&lt;br /&gt;‘’Betul Nur. Tak perlulah engkau bersusah payah menunggu Leman yang tidak jelas. Jangan-jangan diapun dah bebini pulak di kampung orang,’’ Hardi, menimpal, memasang kuda-kuda, agar dirinya menjadi nominasi pilihan Nurmala.&lt;br /&gt;‘’Nurmala! Nurmala!, kenapa awak ni teruk sangat menunggu-nunggu orang yang tidak peduli lagi. Aku tengok pun badan awak sudah semakin kelihatan tua. Kalau tahun ini engkau tak berkahwin juga dengan kami-kami ini. Alamak..! jadi perawan tua,’’ ejek Nazaruddin.&lt;br /&gt;Sememangnya, Nazaruddin dari dulu ingin sekali melamar Nurmala, tetapi citanya hanya bertempuk sebelah tangan. Nur lebih memilih Sulaiman, yang hanya memiliki kebun Cengkeh sebanyak 5 hektar. Sedangkan Nazaruddin merupakan keturunan orang berada. Kebun Cengkeh berpuluh-puluh hektar, ada kapal tongkang menangkap ikan. Ibarat kata, berapa pun permintaan uang hantaran pertunangan diminta, mungkin akan dipenuhi oleh keluarga Nazaruddin, asalanya Nurmala menerima pinangan anaknya.&lt;br /&gt;Tak bergeming!&lt;br /&gt;Nurmala tidak menghiraukan ejekan yang menyayat hatinya. Terkadang  dia berpikir secara akal sehat, untuk apa lagi menunggu pria yang sudah bertahun-tahun meninggalkan dirinya. Ketika jiwanya lagi gundah-gulana seperti ini. Jiwanya yang kosong, terbesit juga dihatinya untuk tidak menghiarukan lagi pria bernama Sulaiman. Dan dia akan menguburkan impian cintanya bersama Sulaiman di tengah-tengah bukit.&lt;br /&gt;‘’Sudahlah Nurmala untuk apa engkau menunggu Sulaiman. Dia sudah menikah dengan gadis lain di kampung sana. Lebih baik engkau mencari pria lain saja di kampung sini.’’ Makhluk yang paling terkutuk bernama setan menggoda Nurmala.&lt;br /&gt;Nurmala hampir saja terhanyut bujuk rayu setan!&lt;br /&gt;‘’Astaghfirullah..! Ya Allah ampunilah dosa-dosa hamba, jauhkan setan dari diriku,’’ ucap Nurmala.&lt;br /&gt;Tetapi, karena kata ‘janji’, haruslah ditepati. Walaupun usia sudah semakin berkurang, janji harus dipegang. Itulah kata kesetiaan yang terpatri dan kukuh olehnya. ‘’Orang melayu tak boleh ingkar janji’’ Dan dia yakin, Sulaiman pun akan memegang janji itu.&lt;br /&gt; ‘’Abang tetap cinta dengan Nurmala. Abang pergi merantau dan akan pasti pulang jika harga cengkeh di Natuna kembali berjaya seperti dulu. Abang berjanji akan melamar dinda,  walaupun umur kita sama-sama tua,’’ kata Sulaiman, sambil mencolek hidung Nurmala.&lt;br /&gt; ‘’Tapi…!’’&lt;br /&gt;‘’Tapi apa bang.’’&lt;br /&gt;‘’Asalkan dinda rela menunggu dan tidak dilamar orang. Dindakan cantik, pasti banyak bujang-bujang di kampung ini siap melamar,’’ kata Sulaiman melemparkan senyum. Kata-kata inilah yang selalu dikenang Nurmala. Janji diujung dermaga, bagaikan mahar pertunangan yang tidak boleh dihilangkan begitu saja. Sehingga Nurmala menjadi seorang gadis yang tidak pernah tersentuhkan oleh lelaki.&lt;br /&gt; Pertautan kasih antara Sulaiman dan Nurmala tidak ada satupun insan yang bernyawa sanggup memisahkannya. Tetapi, apa hendak dinyana, jodoh, rezeki dan maut sudah diatur sama Allah SWT, maka perpisahan itu datang juga menghampiri mereka, karena sebuah kebijakan pemerintah dan permainan dari pemerintah dengan menghargai cengkeh di Natuna sangat murah per kilogram.&lt;br /&gt; Harga cengkeh murah!&lt;br /&gt;Sulaiman terpukul. Orang-orang kampung yang memiliki kebun cengkeh marah besar. Ada yang menebang pohon cengkehnya. Ada yang membakar kebunnya, dan beralih ke usaha lainnya. Kebijakan harga cengkeh murah oleh BPPC itu, telah memutuskan mata rantai perniagaan di daerah ini. Warga menjadi miskin. Semua harapan membeli emas, membeli televisi besar yang diinginkan masyarakat, pupus sudah dengan berlinang arimata.&lt;br /&gt;Sulaiman. Pria ini tidak membakar, tidak menebang pohon cengkehnya. Tetapi, dia hanya membiarkan kebunnya menjadi semak belukar, tempat burung-burung menari kesana-kemari.&lt;br /&gt;BPPC. Seperti ombak besar setinggi 6 meter yang menggulung-gulung dan membelah perahu kasih Sulaiman dan Nurmala. Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh membuat dirinya, dan cintanya terpisah jauh. Sulaiman merantau, dan berjanji akan kembali untuk naik di pelaminan, jika harga cengkeh di Natuna naik. Sementara, Nurmala, menggadis tua menanti sang pujangga kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;BERTAHUN-TAHUN lamanya, harga cengkehpun naik. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan membeli cengkeh dengan harga tinggi, walaupun harus disubdisi dari APBD. Langkah ini, merupakan, langkah awal pemerintah daerah  membuka kembali jalinan perniagaan dengan para saudagar-saudagar luar daerah, yang dulu memang sempat mengalami masa keemasannya. Pemerintah berharap, pola ini benar-benar dapat menggerakan ekonomi masyarakat tempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan inilah yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat di Natuna. Kebun cengkeh yang selama belasan tahun seperti mati suri. Dibiarkan begitu saja. Tidak diurus, bersemak belukar, bercendawan, mati..! Namun setelah pemerintah daerah, melakukan subsidi dengan menaikan harga cengkeh, wajah-wajah petani cengkeh yang dulunya kuyu, kini mulai bergairah kembali. Bahkan ada di antara warga petani yang mencari bibit cengkeh untuk peremajaan.&lt;br /&gt;Nurmala!.&lt;br /&gt;Gadis ini bagaikan disuntik insulin. Wajah yang dulunya, seperti kayu ranting rapuh, berangsur mengeluarkan tunas-tunas kecantikan. Semua rencana yang dulu terkubur dalam-dalam, mulai digali.&lt;br /&gt;Bayangan Sulaiman yang datang dengan iringi-iringan para dayang-dayang   membawa tepak berisi hantaran belanja.  Bunyi kompang dari belakang, plak…! tung..! takk tung..!, serta disambut silat pengantin dua pria berpakaian hitam, menghiasi kelupuk matanya.&lt;br /&gt;Tak heranlah untuk mewujudkan impian itu, tiap 15 hari sekali, Nurmala selalu pergi ke dermaga menanti datangnya kapal, menjemput sang pujangga. Sebab, Sulaiman pernah mengungkapkan kata-kata; ‘’Abang akan pulang, jika harga cengkeh di Natuna ini naik’’.&lt;br /&gt;‘’Harga cengkeh sudah naik, bang Leman pasti sudah mengetahuinya, dan pasti akan pulang,’’ gumamnya dalam hati. Tetapi apa dinyanya, berminggu-minggu, berbulan-bulan, Sulaiman tak juga pulang ke kampung. Sudah berpuluh-puluh kapal  singgah berlabuh, tetapi Sulaiman tak pernah ada.&lt;br /&gt;Setiap orang datang, selalu mendapat pertanyaan dari Nurmala. Apakah pernah melihat Sulaiman di Batam! Tanjungpinang! Kalimantan! Karimun! atau daerah-daerah lainnya. Namun, jawabannya, tidak pernah tahu. Nurmala lemah. Wajah menawannya mulai tak bermaya. Menangis adalah bagian dari hidupnya.&lt;br /&gt;Meskipun cengkeh sudah berbunga indah, harganya naik, tetapi hati Nurmala terasa sepi tak ada yang memiliki. Hatinya tidak pernah berbunga, seperti bunga cengkeh. Bahkan hatinya semakin layu. Harga cengkeh tidak bisa mengobatinya hatinya yang rindu akan Sulaiman.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8732579217791830109-8476468761837838668?l=spotaker-bung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/feeds/8476468761837838668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8732579217791830109&amp;postID=8476468761837838668&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8476468761837838668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8732579217791830109/posts/default/8476468761837838668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://spotaker-bung.blogspot.com/2008/02/cengkeh-berbunga-cerpen-andra-s-kelana.html' title=''/><author><name>budak kecoh...!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06697969902314030919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_wa8KcUPCtgk/R84pKnxxcjI/AAAAAAAAAEM/6gR7g9AaFHI/S220/andra--ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wa8KcUPCtgk/R8a8B4ayiJI/AAAAAAAAABg/ciCTLnBnbYk/s72-c/cengkeh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
